SLF2L (infinite series) : Chapter 1 Lee Sungyeol : Nae Yeoja, Nae Noona

Sungyeol

AUTHOR     : AISHITA KIM

GENRE        : Romance,

LEGTH         : Oneshot

MAIN CAST :

  • Noona
  • Lee Sungyeol INFINITE

OTHER CAST :

  • Jang Dongwoo

[yang dibawah ini Cuma nampang nama aja kok hehehehe]

  • Lee Howon / Hoya INFINITE
  • Kim Myungsoo / L INFINITE
  • Jung Yunho

RATING                  : PG 17, Half Bed Scene.

DISCLAIMER        : THEY ARE BELONGS TO GOD,THEIR PARENT AND

THEIR SELF, just the story that mine J

Recommended Song : Katty Pery – The One That Got Away

=========================================================================

<Sungyeol POV>

“aku mencintaimu”

Teriakku, derit ranjang yang kami gunakan bersahut – sahutan dengan desahan yang keluar tertahan dari wanita di bawah tubuhku, wanitaku, Noonaku.

“aku tahu.. aahh..”

Timpalnya, demi Tuhan, wajahnya terlihat sangat menggoda sekali saat berpeluh seperti ini.

“lalu kenapa tidak menikahiku?”

Protesku, masih asyik dengan apa yang ditemukan telapak tanganku, benda lunak kenyal tempat para bayi menghisap air susu ibunya.

“alasanku menolak kau sudah tahu dengan persis, Lee Sungyeol”

“aku tidak menerimanya”

“aish.. bersabarlah, aku akan meninggalkannya sebegitu kita sudah mempunyai anak”

“setelah kau hamil?”

“maka buatlah aku hamil secepatnya”

“kau pikir kita sedang apa sekarang? Aku sedang berusaha membuncitkan perutmu, istriku!”

“Aku masih Noonamu, sayang, aish.. lepaskan tanganmu dari dadaku”

“aku suka, dan tidak akan kulepas”

“kau.. ahhhh”

“lihat, kau sendiri tidak bisa menolaknya”

“jangan memberi tandamu disitu, Howon pasti akan tahu perbuatan kita”

“kenapa kita  harus selalu mencuri waktu dari lelaki itu sih?”

“kau jengkel? Dia itu Hyung kandungmu loh, aku harus menginggatkan soal ini padamu”

“iya, tapi sekarang kau ini yeojaku, bukan ISTRINYA! Dia itu sampah”

“aku pemuja sampah”

“itu kebodohanmu”

“apa? Jadi aku bodoh? Lalu kenapa kau mau meniduri perempuan bodoh sepertiku?”

Emosinya naik tiba – tiba, ah.. leherku harus segera kuselamatkan, tapi.. terlambat! Aku tidak bisa menolak bibirnya dikulit leherku.

“arghh.. jangan gigit leherku keras-keras, aku masih ada pemotretan sehabis ini”

“aku tidak peduli, lehermu terlalu menggoda untukku, eh,, mau aku beri dimana tanda selanjutnya”

“disini” tunjukku ke arah perut datarku, memang tidak seindah milik Howon Hyung, tapi cukuplah untuk ukuran model baru sepertiku.

“dan soal siapa yang bodoh, aku atau kau? Intinya aku selalu.. argh.. disini sayang, bukan di leher, aku yang bertekuk lutut pada pesonamu” lanjutku.

“shirroe! Perutmu datar dan terlalu keras”

“hei, perlu tiga tahun untuk mendapatkan Abs sesempurna ini” kilahku.

“masih bagus punya Yunho Oppa”

“MWO?”

JUNG YUNHO! MODEL SENIOR! SUNBAENIMKU! APA DIA! AISH! Kutusukkan tiga jariku sekaligus di miliknya, rasakan! Ini hukuman karena dia berani berkencan dengan lelaki lain! Lagian enak banget Yunho itu, Noona ni kan punya aku seorang! Ogah banget berbagi ma dia, orang ama si Howon itu aja terus – terusan aku gangguin. Jadinya mereka gagal menjalankan program punya anak kekekeke.

“jangan melotot seperti… aaaaahhhhh, Leeu.. Ahhh SUuuNg.. YEOLL!!!! iya.. ahhh.. disitu.. PPaaliiii..”

“diamlah, aku tidak ingin mengetahui kenyataan kau sudah tidur dengan Jung Yunho”

“aku tidak tidur dengannya”

“lalu Abs tadi?”

“Aaaaahhhh… jangan siksa aku cepat rasuki aku”

“aku tanya, Abs tadi? Dimana kau melihatnya”

“masuki aku dulu, jangan bermain diluar sayangku”

“katakan dulu, kalau tidak, jangan harap aku memberikan Yeol kecilku padamu”

“aaahhh… iya… ssshhh.. itu.. YAK! CEPAT MASUKAN!”

“katakan dulu”

“bagaimana aku bisa mengatakannya, kau terus bermain di.. aaahhhh.. situ”

“baiklah aku berhenti, sekarang katakan”

“aku melihatnya di Men Health edisi November, yak! Apa yang kau laku.. Auuhhh… disitu .. sayang.. kkk.. aaau… aissssshhhh”

“kau jahat Noona”

“kau yang argghh.. disitu.. iya.. disitu, berikan atau aku akan menemui Jung Yunho”

“YAK! KAU!”

“hehehehe.. jadi beg.. ahhhh.. tu.. pintar sek.. al.. ii kau sayang..”

“jangan mendesah seperti itu”

“kenapa? Ini sudah biasa kan?”

“aku akan malas pergi pemotretan kalau seperti ini, Umm.. kau benar – benar membuatku gila”

“maaf, tapi gila itu nama tengahku.. ahhhh,,,, terus, lebih cepat.. disitu Oppa… Sungyeol Oppaaaaa…”

“baiklah.. kita selesaikan secepatnya, panggil aku sekali lagi..”

“Oppaaa.. aaahh… Seungyeol Oppaaahhh…”

Peluh kami menetes deras, ketika kami sampai pada puncaknya. Kudiamkan sebentar kelaminku di milik Noona, aku harap, sperma yang kukeluarkan kali ini lebih banyak dari siang kemarin. Aku ingin secepatnya Noona hamil.

Wahhh.. membayangkan atlar gereja yang dihias sempurna dengan Noona mengenakan gaun pengantin putih cantik walaupun perutnya menggembung membuatku menggulum senyum bahagia. Noona tetap paling cantik! Dan tentu saja aku berdiri disamping Noona, menhadap pendeta, terus bilang I DO.

Kucium lagi perut wanitaku,

“uri aegi.. cepatlah tumbuh nak..”

Noona hanya tersenyum simpul, lalu ditariknya kepalaku.

“Lee Sungyeol, Saranghae..”

Ah, kayanya aku ga bakal berangkat pemotretan nih!

=========================================================================

Seoul, di awal musim semi memang paling menakjubkan. Bunga – bunga mulai bermekaran, warna hijau cerah dedauan dan wanginya udara menguar, membuat mataku termanjakan dan paru – paruku rakus menghirup segarnya pagi ini.

Kubenarkan letak sunglasesku, muncul pagi – pagi begini di depan public emang rada ga nyaman, tapi Noona memintaku untuk menemuinya di café punya Myungsoo segera setelah mataku terbuka.

Untung pagi ini bikin mood cepet balik jadi baik, mataku rasanya masih setengah terpejam, orang tadi baru aja masuk rumah dan teriakan penuh kegembiraan Noona di iphoneku, membuat rasa penasaranku naek ampe atas ubun – ubun.

“Sungyeollie…”

Suara lirih Noona di telinggaku, jadi bikin aku menggurungkan niat menyeruput vanilla latteku. Tangan mungilnya melingkar santai di leherku, ku balas genggam tangannya. Hangat sekali.

“Mian.. ini terlalu pagi ya?”

“tidak, aku udah tidur lumayan lama tadi”

“jangan bohong deh, itu kamu pesen vanilla latte porsi gede, sayang.. aku tau persis jadwal kamu tu baru selese subuh tadi, mian yaa..”

“poppo dulu”

“Eish! Yadong pagi – pagi, ini café punya Myungsoo, ntar dia bisa laporan lagi ke Howon”

“ga akan, Myungsoo tu sahabat aku, aish.. kajja! Duduk sini”

Kutarik Noona ke sofaku, lalu mendekapnya. Suara merdu Katty Perry dengan the one that got away, menambah susana tenang untukku, meskipun rada ga pas sih lagunya.

“Emang ada berita apa sih? kok tadi pagi heboh banget di telefon”

“eh.. itu.. liat aja deh”

Ucapnya seraya menyerahkan amplop segede map, di sampulnya tertulis rumah sakit pusat Seoul. Aku tersenyum simpul. Ga usah liat aja aku tahu kalo amplop ini isinya pasti bikin bahagia.

“positif hamil 21 minggu, dan itu foto USG kemaren” Noona nyelutuk santai.

Tuh kan? Bener! Mataku takjub begitu ngeliat apa yang tercetak disitu. Anak kami! Dia masih kaya gumpalan gitu sih bentuknya, tapi ini beneran amazing! Ga nyangka aku bisa bikin mahluk hidup di perut Noona. Saking excitednya, kuciummi aja tu gambar.

“udah, siniin fotonya, ntar Howon marah lagi kalo fotonya lecek kaya gitu”

Aish! Dasar! Kenapa deh mesti bawa – bawa nama tu orang! Ngerusak mood aja!

“mulai sekarang intensitas kita ketemuan ga boleh sering – sering ya sayang”

“lah? Kenapa?”

“Howon seneng banget aku hamil, aku ga mau ngerusak kebahagiaan dia, aku pengen jadi istri yang manis di depan dia, meskipun kenyataanya ini anak kamu”

“ aku ga ngerti deh, Noona jadi laen gini,  aku ga suka arah pembicaraan ini”

Ekspresi kekasihku langsung berubah drastis, yakin deh bakal ada berita ga enak, buat aku.

“Yaa.. Lee Sungyeol, aku bukannya mau egois, tapi.. aku mau mempertahankan rumah tangga kami, Lee Howon ga pernah seperhatian ini sama aku, dia berharap besar sama anak ini, dia mencintai anak ini,  jadi.. ehm.. jadi… aku mohon.. bisa engga kita balik jadi ipar yang sebenarnya, aku mohon, anggap aku sebagai istri Hyungmu lagi”

“ neo michiseo? Ga lucu tau Noona!”

“aku ga bercanda Lee Sungyeol, aku mencintai hyungmu dari apapun di dunia ini”

“jadi kau memanfaatkanku? Kau memperalatku untuk menjadi mesin pembuat bayi? Lalu apa janjimu kemarin? Kau akan bercerai! Memilih hidup bersama denganku!”

Emosiku semakin tersulut. Aku beneran ga abis pikir deh! Aku yang mengorbankan semuanya, tapi kenapa Lee Howon yang menang pada akhirnya. Aku rela banget mengorbankan apapun demi Howon. Tapi Noona satu – satunya orang yang mengerti diriku dan aku butuhkan untuk hidupku.

Aku jatuh hati sama Noona semenjak kami berada satu fakultas dalam satu kampus. Noona terlalu bersinar dan mudah membuat semua lelaki jatuh padanya. Aku berusaha mati – matian untuk mendapat perhatiannya, memanfaatkkan setiap kesempatan untuk mendapatkan sedikit sedikit celah di hatinya. Tapi semua harus hancur ketika Howon membawa pulang Noona dan memperkenalkan Noona sebagai calon pendamping hidupnya.

Dan sekarang aku harus merelakan anak kami memanggil Howon Abeoji?

Haruskah aku kalah lagi dengan Howon?

“maafkan aku, Lee Sungyeol, kumohon.. lepaskan aku, aku ingin hidup bahagia sekali ini saja dengan Howon. Maafkan aku sudah menjadikanmu pelarian. Aku memang mencintaimu, tapi sebagai bagian dari keluarga Lee, aku.. aku.. tidak pernah sama sekali berpikir untuk menikahimu, perasaanku sudah terisi penuh oleh Howon”

Tidak! Itu ga akan pernah terjadi!

“kau bilang terisi Howon? Lalu bagaimana dengan ciuman – ciuman kita? Dan hubungan kita yang terlewat batas di atas ranjang? Kau hanya melihatku saat itu”

“aku melihatmu, sebagai Lee Howon saat itu, mianhae..”

Dikecupnya singkat bibirku.

“aku harus pergi, mianhae Lee Sungyeol, aku mutusin buat pisah sama kamu, dan terima kasih, telah memberikan sesuatu yang hidup di rahimku, terima kasih”

Noona segera melangkah lebar, dia bahkan tidak mau berbalik untuk sekedar memandangku lagi. Katty Perry masih asyik melantunkan lagunya.

But in another life, I would be your girl

We keep all our promises, Be us against the world

In another life, I would make you stay

So I don’t have to say, You were the one that got away

The one that got away, The one, The One, The One

The one that got away

=========================================================================

Korea udah memasuki musim gugur pas anak kami, Lee Yeol lahir, aku ga tau apa alasan Howon dan Noona memberi nama itu pada bayi lelaki yang seharusnya menjadi anakku. Setengah tahun lewat setelah aku dan Noona menjalani hari kami sebagai ipar yang sesungguhnya. Awalnya berat banget ga bisa lagi menyetuh Noona sebebas dulu. Tapi melihat senyumnya tiap kali Howon memberikan perhatian pada bayi yang masih dalam perut Noona, membuatku luluh seketika.

Okelah, aku memang satu dari lusinan orang yang mengobankan segala cara untuk orang yang dicintai. Aku lebih memilih menelan sendiri perasaanku daripada harus mengekang orang yang ku istimewakan di hidupku.

Seperti saat ini, pesta besar – besaran menyambut kehadiran Lee Kecil di tengah keluarga kami. Sendirian di sudut taman, menegak sendiri anggur mewahku, sementara mataku ga mau lepas dari apa yang ada di depan sana.

Howon dan Noona saling tertawa bahagia menyambut para undangan yang datang, dan Lee kecil dalam dekapan Howon. Sungguh menyakitkan untuk dilihat, tapi tawa dan senyum Noona menghapus semua itu. Aku sudah belajar iklas, walaupun rasanya pengen aku naek panggung terus teriak di depan mikrofon, Lee Yeol itu anakku! Anak Kandungku!

“kita harus belajar rela, Lee Sungyeol”

Sebuah tepukan hangat mampir dibahuku, Jang Dongwoo, uri sajangnim di agensiku. Dia yang menjadikanku model sekelas Choi Siwon, Jung Yunho dan Choi Minho. Tapi belajar rela? Untuk apa?

“ah.. Sajangnim, anda sudah datang rupanya, bagaimana pestanya? Semoga anda menikmatinya”

“aku ga akan bisa menikmatinya”

Alisku mengkerut, Jang Dongwoo dan Howon berteman baik, bagaimana bisa dia tidak menikmati pesta kelahiran anak dari sahabatnya sendiri.

“kau lihat lelaki disana?”

Kepalaku reflex mengikuti gerak telunjuk bossku. Dan ada Howon di retinaku saat ini.

“lelaki itu telah menghancurkan hatiku”

Alisku semakin terangkat naik, ga mungkin lelaki ini juga..

“tenang, aku tidak berselingkuh dengan Noonamu itu”

Aku langsung bernafas lega, tapi kenapa pria disampingku ini terlihat sama hancurnya denganku?

“katakan pada Hyungmu, aku akan tetap mencintai dia, sekalipun dia meninggalkanku dan berusaha hidup normal, jika dia berubah pikiran, aku akan selalu membukakan pintu rumah kami untuknya”

HA! Mataku melebar dengan sendirinya, terlalu kaget dengan pernyataan Dongwoo barusan, kupingku ga mungkin salah denger kan? ini berita besar! Dan aib!

“sajangnim, dan Howon.. ”

Aku ga tega mau lanjutin kalimatku. Tapi aku perlu mendapatkan kejelasan.

“keka.. sih?” lanjutku

“yeah, seperti itulah kami..”

Aku tercenung, ga tau mau menimpali apa, pikiranku melayang tanpa menuju batasan pada satu titik kesimpulan. seharusnya Noona sudah tau kalau Howon lelaki yang tidak bisa menyentuh wanita. Dan itu artinya Howon juga tahu kalau Lee Yeol bukan anak kandungnya. Remasan tangan Dongwoo di pundakku memecah pikiranku.

“aku juga akan belajar melepas dan iklas”

Aku tersenyum singkat. Yah.. setidaknya, ada teman berbagi rasa di saat aku rapuh seperti sekarang.

“sajangnim, bagaimana kalau kita minum – minum sebentar?”

Dongwoo tertawa lepas, ringan seolah dia tidak kehilangan apapun di hidupnya.

“Khaja, aku akan menceritakan yang harus kau ketahui, termasuk gaya berpacaran kami”

Aku bergidik ngeri, lalu mencoba tersenyum. Melepas bebanku sendiri. Yah.. cinta.. ketergantungan tanpa batas

yang membodohi akal sehat. Dan kami korbannya.

=================================KKEUT==================================

Iklan

18 pemikiran pada “SLF2L (infinite series) : Chapter 1 Lee Sungyeol : Nae Yeoja, Nae Noona

  1. Ping balik: Library | aishitaWorld

  2. wkwkwk, akhirannya bikin ketwa kak, yadong kopel is back xD aku ga nyangka hoya bakal selingkuh, sama pria lagi. jadi critanya disini imbang dong? keren kak xD semangat~

  3. Jiaaaahahahah author tega bgt my yeol dinistakan di ff ini u,u…*tonjokbokongyeol*

    laen kali bikin yg romance nyesek” yh thor..yg cast.a my yeol tntu.a 😀

  4. serius deh ini….. ini tuh… aku sampe ngga tau mau komen apa. ini tuh… gila, parah, abnormal (?), bener-bener ngga ketebak ujungnya. dan parahnya diujung ada dongwoo yang………………
    serius ini tuh WOW banget deh..
    diawal NC parah, tengah-tengah penghiatan banget, diujung bener-bener ngga banget haha xD
    beneran deh dongwoo itu ngga banget haha xD
    pokoknya sangat ditunggu chapter 2nya haha
    ……….
    aku masih mong sama ceritanya haha 😀 gila ini mah

  5. paraaaaahhhh…gokiiiiillllllllllll…ngakaaaakkk *guling-guling
    ending’a gak nyangka bgt dah gw truz jg..
    OMG Dongwoo jgn kau sesatkan uri Sungyeol..

  6. padahal tadi udah komen deh, dasar jaringan =_=

    itu itu.. hahaha, maap maap, numpang ketawa dulu..
    ah, kita sehati deh.. eon lagi bikin cerita yg gak mirip tapi agak sama..
    beda sih, tapi sama, si laki gak normal nikah sama cewe normal.. :p
    untung banyak percakapan di bed scene, gak terlalu bayangin(?) adegan’a :p
    fokus ke siapa yg ngomong, wkwk
    yeol kesian amat deh.. lebih tega bini yaho. dan yaho gak kalah tega
    dongwoo kesian juga TT
    tapi semoga dongwoo bisa normal abisan ini 🙂
    oke, next.. ditunggu

    • kebayang muka choding yeol XD

      Eonni… ntar aku pasangin aja ma Dongwoo biar normal kekekekek XD

      si Dongwoo mah kaga pernah bakalan bisa normal.. makan ati sama Hoyaa yeyeyey XD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s