[The Alter Ego] 2nd Coffeeholic Zhang Yixing

https://aishitaworld.files.wordpress.com/2013/05/yixing.jpg

Title             : [The Alter Ego] 2nd coffeeholic, Zhang Yixing

AUTHOR     : AISHITA KIM

GENRE        : Romance, Life,

CAST          :

  • Im Chaeri (OC)
  • Zhang Yixing / Lay EXO – M
  • Kim Himchan B.A.P

Other Cast  :

  • Jung Yunho DBSK
  • Jung Taekwon / Leo VIXX
  • Park Jiyeon T-Ara as Yunho Fiancee
  • Jung Minjoo (OC)
  • Jung Pilkyo aka Shin Hyesung Shinhwa as Chaeri Biological Father
  • Im Soo Jung (actress) as Chaeri Mom

Yang numpang lewat :

  • Kris
  • Tao
  • Minseok / Xiumin
  • Chanyeol

RATING                  : PG 17

DISCLAIMER         : Only story that mine. Casts Belongs to their Family, God and their Life. other character was taken with their permission 🙂

WARNING             : TYPO everywhere.. Mianhae… 😦 tidak berfokus pada Yixing, tapi jelasin kenapa Yixing bisa gini – gitu (?)

Author Talk           : saya pinjam Lay EXO yah para EXOstan-deul, saya ga bikin Lay jahat kok disini tenang saja kkkkk,  saya Cuma sedang terpesona ama sifat dia yang absurd kkkk :), here it is, selamat menikmati bocah pecinta kopi, Zhang Yixing 🙂

Previous Story       : teaser |Part 1 |

=========================================================================

coffeeholic, Zhang Yixing

=========================================================================

Tangan Yixing masih sibuk membalut luka di kedua lutut Chaeri, Chaeri memang benar – benar tidak waras. Matahari naik belum ada setengah, Yixing baru saja akan membuka pintu mobil ketika Chaeri tiba – tiba muncul dari arah seberang jalan, gadisnya tampak kacau denganmata berkaca – kaca dan lutut memar penuh luka. Entah berapa kali gadis itu terjatuh, Chaeri akan mati rasa jika keadaanya terlalu kalap. Yixing segera menangkap tubuh Chaeri, saat raga teman masa kecilnya itu hampir roboh, mencoba menanyakan apa yang terjadi sepagi ini, jawaban  Chaeri hanya senyuman simpul sebelum terkulai lemas di lengan Yixing.

“kau kenapa menemuiku? Ini hari selasa, bukan hariku kan? Kau ada masalah lagi dengan Jung Family?”

Yixing memulai percakapan, Chaeri akan selalu lari padanya jika ada masalah, Yixing tidak pernah keberatan dengan hal itu, toh yang penting dia bisa menghabiskan semua waktunya untuk menghibur Chaeri, mendekap gadis itu saat buliran air matanya tumpah merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Yixing. Dia mencintai Chaeri dengan tulus, tanpa syarat untuk minta terbalas.

“anii.. aku hanya ingin jogging saja”

“katakan apa yang terjadi? Jangan membohongiku, kita sudah saling mengenal hampir 18 tahun, dan aku hapal betul kebiasaanmu. Aigoo.. dua lututmu itu memar hebat, berlari dengan Highheels sangat konyol Imcha-ya, kau ini model brand fashion Ibumu, tubuh model tidak boleh cacat sedikitpun, berapa kali kau jatuh tadi? uri Chaeri.. katakan mana lagi yang sakit?”

“ aku benar – benar tidak apa – apa, Yixing-ah, jangan memaksaku bercerita”

Chaeri berusaha menekan air yang hampir keluar lagi dari sudut matanya, tapi percuma dia tidak mungkin bisa menjadi Chaeri lain di hadapan Yixing. menangis di depan Yixing bukanlah hal yang memalukan bagi Chaeri, diraihnya segera leher Yixing, lalu menangis hebat di bahu lelaki keturunan Cina itu.

“Yixing-ah.. Hiks.. aku dan Yunho.. aku dilempar lagi olehnya hikss.. ke khayalan tingkat tinggi, dia tidak melepasku, tidak juga mau mengikatku”

Yixing segera mendekap Chaeri dalam pelukannya, persis seperti seorang ibu yang mencoba menenangkan putri kecilnya yang menangis hebat, Yixing tahu persis, anak tertua keluarga Jung pasti telah membuat kontak fisik pada Chaerinya, karena Chaeri hanya akan merasa kalah jika bibir Yunho yang sudah bekerja pada fisik gadis itu.

“Gwenchana, Yunho Hyung tidak mungkin bermaksud jahat seperti itu, dia mencintaimu, Imcha-ya, dimana tadi dia menciummu?”

Chaeri mengangkat dagunya dari bahu Yixing, menatap Yixing dengan mata basah sementara jari telunjuknya mengarah ke rekahan merah jambu di bawah hidungya. Yixing tersenyum singkat, lalu CHU! Mengecup lembut tempat dimana Yunho tadi membuat jejak.

“sudah Hilang, Uri Chaeri tidak boleh sedih lagi”

Chaeri mengerucutkan bibirnya manja, Yixing selalu saja bisa membuatnya merasa gemas, Chaeri secara otomatis merubah suaranya sendiri layaknya anak kecil berusia lima tahunan, meracau minta ini itu dengan mimik aegyo, dia tidak akan mengeja langkah keluar dari apartemen Yixing sebelum putaran jarum jam genap berputar dua puluh empat kali.

Yixing biasanya tidak akan membuka caffenya saat Chaeri bermanja – manja sepanjang hari pada Yixing, dan sekali lagi, lelaki itu tidak pernah merasa keberatan ataupun terbebani, karena cintanya pada Chaeri berdasar ketulusan, bukan sekedar nafsu belaka.

Sementara bagi Chaeri, menjadi anak kecil yang manis dihadapan Yixing mampu membuat kepenatan otaknya sedikit melonggar, perhatian lelaki itu benar – benar mampu membuatnya betah berlama – lama di apartemen Yixing. Meskipun akhirnya hari mereka selesai dengan lenguhan bersahutan, diatas deritan ranjang kayu ek tua milik Yixing.

Seperti sore ini, Chaeri menyandarkan kepalanya santai di dada polos Yixing, mereka baru saja mengakhiri pergelutan panjang di atas ranjang, seharian! setelah cukup lelah menangis, Chaeri menyerang Yixing tanpa ampun. Yixing terbawa suasana, dan.. ah.. Entah keberapa kalinya mereka saling memagut, mencium dan menggulum. Mereka hanya berhenti untuk sekedar minum atau mengunyah coklat praline sekedar mengganjal perut. Mereka malas makan ketika sesuatu di bawah perut mereka menyatu, menari dengan lincah. Konyolnya, itu sudah cukup mengeyangkan mereka berdua.

“Imcha-ya, kau pernah berpikir tentang pernikahan?”

Yixing melemparkan pertanyaan yang ia sendiri, sebenarnya sudah tahu apa jawaban Chaeri. Chaeri terdiam, dia benar – benar malas membahas sesuatu yang seharusnya dibahas dengan Yunho. Tidak dengan lelaki lain, sekalipun itu Yixing.

“kau pernah membayangkan dirimu dalam balutan gaun putih dengan tiara berlian terselip di untaian rambutmu, kau dengan anggunnya berjalan diatas karpet merah altar gereja, menuju ke arahku yang menunggumu penuh kegugupan di depan altar, tangan kita saling menggengam erat saat pemberkatan kita dimulai, aku menciummu ketika kita sele..”

“Zhang Yixing, please Stop” Chaeri menyela khayalan sempurna Yixing, mata gadis itu mulai membasah lagi, dia terbawa khayalan Yixing, dimana dia dan Yunho yang memerankan secuil asa Yixing tadi. jauh di lubuk hati Chaeri, tidak ada lelaki lain yang mampu mengajuk hatinya, kecuali Jung Yunho, titik.

Arra.. aku akan menunggumu hingga kau mengatakan kesediaanmu, aku akan bersabar Imcha-ya, aigoo…. Mianhae.. Uljimayo..”

Yixing menggulum bibirnya sendiri, yah.. menanti bukan suatu hal buruk bukan? Karang dialutan juga akan kikis sedikit demi sedikit oleh air yang menghantamnya setiap hari, dan Yixing ingin menjadi air itu untuk meluluhkan hati Im Chaeri.

=========================================================================

Jung Pilkyo menatap satu persatu wajah anggota keluarganya, dikirinya, Chaeri dan Soojung, istrinya, sedang menikmati ribs bakar saus madu mereka dalam ketenangan, sementara di kanannya, Jung Taekwon, anak lelakinya yang nomor dua, juga terihat sangat menikmati apa yang terhidang dihadapannya. Malam ini akan istimewa sebenarnya, tapi Yunho dan calon istrinya belum terlihat diambang pintu ruang makan. Senyum Pilkyo merekah, saat tubuh bongsor Yunho diikuti sesosok gadis mungil muncul di hadapannya.

“Appa, sudah menungguku? Maaf aku terlambat, aku harus menjemput Jiyeon dulu tadi”

“Ani… tidak apa – apa, Yunho-ya, ”

Jeosonghamnida, Abonim, Eommonim, tadi ada beberapa dokumen yang harus saya check dulu sebelum berangkat kesini”

Jiyeon memberi salam sekaligus permintaan maaf sebelum menelusupkan tubuhnya di kursi tepat dihadapan Chaeri. Chaeri melengos kesal, dasar ular! Bersikap manis dan berkelas layaknya putri chaebol memang keahlian Jiyeon. Picisan!

“ah.. Jiyeonie.. tidak apa – apa, kau tidak usah sungkan begitu, kami malah bersyukur bisa mendapat calon menantu yang giat bekerja sepertimu,  kau sangat cocok dengan uri Yunho, dia juga workaholic sepertimu”

Kali ini Im Soo Jung, si nyonya rumah yang buka suara. Chaeri semakin muak, baru sore tadi dia kembali ke kediaman keluarga Jung, sudah disuguhi pemandangan memuakkan seperti ini.

“iya, kau benar, yeobo-ya, ah.. Yunho-ya, Appa dan Eomonim sudah menentukan tanggal pernikahan kalian berdua, orang tua Jiyeon meminta kalian menikah dua minggu lagi, kalian tidak keberatan kan?”

Yunho yang baru menegak air putih, tersedak hebat, tidak menyangka Ayahnya akan melemparkan Bom waktu  secepat ini. Yunho sedang dalam tahap merencanakan sabotase pernikahannya agar gagal dengan maksimal, setidaknya dimulai dari pertunangan gila ini harus di gagalkan lebih dulu.

“yaa.. Oppa, jangan terburu – buru minum, gwenchanayo?”

Jiyeon segera berlagak sok perhatian, tangan gadis itu sibuk membersihkan sisa air yang tersebar di sekitar mulut yunho dengan tangannya, menyebalkan! Cheri terus menggumpat dalam hati, jika saja dia hanya bertiga dengan Yunho dan Jiyeon, mungkin air dalam gelas dihadapan Chaeri sudah berpindah ke wajah Jiyeon, layaknya adegan sakit hati si tokoh utama wanita yang baru saja memergoki perselingkuhan pasangannya di drama – drama Korea.

“kau kenapa terkejut sekali, Yunho-ya?”

“aaa.. nii.. Appa, aku hanya kaget karena tanggalnya semakin dekat, aku merasa belum pantas menjadi seorang suami”

Yunho mencoba menghindari kontak mata dengan Chaeri, lensa mata gadis itu kini sedang fokus menatapnya. Tajam, tentu saja. Yunho juga tidak berani melirik kesamping, meskipun Jung Taekwon terlihat tenang dalam makannya, tapi Yunho bisa merasakan kemarahan tertahan dari dentingan garpu Taekwon yang beradu dengan pisau di piring berisi steak dengan daging kualitas nomor satu hingga tak memerlukan tenaga sekuat itu untuk mengoyaknya.

Yunho merasa terjepit, pernikahan ini tidak hanya akan melukai Chaeri, tapi juga Taekwon, adik lelakinya itu sudah lama menjalin kasih dengan Park Jiyeon, mereka juga terpaksa mengakhiri hubungan mereka setelah Jiyeon dan Yunho diikat dalam tali pertunangan tiga bulan lalu.

Yunho merasa seperti penghianat, dia dengan mudahnya menganggukkan kepala saat Ayahnya menjodohkan dia dengan putri keluarga Park. Dipikirnya nona Park yang akan dinikahi adalah Park Minyoung, pewaris Jeju Airlines, bukan Park Jiyeon, pewaris tunggal Domino Entertaiment. Tujuannya hanya ingin membahagiakan Ayahnya yang sudah uzur, tapi dia benar – benar tidak ingin terjerembab dalam masalah pelik seperti ini.

“hanya itu kan yang kau khawatirkan? Percaya Yunho-ya jika kalian sudah menikah, perasaan itu kan berubah menjadi kekuatan, lagipula cepat atau lambat kau akan menikah juga, oh iya, Imcha-ya, kau sudah selesai menyiapkan gaun yang akan Jiyeon pakai nanti? Terima kasih sudah membantu Oppamu”

“Ne Ajusshi, gaunnya sudah siap untuk fitting, aku tinggal menunggu Jiyeon-sshi mencobanya, kita bisa janjian bertemu kapan saja, Jiyeon-sshi”

Chaeri berusaha untuk tidak terlihat sakit hati, cemburu, atau apapun itu di depan Yunho. Yunho semakin salah tingkah, dia tetap terdiam dalam posisi duduk yang sangat kaku.

“kalau begitu lanjutkan makan kalian, aku sudah selesai, yeobo-ya tolong temani aku bersantai, biar anak – anak muda ini mengakrabkan diri”

Soojung segera mensejajari langkah suaminya, sebegitu kaki Pilkyo mulai menapak lantai, Taekwon – Chaeri – Yunho dan Jiyeon masih terasa kikuk menikmati makanan masing – masing, mereka hanya diam, mengeja kata di pikiranya sendiri. Dan Yunho merasa terselamatkan saat dering ponselnya memcahkan kesunyian diantara mereka berempat, ia segera bangkit lalu keluar ruang makan seraya mengawali percakapan via telepon dengan Byun Baekhyun, sekertaris pribadinya.

“aku selesai” Taekwon juga segera berdiri, meninggalkan dua gadis yang masih berkonsentrasi pada piringnya, meskipun pikiran mereka tertuju pada hal yang lain. Chaeri melirik kearah pintu dimana tadi raga Taekwon tertelan, memastikan Taekwon benar – benar sudah melangkah jauh dari ruang makan. Chaeri menyeringai licik, sebelum mengeja kata dari lidahnya.

“kau puas, Park Jiyeon”

Jiyeon balas tersenyum tak kalah satir.

“tentu saja, hal apa lagi yang akan aku kejar? Yunho Oppa sudah ditanganku, kau kalah Im Chaeri, Sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Jung, kakak iparmu, aah.. senang rasanya menikmati kemenangan telak seperti ini”

“mungkin secara status kau menang dariku, tapi aku masih punya delapan lelaki, apa kau punya itu? aku baru akan mengakuimu hebat dan bisa mengalahkanku, saat kau berhasil tidur dengan lelaki – lelakiku”

“berita gembira Nona, aku sudah berhasil tidur dengan separuh lelakimu, Yong Junhyung, Lee Howon, Lee Jonghyun, dan Choi Jonghoon”

keurae.. lanjutkan aksimu, jika kau tidak ingin tertinggal dariku, bersaing denganmu sangat menyenangkan, aku salut kau berhasil menyingkirkan egomu, dan meninggalkan Jung Taekwon, demi pertaruhan konyol ini, tapi sayangnya aku akan membuang kedelapan lelaki itu, dan merebut apa yang seharusnya kumiliki darimu”

“maksudmu Jung Yunho? Oh.. aku lupa, aku belum memberitahukannya padamu, alasanku mendekati Jung Taekwon hanya untuk menarik perhatian Jung Yunho, aku hampir saja berhasil mengikat hatinya jika saja kau tidak muncul saat itu, aku benar – benar membencimu saat aku tahu kau gadis pilihan Yunho Oppa, tapi nasib sepertinya berpihak padaku, kalian saudara sedarah, dan tidak mungkin menikah, oh.. Tuhan baik sekali padaku..”

“hah.. harapan semu dari mulutmu itu tidak akan pernah terwujud, jika kau benar – benar berhasil mengajuk hati Yunho Oppa, buktikan setelah kau menikah, kau bisa tidur dengannya, dan perutmu menggelembung atas jasanya, saat itu aku akan melepasnya untukmu”

“kau selalu sesumbar, kita lihat saja nanti, aku kan hamil sebegitu kami sudah bersatu sebagai suami istri”

Tepat saat Chaeri akan membuka mulutnya membalas ucapan Jiyeon, langkah Yunho memasuki ruang makan kembali, dia mengedarkan pandangan sejenak, Taekwon tidak ada di tempat dia duduk tadi, rasa bersalah semakin menjalari perasaanya. Ditambah lagi Chaeri yang segera berdiri meninggalkan meja makan saat Yunho hendak duduk lagi disamping Jiyeon.

“Jiyeonie kau tidak keberatan kan makan sendirian disini, aku harus berbicara dengan kedua adikku, suasananya sangat tidak nyaman”

“tapi kau belum makan Oppa”

“aku akan makan nanti, oh, aku juga sudah menyuruh supir untuk mengantarmu pulang”

“Supir? Aku pulang dengan SUPIR! Kau gila ya, Oppa?”

“maaf! kedua adikku lebih penting saat ini”

=========================================================================

Taekwon menekan gemas tuts piano dihadapannya. Melodrama apa yang baru saja dia lihat dengan mata kepalanya sendiri, menemukan mantan kekasih tanpa tahu malu bahkan terlampau percaya diri menginjakkan kaki di rumahnya, dengan sikap sok mesra pada Hyung yang benar – benar menjadi panutan Taekwon.

Taekwon tahu, ini bukan kesalahan Hyungnya, Yunho juga kikuk membawa wanita itu ke dalam keluarga mereka, tapi titah Jung Pilkyo tidak mungkin ditentang dengan mudah, Ayah mereka keras dalam bertindak, mampu memaksa meskipun anaknya tidak ingin melakukan apa yang dia perintahkan.

Tapi Taekwon hanya manusia yang mudah rapuh dan terkoyak.

Dia mencintai wanita itu melebihi segalanya, bahkan ketika dia tahu Jiyeon akan bertunangan dengan Yunho, Taekwon sudah bersiap untuk berperang dengan ayahnya sendiri, demi mempertahankan hubungan mereka.

Hanya saja takdir berkata lain, Taekwon tertipu mentah – mentah oleh pesona Jiyeon, gadis itu sama sekali tidak pernah mencintainya, Taekwon hanya alat untuk membuat Hyung-nya terpikat, alat Jiyeon untuk selangkah lebih dekat dengan Jung Yunho.

Taekwon sakit hati, yah.. tapi jika Jiyeon kembali memanggil namanya, dia pasti akan segera berlari tanpa berpikir ribuan kali. Karena cinta, hal yang mengikat sekaligus menyayat.

“kau kesal sekali tampaknya, Taekwon-sshi”

Taekwon mendengus, ia sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun, termasuk Im Chaeri. Mereka memang tidak terlalu akrab, Taekwon dulu hanya mengenal Chaeri sebagai kekasih Yunho, sebelum kedua orang tua mereka membuka tabir rahasia tentang kelahiran Chaeri sebagai salah satu pewaris kerajaan bisnis keluarga Jung.

“aku tahu bagaimana perasaanmu, aku juga merasakan hal yang sama, dia merebutnya dariku”

“kau bisa berhenti membahas semua ini? Aku muak sekali, tolong tinggalkan studioku, setidaknya kali ini saja, Im Chaeri-sshi, jadilah adik yang manis untukku”

“aku tahu, Jiyeon seharusnya tidak melakukan ini, aku juga terluka, Yunho diambil dan aku..”

“Cukup! Jangan menyebut nama itu lagi dihadapanku”

Chaeri berusaha tetap fokus pada Taekwon, meskipun anak matanya kini beralih pada sosok di ambang pintu studio Taekwon. Yunho berdiri disana dalam keadaan gelisah.

“Nugu? Park Jiyeon?”

“tidak! Tapi Jung Yunho! Aku sakit setiap kali melihatmu terpuruk, aku sakit setiap kali melihatmu menangis!”

Taekwon segera menarik Chaeri kedalam pelukannya, menangkup wajah gadis itu, lalu menyecap rekahan bibir Chaeri, menelusupkan lidahnya tanpa ampun, Chaeri membalas pagutan Taekwon dalam – dalam, melingkarkan tangannya di leher jenjang Taekwon. Ia sangat enggan menutup matanya, hatinya semakin merasa menang, karena dia puas melihat wajah Jung Yunho menahan geram. Pagutan Chaeri dan Taekwon semakin menjadi, Yunho tidak tahan lagi, dibantingya pintu studio keras – keras, dan dua mahluk itu terpaksa menghentikan pagutannya.

“Hyung sudah pergi”

“kau tau dia ada disana tadi, Taekwon-sshi”

“eoh.. maafkan aku, Im Chaeri-sshi, aku terpaksa melakukan itu, aku tidak mampu menerima semua ini”

“aku mengerti sekali, Park Jiyeon sangat beruntung, memiliki lelaki sepertimu dalam hidupnya, aigoo.. aku iri sekali”

Taekwon menarik singkat ujung bibirnya, dia tidak menyangka Chaeri tidak marah, bahkan malah mengerti situasi dirinya.

“gomapta, Imcha-ya”

“aku akan melakukan sesuatu Taekwon-sshi, kau lihat saja nanti, jika aku tidak bisa menikahi Jung Yunho maka tidak aka nada gadis lain yang bisa memilikinya”

“Mwo? maksudmu”

Chaeri hanya menarik ujung bibirnya lagi, otak gadis itu sudah berputar merencanakan apa yang akan dia lakukan, tidak ada seorangpun yang mampu menahannya kali ini, kecuali Tuhan beserta takdirnya.

=========================================================================

Chaeri menatap angkuh lawan bicara di seberang meja, Pria itu masih terdiam menunggu Chaeri membuka mulut. Chaeri tidak suka ini, tapi hanya Himchan yang mampu menolongnya. Setidaknya, Himchan tidak sedang dalam kondisi jatuh cinta padanya, point yang Chaeri tidak bisa dapatkan dari lelaki – lelakinya. Mereka akan berpura – pura terikat, dan Kim Himchan lelaki yang tepat.

“Kim Himchan-sshi, aku bersedia menerima tawaranmu, dengan satu syarat..”

Akhirnya kalimat laknat itu keluar dari mulut Chaeri. Himchan menarik alisnya singkat, mencerminkan sepersekian detik kekagetannya.

“kenapa kau tiba – tiba merubah pikiranmu?”

“jadilah kekasihku, bantu aku terlepas dari delapan lelaki itu, lalu menikah denganku, kau akan mendapat gelar profesormu akhir tahun ini, aku menjaminnya”

Himchan terdiam dalam duduknya, Chaeri jelas – jelas sakit, obsesinya pada Jung Yunho terlalu besar dan mengukung jiwa gadis itu. Gadis ini akan memulai permainan berbahaya, tapi baiklah, sepertinya permainan ini akan sedikit menarik, Himchan bisa mengeksplore ilmu kejiwaan yang selama ini dia dapat, selain bisa membantu Yunho nantinya, dia juga mendapat gelar professor jika berhasil menyelesaikan kasus ini.

“kita akan menikah selama 24 bulan, aku mencintai Yunho dan hanya ingin membuatnya sakit hati dan cemburu, aku juga mau pernikahan dia gagal, hamili aku jika perlu, kau tidak jelek – jelek amat kok, aku yakin anak kita akan cantik atau ganteng nantinya”

Himchan menarik nafas panjang, masalah Chaeri akan menjadi lebih rumit, Chaeri benar – benar Object menarik untuk gelar yang sebenarnya tidak begitu Himchan butuhkan. Hanya saja pemenuhan syarat Chaeri terlalu gila, dia meminta Himchan menikahinya, Adakah pernikahan tanpa cinta? tapi Gadis ini sakit dan butuh pertolongan, nalurinya sebagai seorang ahli jiwa membuat Himchan merasa terjepit, belum bagaimana dia akan menjelaskan ini pada Yunho nantinya?

“Himchan-sshi, kenapa kau terdiam, jawab aku, pernikahan Yunho tinggal dua minggu lagi, aku tidak mau itu terjadi”

Himchan mengendikkan bahunya singkat, ini benar – benar kasus gila! Menarik sekali! Otaknya harus memutuskan cepat, sebelum Im Chaeri susah dia genggam lagi. Pria itu menarik nafas singkat, lalu membuka mulutnya.

“baiklah aku setuju, tapi Kompensasi apa yang akan aku dapat?”

=========================================================================

“kudengar Yunho Hyungnim akan segera menikah”

Yixing melontarkan pertanyaan, ani.. pernyataan tepatnya, mencoba mencairkan suasana diantara dia dan Jung Taekwon, kakak tiri Chaeri yang nomor dua, saudara laki – laki yang lahir dari rahim ibu yang sama dengan Yunho. Taekwon menyesap singkat espresso buatan Yixing sebelum mebuka mulutnya, hanya dengan Yixing dia mampu berbagi suara, tidak pelit kata – kata.

“eoh.. tapi kuharap kau tidak terlalu menaruh harapan besar pada Chaeri, gadis itu masih tidak bisa keluar dari cengkraman Hyungku, aku rasa meskipun Yunho Hyung menikah, Chaeri akan tetap mengisi kekosongan jiwa Yunho hyung”

“aku akan segera melamarnya kalau begitu, impian uri Chaeri sebenarnya sangat sederhana, semenjak kami bersahabat belasan tahun lamanya, dia tidak pernah merubah visi masa depannya, dia hanya ingin menikah, lalu menjadi ibu”

“eoh.. semua wanita juga pasti menginginkan hal konyol seperti itu, dan jika mau melamar Chaeri kuharap kau memikirkan dua kali lagi, Yixing-ah, aku tidak tahu apa yang digenggam Chaeri sekarang, jadi aku sarankan kau bersiap”

“Chaeri kali ini tidak akan menolakku, Hyung. Akhirnya saingan terberatku tersingkir dengan sendirinya, oh.. dunia memang adil”

“terserah kau saja, aku sudah memperingatimu, semoga kau tidak terjerembab”

Taekwon kembali menyesap Esspressonya singkat, manik mata lelaki itu terus menikam ekspressi Yixing, ah.. Bocah ini terlalu polos unutk sakit hati, tapi biarlah, toh itu keputusan Yixing sendiri, dan dia juga sudah memberinya peringatan.

=========================================================================

[the Days after Chaeri engagement announced]

Ge.. kau seharusnya kembali ke alam sadarmu, ini tidak benar, kumohon.. makanlah sedikit.. lihatlah kulitmu, kering karena kurang air dan asupan vitamin, kau seperti mayat hidup, Ge..”

Hwang Zi Tao tak mampu lagi menahan kalimat yang berloncatan di otaknya. Tangannya sudah pegal memegang sendok berisi bubur di dekat mulut Yixing, dia menyerah sekarang. Lelaki yang lebih muda dari Yixing itu kemudian melirik pria lain yang duduk tenang seraya menyesap teh Chamomile di sofa seberang Yixing. Tao memberi isyarat pada Wu Yifan, nama lelaki itu, agar juga ikut berkicau, mencoba meyadarkan Yixing dari lamunan panjangnya.

“Zhang Yixing, makanlah walau sedikit saja, atau kau mau minum? aku sudah menyeduhkanmu secangkir the Chamomile, kau benar – benar tidak tergoda untuk menyesapnya?”

Tak ada jawaban, Yixing masih tetap tak bergeming.

Zhang Yixing benar – benar harus mendapat tamparan atau sedikit tonjokkan untuk membawanya kembali ke alam sadarnya. Hampir separuh minggu dihabiskan lelaki itu dengan memandangi headline seoul post, Chaeri akhirnya membuat keputusan, gadisnya akan menikah, bukan dengan Yixing, tapi dengan Kim Himchan, a man who lives next door apartemen Yixing. Yixing mengenalnya, tentu saja. Dia pria matang dan baik, cocok untuk pendamping Chaeri.

Dan Zhang Yixing? Penantiannya selama delapan belas tahun tidak menghasilkan apapun, jiwa lelaki itu remuk, goyah, dan koyak.

“Tao-ya, sepertinya kita harus meninggalkan Yixing sendiri, biarkan saja dia tenang dulu”

Kris akhirnya menyerah, dia sudah kehabisan akal, dan Tao hanya mengangguk setuju.

“Ne, Ge.. biar nanti Chanyeol Hyung dan Minseok Hyung mengantikan kita, Oh Tuhan, aku benar – benar ingin menyeret Chaeri Noona kesini, lihat Yixing Gege sekarang, dia hampir seperti mayat hidup”

“sudahlah, kita pulang saja dulu, Yixing-ah, Minseok Hyung dan Chanyeol akan kemari nanti, pastikan kau minum sedikit saja, oh.. atau kau makan saja apel ini”

Monolog Kris seraya mempersiapkan beberapa makanan dihadapan Yixing, lalu mengandeng tangan Tao dan saat lelaki itu masih saja menatap Yixing gege-nya pilu. Beberapa menit kemudian debaman pintu otomatis apartemen Yixing terdengar, tanda Kris dan Tao sudah keluar dari tempat dimana Yixing mengurung dirinya sendiri.

Sesekali Yixing menyeringai lebar, lalu kembali menatap kosong surat kabar, dimana wajah Chaeri dan Himchan tercetak sehalaman penuh dalam balutan busana tradisional Korea.

Yixing kembali meyeringai lagi, kali ini diikuti tawa lebar tanpa henti.

Matanya kini teralih pada sebuah benda berkilau yang tergeletak dengan potongan apel yang tadi dipersiapkan Kris dihadapannya.

Bagaimana jika benda tajam itu menancap di dada Kim Himchan, sepertinya akan menarik.

Chaeri miliknya, tidak akan ada yang pernah bisa memiliki gadis itu.

Yixing menyeringai sekali lagi sebelum melesak keluar dari Apartemennya, dengan benda berkilauan ditangannya.

Hanya satu tujuan lelaki itu, pintu Apartemen dengan nama Kim Himchan di daun pintunya.

=========================================================================

Kurang.. ga jelas.. 😦

Untuk minggu depan moga otak aku bisa lebih lancar bikin narasi..

RCL Juseyooo 🙂

=========================================================================

Iklan

Satu pemikiran pada “[The Alter Ego] 2nd Coffeeholic Zhang Yixing

  1. Laaahhh….
    Kok Yixing jadi psycho???
    Waduhwaduh…

    Njirrr…. si Imcha nih keknya emang bener bener sakit deh.
    Permainan apa yg bakal dilakonin ama dia?
    Lancar aja ngomong ke himchan kek gitu. “….hamili aku bila perlu…”
    WTH. Binal bet.. XD

    Aahhh… Icing yg poloth…
    Udh diperingatin kan ama Taekwon… tapi tep kekeuh sih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s