kiss the rain (part 1)

Author : HyukNa dan Aishita Park

Tittle : Kiss The Rain [Part 1]

Genre : Continue, Romance, Angst, Family    

Main Cast : Im Yeppo, Im Chaeri, Im Sena, Park Jungsoo, Kim Jongwoon, Lee Hyukjae

Supporting Cast : Park Sora, Kim Heechul, Kim Kibum, Tan Hangeng

 

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Lie.. Love.. Life..

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

LIE..

(Park Jung Soo – Im Yeppo Marriage)

<Im Yeppo POV>

“Yeoboo.. ppali Ireona,,”

Aku masih berusaha membangunkan belahan jiwaku itu, ini sudah terlalu siang untuknya. Dan jabatanya sebagai CEO Gisaeng Pharmateurical tidak mugkin ia biarkan kosong hari ini.

Tidak untuk alasan Dia terlalu lelah karena bergerak semalaman bersamaku di atas ranjang.

Seperti yang lalu-lalu..

Pagi yang sibuk dilalui dengan kemalasan dia membuka matanya.

“Park Jung Soo.. Ireona…”

Kudesahakan suaraku di telingganya, biasanya ini berhasil. Tapi sepertinya tidak berlaku hari ini. Aku menyerah. Kutarik selimut lalu meyusup dibawahnya memeluk tubuh tanpa benang suamiku.

Oh ya..

Namaku Im Yeppo, usia 33 tahun, anak tertua dari tiga bersaudara yang kesemuanya perempuan. Aku besar di Seoul dan menamatkan pendidikanku di Inha University, satu kampus dengan suamiku.

Aku menikahi seorang leader perusahaan kimia terbesar di korea, Park Jung Soo. Pria yang bersedia membunuh dirinya jika lamaranya ditolak olehku. Dan aku tertawa puas sekali saat itu. Bangga karena berhasil membuat si pediam nan jenius melamarku. Pria yang diam-diam sudah kutaksir semenjak awal kami berkuliah di fakultas kimia.

Usia pernikahan kami hampir sepuluh tahun. Kehidupan kami cukup bahagia. Tidak pernah ada pertengkaran yang berarti diatara kami. Sekalipun kami belum dipercayai Tuhan untuk medapatkan anugerahnya yang lain.

Anugerah berupa tawa Park kecil kami.

Ya.. aku belum di percaya Tuhan untuk memiliki mahluk munggil itu di rahimku. Sudah berbagai cara aku dan Jung Soo lakukan, mulai dari mengurangi pekerjaan kami, minum ramuan ini itu, berkonsultasi kesana kemarin dengan dokter A,B,C sampai Z dan saling berteriak menahan gairah diatas ranjang setiap malam.

Hasilnya?

Belum terlihat..

Aku belum medapatkan apa yang ibu mertuaku tuntut, manusia hanya mampu berusaha, dan Tuhan yang menentukan bukan?

Setiap kali Eomonim menyudutkanku degan cecaran kapan memberinya lagi seorang cucu yang kelima setelah In Young Eonni memberinya empat cucu, dua diantaranya kembar identik. Jung Soo selalu menyelamatkanku entah dengan cara mengalihkan perhatian wanita berusia 65 tahun itu atau malah membatahnya secara halus.

Ahh..

Aku semakin bangga dengan suamiku, bersamanya aku bebas menjadi diriku sendiri, menjadi Yeppo yang manja, genit, dan galak.

Ya.. memandangi wajahnya dari dekat seperti ini benar-benar membuat pagiku menggila. Ingin sekali melumat gulungan tipis di bawah hidungnya sepuas hati. Mungkin dia tidak setampan Cha Seung Woon actor favoritku, atau semanis maknae Shinee Lee Taemin. Tapi dia special.. Park specialku

“Uri Park Jung Soo.. Ireona..” ulangku seraya memainkan ujung jari telunjukku di bibirnya.

“Park Jung Soo.. Sudah terlalu siang..” aku kesal! Suaraku setengah merajuk, tentunya tanpa melemahkan godaan jariku di bibirnya. Perlahan mata coklat eboni itu terbuka. Dan..

“Auwh..”

Suamiku hanya memandangku, lalu tersenyum semanis coklat asli Switzerland.

“kenapa kau gigit jariku?”

Dia hanya kembali terseyum, bahkan tertawa lebar, reyah dan ceria.

“jangan tertawa,atau aku akan menghukummu lebih dari ini”

Kusiapkan jariku membentuk cubitan dan hampir menggenai perutnya yang menurut versiku paling seksi se-korea selatan. dan lagi-lagi sebelum jariku memberi  tanda  kebiruan di kulit putih susunya, dia berhasil bertindak lebih cepat.

“Aww! Kenapa kau gigit bibirku?” protesku.

Dia hanya terdiam dan kembali tersenyum, lalu menggeser tubuhnya di atasku, dan…

Pagi yang indah diawali dengan desahanku dan diakhiri omelan pajang lebarku karena Jung Soo kembali terlambat masuk kantor. Suamiku hanya terdiam menikmati apa yang mulutku racaukan, baginya kecerewetanku musik yang indah untuk mengawali hari padatnya. Omelanku baru terhenti saat bibirnya menaut bibirku dengan selembar toast sarapan pagi kami.

“Aku berangkat dulu nyonya Park, Saranghaeyo Yeongwonhi”

Aku hanya bisa mengganguk, lalu mencoba tersenyum dengan roti di mulutku. Menahan keharuan di sudut mataku. Selalu ada cara baru setiap hari untuk menyatakan cintanya padaku, nae nampyon.. ya… Suamiku.. dia benar-Benar istimewa!

<Park Jung Soo POV>

“Apa hasil Lab ku Ki Bumie-ya?”

“Mianhae Hyung.. kanker sirosismu sudah bertahap menuju stadium 3, aku rasa kau harus segera melakukan operasi, atau. .”

“Berapa waktunya?”

“Enam belas bulan Hyung”

“Baiklah, tolong kirimkan Sora copy resepnya, aku ingin menambah persediaan obatku saja”

“Kenapa tidak dioperasi saja?”

“Harapanku hanya 10% katamu, kita tidak mungkin mengambil resiko seberat itu, Yeppo tidak mungkin aku. .”

Membunuh mimpinya untuk memilikiku sepanjang sisa hidup kami. Lanjutku dalam hati

“Baiklah Hyung, dosisnya akan ku naikkan, minumlah tepat waktu, jangan sampai terlupa, efeknya kau kan segera menggantuk hebat setelah kau tiba di rumah, mengingat kau selalu meminum obatya sepulang kantor, aku. . ah.. semoga Noona segera kau beri tahu”

Aku tersenyum pada namja yang usianya lebih muda 4 tahun dariku. Matanya mengekspresikan kekhawatiran. Kutepuk perlahan lulusan Summa Cumlaude Oxford university itu.

“Gwenchana, aku akan membuat dia menangis hanya pada saat terakhir saja. Aku tidak ingin dia megetahui keadaanku sekarang, tolong jaga rahasiaku Kim Ki Bum”

“Ne Hyung..”

Ku kembangkan bibirku sekali lagi sebelum aku melangkah keluar dari ruangan dokter ramah sekaligus partner riset perusahaanku. Lalu bergegas meninggalkan Seoul International Hospital berjalan cepat ke arah audi putihku.

“Apa kata Ki Bum Oppa? Oppaku baik-baik saja kan?”

Suara khawatir So Ra segera menyambutku tepat pantatku tergeletak di samping kursi kemudi yang di kendalikan So Ra.

“Ya! Kau ini, Oppamu baru sajaingin duduk, tenang saja. Nan Gwenchana,  namja Chingumu sudah melakukan yang terbaik untukku”

“Tapi tadi Oppa hampir saja pingsan, dua kali malah, tidak mungkin oppa baik-baik saja”

Kuacak lembut anakan rambut So Ra, mencoba meyakinkan yeoja yang sudah kuanggap adik angkatku sedari kecil.

“Nan gwenchana, jalankan mobilnya kita harus ke Incheon kan?”

“Kita pulang Oppa”

“Tidak, kita harus bekerja.. Khaja, kita sudah terlambat 15 menit, aku tidak ingin karyawan kita kecewa”

“Baiklah, tapi minum dulu obatmu Oppa”

Aku tersenyum, kutimang botol berisi puluhan kapsul putih penyelamat hidupku. Hah.. penyakitku ternyata sudah semakin parah. Yeppo tidak boleh mengetahui penyakitku untuk waktu dekat ini. Kami belum mempunyai keturunan, walaupun aku tahu aku tidak akan pernah bisa membuat Yeppo merasakan apa itu hamil dan melahirkan.

Kanker sirosisku sudah mengambil semuanya, aku lelaki yang tidak mungkin bisa menjadi sempurna. Dan menyempurnakan istriku.

Mianhae, Park Yeppo. . maaf karena aku bukan suami yang sempurna untukmu. Dan maaf untuk kebohonganku ini, aku tidak mugkin membiarkan air matamu jatuh lagi setelah kecelakaan laknat yang menimpa kedua orang tuamu dulu.

Betapa kematian itu sangat membuatmu terpukul. Melihatmu rapuh, melihatmu kehilangan gairah untuk melanjutkan hidupmu. Aku benar-benar tidak mampu. Aku merasa membiarkanmu tidak mengetahui ini lebih baik dan keputusan yang sangat tepat.

Istriku.. maaf.

============================================================================

LOVE..

 

Back Song –super junior Sorry Sorry-

 

<Kim Jong Woon POV>

Ini hari kelimaku mengikuti gadis bermata biru itu,  gadis yang mampu membuat aku, Kim Jongwoon seorang penyanyi terkenal berdesakan di kereta bawah tanah Seoul.

Aku tahu aku gila..

Menyamar diantara ratusan warga seoul dengan resiko identitasku dikenali.

Tapi ini demi gadis itu.. demi ..

Ah, aku jatuh cinta..

“Sorry, it’s me who fell hard for you first baby

Dazzling eyes choking I’m going crazy baby

Staring into the gaze as if I’m a guy possessed by something

Your figure your walking figure as if it came treading on my heart

Wherever you go, smiling superbly is your charm
A good girl being a matchless beauty is a universal thought
Hard to get, unstoppable, you’re truly surreal
I have irrevocably fallen for you”

 

== Super junior Sorry Sorry==

 

 

 

Dan kau tahu rasanya? Pedih, gemas, senang, jengkel, lelah.

Entah aku tak tahu apa pendiskripsian yang tepat untuk hatiku sekarang.

Yang aku tahu, setiap matahari mulai merekah di ufuk timur sana, aku merasakan sesuatu yang mendorongku untuk berdiri mengantre  dengan semangat demi sebuah tiket kereta terpagi menuju jantung Seoul.

rasanya senang sekali menemukan diriku tersenyum tidak jelas karena gadis yang namanya saja aku tidak tahu. Dan duniaku sudah berputar terbalik saat aku menemukan sosoknya duduk tenang seraya mengecek kertas-kertas yang entah itu apa.

Aku sebenarnya harus berterima kasih pada managerku yang bodoh dan bermuka polos itu. Gara-gara mobil butut perusahaan pencari bakatku mogok dan tidak mau di ajak berkeliling menjemputku aku terpaksa naik kereta bawah tanah.

Dan aku baru tahu rasanya naik sub way sangat menyenangkan setelah.. aku kembali tersenyum simpul mengingat peristiwa empat hari lampau.

-4 hari lalu,sub way seoul 07.00 pm-

Matahari baru saja merekah dan naik diatas langit seoul, sepagi ini Aku sudah sibuk mencaci managerku, bagaimana bisa dia membiarkan aku terjebak mengantri tiket umum subway. Dia gila atau apa? Sekarang aku tanpa penggawalan dari siapapun! Dan statusku! Damn!

“Kau gila hyung! Menyebalkan sekali!”

“..”

“Maaf? Aku ini penyanyi terkenal, kalau terjadi sesuatu padaku kau mau bertanggung jawab? Aku ini naik kereta umum! Umum !”

“..”

“ya baiklah.. iya aku..”

BRAKKK!

Kurasakan sesuatu yang basah merembes ke kemeja putih off whiteku. Apa ini? Kopi? Sialan! Nodanya pasti tidak akan hilang. Cepat kuangkat kepalaku bersiap meluapkan marahku.

“YA! APA KAU TIDAK PUNYA MA… tamu,indah sekali”

Hanya kalimat itu yang kuingat setelah indra pengelihatanku bersirobok  dengan cermin hati gadis yang menumpahkan starbucksnya di kemejaku. Mata shappire blue yang menenangkan, sekalipun dia terlihat sangat ketakutan. Mungkin akibat bentakanku tadi.

“Mianhae.. aku”

Gadis itu mencoba bersuara, serak.. ketakutan dan.. entah apa lagi yang jelas suaranya melebihi keindahan komposisi lagu maestro sekelas Mozart.

“Siapa namamu?”

Kucoba merendahkan tekanan suaraku selembut mungkin, gadis itu hanya terdiam, tapi kakinya tidak berhenti bergetar. Oh tuhan.. maafkan aku.. membuat gadis secantik bidadari ketakutan seperti ini.

“Im.. maaaf”

Secepat kilat gadis itu berlari, dan kakiku tanpa berpikir langsung bergerak mengejar, mulutku terbuka menyerukan nama gadis tadi tanpa disuruh, dan rasanya telinggaku hanya mampu mendengar langkah kakinya, mataku tak mau melepas sosok tinggi berkulit putih susu tanpa celanya, intinya Pagi itu aku mengelilingi stasiun hanya untuk menemukan Im, gadis mata biruku.

Dan yang terjadi pagi ini, pagi kelimaku. .

Aku kembali menikmati kebutaanku, ketulianku, kekeluan lidahku.

Rasanya semua menjadi berputar terbalik saat aku menggamati gerak-geriknya, mendengar suaranya, dan mencoba mengumpulkan keberanian menyapa gadis itu dari sudut kereta dimana aku bebas mengawasinya .

aku tidak peduli kelakuanku ini sudah melanggar batas privasi orang lain.

Yang aku tahu,

Buta karena terus menggamati gadis bermata biru itu indah

Tuli karena hanya bisa mendengar langkah kakinya sangat menyenangkan

Dan bisu karena tak mampu menyapa gadisku, ah.. aku tidak tahu lagi pendeskripsianya.

Yang terpenting, aku menikmati setiap helaan nafasku yang bercampur dengan nafasnya di atas subway terpagi seoul.

<Im Chae Ri POV>

Ini pagi kelimaku dicekam rasa takut.

Sudah lima hari ini aku merasa terus dikuntit seorang namja.

Entah siapa namja itu.

Mulanya kecurigaanku tidak beralasan, maksudku.. hei? Siapa orang yang mau meluangkan waktunya mencuri pandang pada gadis sepertiku di jam sibuk menuju kantor masing-masing?  Waktu di Negara ini sudah sama berharganya dengan uang, mustahil kan? Walaupun aku beberapa kali memergokinya sedang melihatku, bahkan dia berani menungguku di pintu kereta.

Aku harap hari ini mister aneh itu tidak muncul lagi.

Doaku sebelum kakiku melangkah ke dalam subway.

Dan.. oooo..

Doaku belum dijawab penuh oleh sang pencipta, detik ini, menit ini, mataku menangkap sosok namja itu duduk dengan manis di pojokan tempat biasa ia mengamatiku.

Seperti biasanya,

Pakaiannya tergolong aneh untuk orang kebanyakan, setiap hari dia berpenampilan sama : mantel tebal super panjang, masker bercorak leophard dimulutnya dan kacamata hitam keluaran terbaru musim ini.

Aku bergidik, mulutku terus komat kamit saat aku melewatinya.

Dia menatapku dengan pandangan menginginkanku.

Sebenarnya dia cukup tampan untuk ukuran namja, di hari ketiga aku tersadar dia menguntitku, dia pernah membuka kacamata hitamnya. Tapi segera lagi dipakainya saat puluhan orang memasuki kereta, tapi pada Intinya dia seperti orang kurang normal. Mengerikan.

Aku merasa tidak mempunyai masalah dengan laki-laki itu.

Eothokae?

Aku pergi keluar rumah sendirian tanpa ada Sena, adikku yang menemani.

Merepotkan gadis pemalas itu pagi-pagi buta hanya untuk alasan takut bekerja karena lelaki misterius di seberangku? Lucu sekali!

Walaupun adikku pasti dengan senang hati mengantarku kemanapun aku mau. setelah peristiwa mema.. entah.. aku malas melanjutkannya, kisah usang yang tak perlu dibahas.

Kembali lagi ke namja itu,,

Bagaimana kalau dia bermaksud jahat?

Sudah beberapa kali namja itu berusaha berkomunikasi denganku, entah dengan cara mendahuluiku turun dari kereta, ataupun berdiri selang beberapa orang di belakangku. dan untungnya aku selalu berhasil menghindarinya.

Hari ini juga sama, dia keluar melewati pintu kiri kereta pintu biasanya aku mengantri untuk keluar.

Tapi sayangnya aku sudah punya rencana lain.

Sebegitu dia lengah, aku berputar berlawanan arah dengannya.

Tentu setelah aku berhasil menipunya dengan berpura-pura mengantre di barisan kiri pintu keluar kereta. Kugenggam erat tas hermes pinkku, bersiap lagi berlari jika namja itu mengejarku seperti kemarin.

Pintu kereta terbuka dan..

“Andwae!”

Aku hanya mampu memekik, tak tahu harus berbuat apa.

Petugas! diamana petugas keamanan!

=======================================================================

 

LIFE

 

<Lee Hyuk Jae POV>

“ CUT! aa..daebak.. kau benar-benar uri Kim Sena!”

DIA! DAN DIA LAGI!

“Kim Sena, Uri Julliete.. lanjutkan  lagi eksplorasi vokalmu”

AKU MUAK! HEECHUL HYUNG BENAR-BENAR KETERLALUAN.

KIM SENA! KIM SENA! DIA ITU IM SENA! SI BO..

“Dan kau Lee Hyukjae, lupakan nilai B jika kau tetap malas-malasan sebagai Romeo, dimana Feel mu?”

Tatapan tajam dosen muda angkuh yang lebih tua dariku tiga tahun itu menusukku, seolah mampu membaca pikiranku yang sedang mencaci anak emasnya dengan otakku.

“Lupakan Hyung”

“Ini kampus diamana sopan santunmu? Aku ini sudah menjadi mentormu, bukan sekedar Sunbaemu lagi!”

“Dasar gila hormat!” umpatku lirih

“jangan mencaciku diam-diam seperti itu Lee Hyukjae, kelas acting sangat menentukan kelulusanmu, jika saja Mr. Tan tidak meminta keringanan padaku, sudah ku beri kau nilai E besar-besar”

Bilang saja kau tidak mau diputuskan oleh kekasihmu itu.

“Ya hyung.. aku akan berusaha“

Jawabku lemas, kulirik evil goddess disampingku, semenjak aku dan dia bersaing di pemilihan president kampus, aku dan dia terus menerus berlawanan arah. Lebih tepatnya saling menyikut.

Tidak ada kata akur dari kami berdua. Sekarang aku harus berperan menjadi kekasihnya? Hanya demi kelulusanku di kelas akting? Konyol!

“Lanjutkan latihan, Kim Sena.. ajari Hyuk dengan benar”

Sena hanya mengaguk senang atas perintah dosen yang sudah di anggapnya dewa itu.

Bodoh!

Dia teralalu buta untuk melihat hubungan terselubung antara Kim Hee Chul dengan Tan Hangeng.

Tapi cinta memang membuat Orang jadi buta kan?

aku terpaksa mengekor pada si diktaktor menyebalkan di hadapanku! Kim Hee Chul harus membayar untuk semua ini!

“Cepat sedikit! Lelet sekali kau jadi namja!”

“Iya nyonya!”

Tingkahmu Im Sena! Membuatku muak! Lihat saja nanti! Kejutan makan siangmu akan lebih ‘indah’ hari ini.

<Im Sena POV>

Aku kembali melayang entah kelangit berapa, Kim Hee Chul benar-benar mampu mebuatku lemas seketika dengan pipi semerah apel washington.

Pujian dari dosen kelas aktingku ini benar-benar membuat perutku menerbangkan ribuan kupu-kupu. Entah bagaimana rasanya.. sulit kujelaskan.

“Kim Sena, Uri Julliete.. lanjutkan  lagi eksplorasi vokalmu” ucap Heechul Sunbaenim padaku. Julliete? Bukankah peran itu akan terasa sangat sempurna bagiku jika Heechul Sunbaenimlah yang menjadi Romeonya?

Hei, bahkan banyak yang bilang kalau kami cocok menjadi pasangan. Aaah.. aku tersipu malu lagi jika mengingat apa yang orang katakan saat aku dan Heechul Sunbaenim berjalan bersama.

Well.. sejauh ini semuanya baik-baik saja, tanpa bocah tengil satu itu tentunya. Dia selalu saja, aku rasa dia sengaja, bersaing denganku. Semenjak kemenanganku sebagai Presiden di kampusku, ia selalu saja muncul untuk menjadi rivalku. Jujur saja, aku sangat bosan dan muak melihat wajahnya yang selalu ia agung-agungkan itu.

BODOH!! Tidak bisakah ia berkaca? Ia itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Heechul Sunbaenim!!

Lee Hyukjae, pria yang sok tampan ini. Aku rasa dia benar-benar.. entahlah, aku bahkan sudah bosan mencaci semua kebodohannya itu.

“Cepat sedikit! Lelet sekali kau jadi namja!”

“Iya nyonya!”

Sepanjang latihan hanya teriakan frustasiku yang terdengar.

Ayolah, apa aku bisa bersabar dengan semua ini? Dari lima puluh lembar naskah, dia baru bisa menghapal tiga.

Tuhan! Bunuh aku sekarang juga! Pementasan tinggal dua bulan lagi, dan Romeo belum sepenuhnya matang! Hancurlah sudah pementasan musical tahun ini.

Ini semua gara-gara Mr. Tan, dia yang merekomendasikan si bodoh menjadi romeo.

Padahal masih ada actor lain yang lebih berbakat daripada mahasiswa abadi dihadapanku ini.

Kami punya si nyaring Lee Hong Ki, selain cepat tanggap dia juga punya vocal yang kuat, atau Kim Ryeowook walaupun dia tidak terlalu tinggi tapi wajah tampanya yang tidak akan pernah menua pasti akan menjadi jaminan ludesnya tiket pertunjukan dalam hitungan detik,

Kalau saja aku tidak memandang Kim Hee Chul-ku, sudah kotolak mentah-mentah Hyuk Jae ada di drama ini.

“Baiklah.. latihan hari ini cukup sampai disini.. Uri Kim Sena, jangan lupa pesanku. Tolong ajarkan Hyuk dengan baik” ucap Heechul sunbaenim sambil mengeluarkan senyum manisnya. Aku merasa terbang, aku yakin senyuman itu untukku. Dia hanya menatap wajahku.

“Ne.. arraseo sunbaenim..” ucapku tersenyum dan latihanpun selesai. Kami membubarkan diri.

Aku pun mengambil tasku yang aku taruh di lokerku. Sepucuk surat jatuh tepat di saat aku membuka pintu lokerku. Tunggu.. surat dari siapa ini? Aku membukanya perlahan.

DEG..

Hatiku berdetak lebih kencang saat mengetahui itu surat dari Heechul Sunbaenim. Dan dia memintaku untuk  menemuinya di ruangannya sekarang. Berdua. Hanya berdua dengannya.

Aku pun melangkah dengan gembira menuju ruangannya. Senyuman tidak pernah hilang mengiringi langkahku. Aku sampai di depan pintu ruangannya. Oh tidak! Jantungku rasanya ingin meloncat keluar. Perlahan kuketuk pintunya, tapi tidak ada jawaban dari dalam. Aku bingung, maka aku buka saja pintunya perlahan.

Kututup mulutku agar bunyi pekikanku tidak terdengar.

Perlahan mataku mulai memanas.

Dan ..

Tes..

Airmataku langsung menetes.

Pemandangan macam apa ini? Heechul Sunbaenim sedang berciuman dengan Tan Hangeng? Aku menggelengkan kepalaku, pasti ini semua hanyalah halusinasiku. Tapi tidak, ini semua nyata. Aku menangis. Apa maksudnya ini semua?

Aku terdiam, masih menangis tanpa suara. Mataku masih melihat apa yang sendang mereka lakukan.

Hatiku hancur.

Jika Heechul hanya ingin menunjukkan ini, kenapa dia tinggalkan surat semanis tadi di lokerku?

Apa dia mengetahui perasaanku dan ingin menolakku dengan memperlihatkan hubungannya dengan Mr. Tan?

Entahlah.

Otakku tak mampu mencerna ini semua, terlalu berat.

aku merasa ada seseorang yang menarik tanganku. Pandanganku sedikit buram karena airmataku ini. Aku pun dengan pasrah mengikutinya. Entah kemana orang ini membawaku, yang aku tahu hanya hatiku sangat sakit saat ini.

“Ini..” aku mendongakkan kepalaku.

Lee Hyukjae? jadi dia yang menarikku. Untuk apa? Ah.. aku tidak mau ambil pusing. Masa bodoh dengan dia. Aku memalingkan wajahku menatap ke arah lain. Dimana ini? Ah.. ternyata kami sedang duduk di taman di daerah gangnam. Taman ini cukup sepi. Untunglah, aku tidak malu jika aku ingin terus menangis di sini.

“Ini..” dia dengan seenaknya langsung memasukkan sepotong ice cream yang ditawarkannya tadi ke mulutku. Aku hanya menatapnya sinis, tapi mulai memakan ice cream pemberiannya.

Apa ini? Strawberry?

Aku menangis lagi. Kenanganku tentang Kim Hee Chul menyeruak kembali. Dia tidak pernah lupa mentraktirku ice cream strawberry sehabis pentas kami sukses.

Hyuk Jae mengusap pundakku pelan.

“Uljima”

Ada apa ini? Mengapa ia jadi baik seperti ini?

“Aku.. menyukainya. Tapi mengapa begini?” aku sesegukan sambil terus memakan ice creamku. Mungkin ini bisa mendinginkan hatiku yang hancur saat ini.

“Kau menyukainya? Aishh.. kau terlalu bodoh!!” ucap Hyukjae sadis. Dasar namja tega!! Mengapa ia malah membuatku kesal seperti ini? Sial!!

“Kalau aku bodoh.. memangnya itu urusanmu, hah??!!” teriakku dan berdiri hendak pergi dari situ. Sial.. aku malah ingin menangis sekencang-kencangnya sekarang.

“Kau memang bodoh Im Sena..” ucapnya sambil menarik tanganku hingga aku terduduk lagi disampingnya,

Matanya memandangku lekat..  apa ini? Dengan cepat ia menempelkan bibirnya di bibirku. Tunggu.. ini pelecehan namanya!! Aku melotot mencoba melepaskan ciumannya itu.

TIDAAAAKK!!! ITU CIUMAN PERTAMAKU!!!

Bukannya melepaskanku, dia malah menciumku lebih dalam sambil sesekali menghisap bibir bawah dan atasku bergantian. Tuhaaann.. apa salahku sampai harus orang ini yang mencuri ciuman pertamaku?

Hyuk Jae melepaskan ciumannya. Aku masih menangis, semua yang kulihat tadi , ditambah dengan perlakuannya padaku barusan. Mungkin ini balasan atas dosaku di masa lalu.

“Kau memang bodoh..”

~To Be Continued~

================================================================================

Please RCL 😀

Aishita Special thanks to :

è Bee Eonni.. kemaren uda koreksiin draft punya Aishita 😀 makasi banget Eon.. youre the best momma that I ever had 😀

è My dongsaeng.. Im Sena.. makasi uda bantu lanjutin part Hyuk-Na 😀 ga tau deh lo ga ada kamu.. ga bisa bayangin muka hyuk Sii akunya 😀

è Uri redaerdeul.. makasi uda mau baca.. 😀

Luv,

Aishita Park

Iklan

2 pemikiran pada “kiss the rain (part 1)

  1. chinguuu
    Part lanjutannya suda adaa? 🙂
    Aku suka banget sama critanya yeesung sama hyuk, bikin hati berbunga2 😀
    Tpi teuk kok kayaknya sedih yaah? 😦
    Kalau next partnya suda ada tlong ksh tw yah chinguu
    Gomawoo 😀 ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s