[Oneshoot] Passed Times

passed times

Title            : Passed Times

AUTHOR     : AISHITA KIM

GENRE        : Romance, Angst

MAIN CAST :

  • Hwang Hyerin (OC)
  • Shin Hyesung / Jung Pil Kyo Shinhwa
  • Jung Yunho TVXQ

OTHER CAST :

  • Jung Byunghee / G.O MBLAQ
  • Jung Yong Hwa CN BLUE
  • Jason Jung (OC)

 

RATING                  : PG 17

 

DISCLAIMER         : Only story that mine. Do not plagiarism :P this account belongs to @hotachii, I just use it with the owner permission :)

Authors talk           :

hai.. ketemu lagi dengan saya…  author abal XD

sekarang bawa JUNG FAMILY :) ada yang tau Hyesung Shinhwa? yap.. ajushii itu akhir – akhir ini bikin saya galoo XD ditambah Bang Yunho yang baru aja selesai tour di malaysia.. biarpun  cuma bisa liat poto ma fancamnya,, tetep bikin kangen deh sama si abang XD

terakhir…. RCL JUSEYOOOOO XD

=========================================================================

 

Pantulan citra seorang namja sempurna, bertuxedo putih lengkap dengan korsase mawar hitam didadanya. Tepantul jelas dikedua mata berkacamata minus Jung Hyesung. Dia terkagum dengan apa yang dilihatnya. Designer pakaiannya memang benar-benar daebak! Potongan tuxedo itu jatuh tepat membentuk bahu hingga pinggangnya, membuat lebih terkesan tegas dan kuat. Sangat serasi dengan tinggi badannya, yang hampir menginjak angka 180 itu.

 

Manik matanya beralih ke kepala, Rambut berwarna coklat nutsnya ditata sangat rapi dengan gaya kelas atas. Sempurna, seperti kata terakhir yang selalu dia tuntut dari setiap langkah hidup, juga keputusan lelaki berusia hampir setengah abad itu.

 

 

“Hyung… “

 

 

Hyesung memutar langkahnya tenang, adiknya yang terkecil Jung Yonghwa. berdiri diambang pintu kabin. Menanti dipersilakan masuk. Ini sudah waktunya. Cepat sekali jarum jam di arlojinya berlari. Hyesung menghela nafas singkat. Ini kenyataan. Cepat atau lambat pasti juga akan terjadi.

 

“Masuklah”

 

 

Yonghwa melangkah perlahan, tersenyum singkat, setelah bola matanya menyapu tampilan Hyesung. Hyungnya memang pemuja kesempurnaan. apapun yang  melekat di raganya, harus berkualitas wahid, tidak memalukan sesuai standar yang ditetapkan di keluarga besar Jung.

 

 

“kau terlihat lebih tampan dari Yunho Hyung, padahal siapa yang akan kau hajatkan hari ini?”

 

 

“diamlah.. ini menyangkut harga diri kita sebagai klan Jung yang berkelas”

 

 

“mian.. jangan terlalu serius Hyung”

 

 

Lelaki berusia hampir separuh dari Hyesung itu menelan tawanya singkat. Hyungnya yang tertua tidak terlalu senang dengan joke ala pria seumurannya. Dia bisa saja sedikit bersikap kurang ajar, pada dua Hyungnya yang lain. Jung Byunghee dan Jung Yunho. Tapi aturan itu tidak berlaku untuk Jung Pilkyo atau publik lebih menggenalnya, sebagai Jung Hyesung. Pengusaha sukses pemilik Jung Corporation.

 

 

Dengan cepat suasana canggung tercipta diantara mereka. Hanya nafas  yang keluar dari lubang alveolus mereka, terdengar saling menyahut.

 

“Yong-aa, apa kau pernah berpikir untuk menikah?”

 

Yonghwa menautkan kedua alisnya, tidak biasanya Hyesung menanyakan hal konyol seperti ini. Hyungnya terlalu mencintai tumpukan berkas membosankan di meja kerjanya setiap hari. Berpikir mencari separuh jiwanya yang hilang, mungkin sudah tidak ada di otaknya. Dan tiba-tiba sekarang? Menikah?

 

“menikah? Dengan?” tanya Yonghwa hati-hati.

 

“sudahlah.. Huft.. Hujan lagi ya? Tanyakan pada kapten kapal, badai tidak boleh menghancurkan acara kita”

 

“Arra Hyung… aku ke kabin kapten dulu, Hyung bisa mengecek ballroom kapal ini, sebelum acara dimulai. Hanya itu yang mau aku sampaikan”

 

Hyesung menghela nafas lelah. Hujan.. buliran air jatuh membasahi jendela kabin kapal mewahnya. kenapa harus turun ditengah hari bahagia adik keduanya. Apa langit juga serujuk dengan hatinya? Entahlah..

 

=oOo=

 

“Hyung”

 

Yunho segera menghambur kearah pintu masuk ballroom. Menyambut Hyesung yang tengah berdiri mematung mengamati detail dekorasi pesta pernikahannya dan Hyerin. Wanita tersempurna yang akan menyempurnakan rusuk Yunho yang hilang.

 

“kenapa harus red pearl? Kau tahu, warna ini mengandung perpecahan”

 

Komentar Hyesung singkat. Tanpa memandang Yunho. Indra pengelihatan namja itu masih asyik menilai setiap inchi dekorasi pilihan adiknya.

“Hyerin yang memilihnya, menurutnya, merah itu berani, dan mutiara lambang dari cinta abadi. Bagus bukan Hyung?”

 

Tidak! selama dia tidak memilihnya untukku cecar Hyesung dalam hatinya.

“terima kasih, Hyung.. pernikahan kami sangat indah. Kapal pesiar, pesta ditengah laut, bulan madu di maladewa. Kau baik sekali Hyung, aku mencintaimu” lanjut Yunho bersemangat.

 

Hyesung menggulum senyum, batinnya terus bergejolak, memberontak.

 

Dan aku mencintai gadismu, ini impiannya, dan akulah yang harus mewujudkannya.

 

“Hyerin ingin sekali berterima kasih padamu, tapi aturan tidak membolehkan dia menemui siapapun. Sebelum jam sembilan nanti, aigooo Hyung.. aku sudah sangat tidak sabar”

 

“dia milikmu, tenanglah, aku ke dek atas dulu, mengecek apa kapten kapal sudah melaksanakan tugasnya. Hujan akan semakin deras, berhati-hatilah”

 

“ne… sekali lagi terima kasih Hyung”

 

Lelaki itu segera memutar langkah, menjauhi Yunho. mencoba menahan sesak yang hampir membuat jantungnya sakit dan meledak.

 

=oOo=

 

“aku mencintaimu”

 

“Oppa.. maaf.. aku mohon, jangan gagalkan niatanku menikahi Yunho”

 

“kau mencintaiku juga?”

 

“entah.. tapi Yunho dan detakan jantungnya membutuhkanku selama enam bulan saja, tidak lebih”

 

“lalu kau akan kembali padaku dengan perut yang sudah menggelembung? Begitu?”

 

“tidak.. aku..”

 

“Hwang Hyerin! Kau ini kekasihku! hampir enam tahun kita menghabiskan waktu untuk menunggu!”

 

“Jung Yunho lebih cepat setahun memilikiku Oppa”

 

“katakan apa kekuranganku? Aku kaya, tampan, berpendidikan”

 

Wanita itu menelan nafasnya sesak,

 

“kau kakak dari lelaki yang memilihku, Oppa..”

=o0o=

 

Matahari enggan membagi sinarnya semanjak pagi tadi, wanita itu menyeret langkahnya menuju sebuah areal perkuburan. Di tangannya tergenggam sebuket lili putih, sementara lelaki disampingnya membawa sekeranjang penuh buah jeruk. Langkah mereka di ikuti dua lelaki muda dan seorang anak kecil berusia lima tahunan melangkah riang dalam gandengan dua lelaki itu.

 

“Hee Samchon.. Yong Samchon..”

 

“Ne.. Jason-aa”

 

sahut salah satu dari lelaki itu.

 

“Byunghee Samchon, kenapa semua hari ini memakai pakaian hitam?”

Byunghee tersenyum lembut.

 

“hari ini kita memperingati enam tahun kepergian ayahmu”

 

“ayah? Tapi Jason punya Appa, Appa Jason masih hidup, ini kan pemakaman Shamchon”

 

Byunghee mengacak lembut rambut keponakannya itu. Sementara Yonghwa segera menarik bocah itu kedalam gendongannya.

 

“Ayah dan Appa itu berbeda, Jason-aa”

 

Mata bocah itu membulat diikuti pipi tembamnya yang mengembung menggemaskan, bocah itu mencoba mencerna ucapan Yonghwa shamchonnya.

“Ya! Yonghwa-ya! Kau ini membuat uri Jason binggung, ah.. bagaimana aku harus menjelaskan ini, sebenarnya dia hanya cukup tahu Hyung kita itu Ayah, tidak usah kau tambahi pendeskripsian yang lain”

 

“ah.. Mianhanda, Hyung.. tapi lihatlah, anak ini benar – benar menggemaskan, lihat pipinya menggembung ketika dia kebinggungan, Ya… Jason Jung, berhenti bertingkah Aegyo seperti itu…”

 

Gemas, Yonghwa mencium kedua pipi itu sepuasnya, sementara Jason cekikikan menahan geli, Byunghee hanya menggendikkan bahu, dengan helaan nafas –terserahlah- lalu kembali mengukur jalan setapak menuju sebuah makam mewah. Menyusul dua manusia di depannya, yang sudah sampai di depan pusara yang mereka tuju. dan terlihat bercakap dengan nisan.

 

“Anyeong, kau bahagia disana? aku sehat sampai sekarang, terima kasih atas jantungmu”

 

Sapa lelaki itu lamat menahan sesak. Wanita yang sedari tadi menggenggam lili ditangannya itu segera menaruhnya di atas pusara lalu menepuk ringan bahu lelaki tadi.

 

“Yaa.. Yeoboo, ini sudah enam tahun berlalu”

 

“aku mengerti, tapi setiap kali aku kesini, aku tidak bisa menahan perasaanku sendiri.”

 

Wanita itu menghela nafas, lelaki itu pikir, dia juga tidak bisa menahan air matanya sendiri? Perasaannya juga sama tersayatnya.

 

“jangan menangis, Jason tidak suka Appanya menangis ketika mengunjungi Ayahnya”

 

Lelaki itu tersenyum kecut, lalu menatap sayu nisan di hadapannya.

 

REST IN PEACE

HYESUNG JUNG

27 NOV 1979 – 31 DES 2008

 

=========================================================================

Samudera Hindia, 6 tahun lalu, buritan kapal pesiar, pesta pernikahan Yunho – Hyerin

=========================================================================

“ada yang tenggelam !!”

 

“siapa??”

 

“badai semakin besar! Kita perlu beberapa orang lagi untuk menolongnya!”

 

“jangan kacaukan pestanya!”

 

“lantas kita harus bagaimana?”

 

“angkat saja! Aku yakin dia sudah tidak terselamatkan! Tubuhnya sudah menggambang”

 

“kita jaring?”

 

“Lakukan saja!”

 

#KKEUT##

Iklan

13 pemikiran pada “[Oneshoot] Passed Times

  1. Ping balik: Library | aishitaWorld

  2. howeyoo!!!!! andwae!!! nae samchoon!!!!! #digeplak author
    akhirnya nemu ffnya om keceku, tapi masa harus kelelep sih?
    tapi line story-nya bagus kok. dibacanya ngalir plus nggak bosen. fighting buat author!!! ^^

    ps : bikin lagi yang castnya om hyesung ya? 😉

  3. Ping balik: [FICLET] CROSSED STREET | FFindo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s