[Noona Series] Pagi Kelima

thehun

Pagi kelima

Oh Sehun x Melita Hwang

==============================================================================

“Sorry, it’s me who fell hard for you first baby

Dazzling eyes choking I’m going crazy baby

Staring into the gaze as if I’m a guy possessed by something

Your figure your walking figure as if it came treading on my heart

Wherever you go, smiling superbly is your charm
A good girl being a matchless beauty is a universal thought
Hard to get, unstoppable, you’re truly surreal
I have irrevocably fallen for you”

== Super junior Sorry Sorry==

=============================================================================

(Oh Sehun POV)

Ini hari kelimaku mengikuti gadis bermata biru itu, gadis yang mampu membuat aku, Oh Sehun seorang aktor tampan dan terkenal, berdesakan di kereta bawah tanah Seoul.

Aku tahu aku gila..

Menyamar diantara ratusan warga Seoul dengan resiko identitasku dikenali.

Tapi ini demi gadis itu.. demi DIA ..

Aku sepertinya,.. jatuh cinta.. Iya.. JATUH CINTA.

Dan kau tahu rasanya? Pedih, gemas, senang, jengkel, lelah. Entah aku tak tahu apa pendiskripsian yang tepat untuk hatiku sekarang. Yang aku tahu, setiap matahari mulai merekah di ufuk timur sana, aku merasakan sesuatu yang mendorongku untuk berdiri mengantre dengan semangat demi sebuah tiket kereta terpagi menuju jantung Seoul.

Rasanya senang sekali menemukan diriku tersenyum tidak jelas, karena gadis yang namanya saja aku tidak tahu. duniaku sudah berputar terbalik saat aku menemukan sosoknya duduk tenang seraya mengecek kertas-kertas yang entah itu apa.

Aku sebenarnya harus berterima kasih pada managerku yang bodoh dan bermuka polos itu. Gara-gara mobil butut agensi dimana aku bernaung mogok dan tidak mau di ajak berkeliling menjemputku aku terpaksa naik kereta bawah tanah. aku baru tahu rasanya naik sub way sangat menyenangkan setelah.. aku kembali tersenyum simpul mengingat peristiwa empat hari lampau.

oOo

-4 hari lalu,sub way seoul 07.00 pm-

Matahari baru saja merekah dan naik diatas langit seoul, sepagi ini Aku sudah sibuk mencaci managerku, bagaimana bisa dia membiarkan aku terjebak mengantri tiket umum subway. Dia gila atau apa? Sekarang aku tanpa penggawalan dari siapapun! Dan statusku! Damn!

 

Kau gila hyung! Menyebalkan sekali!”

“..”

Maaf? Aku ini aktor terkenal, kalau terjadi sesuatu padaku kau mau bertanggung jawab? Aku akan naik kereta umum! Kereta Umum !”

“..”

“ya baiklah.. iya aku..”

 

BRAKKK!

Kurasakan sesuatu yang basah merembes ke kemeja putih off whiteku. Apa ini? Kopi? Sialan! Nodanya pasti tidak akan hilang. Cepat kuangkat kepalaku bersiap meluapkan marahku.

 

“YA! APA KAU TIDAK PUNYA MA… tamu,indah sekali”

 

Hanya kalimat itu yang kuingat setelah atensiku bersirobok dengan manik shappire gadis yang menumpahkan kopinya di kemejaku. Mata shappire blue yang menenangkan, sekalipun dia terlihat sangat ketakutan. Mungkin akibat bentakanku tadi.

 

Mianhae.. aku”

 

Gadis itu mencoba bersuara, serak.. ketakutan entah apa lagi, yang jelas timpaniku mendengarnya dengan cara berbeda, gemetar frekuensi suaranya melebihi keindahan komposisi lagu maestro sekelas Mozart.

 

Siapa namamu?”

 

Kucoba merendahkan tekanan suaraku selembut mungkin, gadis itu hanya terdiam, tapi kakinya tidak berhenti bergetar. Oh tuhan.. maafkan aku.. membuat gadis secantik bidadari ketakutan seperti ini.

 

“Mel.. maaaf”

 

Secepat kilat gadis itu berlari, dan kakiku tanpa berpikir langsung bergerak mengejar, mulutku terbuka menyerukan nama gadis tadi tanpa disuruh, dan rasanya telinggaku hanya mampu mendengar langkah kakinya, mataku tak mau melepas sosok tinggi berkulit putih susu tanpa celanya, intinya Pagi itu aku mengelilingi stasiun hanya untuk menemukan Mel, gadis mata biruku.

oOo

Pagi ini, sekali lagi kuulang pagi kelimaku. Bah! Aku bahkan cukup konsisten dengan rasa penasaranku ini, sekedar info saja, sejak bertemu dengan Mel.. (aku lebih suka memangil gadis mata biru itu seperti ini, Mel.. singkat dan manis), aku tidak lagi menjadi seorang Oh Sehun yang benci sapuan surya ketika hanya mendapatkan waktu tidur barang satu atau dua jam. Berganti dengan seorang Oh Sehun yang penuh semangat membara mengantri tiket, berpura menjadi warga Seoul kebanyakan. Demi Mel, sekali lagi untuk Mel.

Ah itu dia! Hari ini dia semakin cantik dengan rok pensil dan kemeja peach-nya, rambut ikal mahagony sebahunya dibiarkan tergerai cantik. Tak lupa ditanganya tergenggam satu cup yang aku yakin berisi americano pekat, seperti pagi dimana kemeja offwhiteku tak terselamatkan terkena pekatnya cairan robusta itu. DAMN! GOD! Aku bahkan tak mampu berkedip, kalau saja suara interupsi Nuna penjaga konter tiket tidak memintaku untuk segera keluar dari antrian, membiarkan yang lain mendapatkan jatah tiketnya juga.

oOo

Rasanya semua menjadi berputar terbalik saat aku menggamati gerak-geriknya, mendengar suaranya, dan mencoba mengumpulkan keberanian menyapa gadis itu dari sudut kereta dimana aku bebas mengawasinya.

Aku kembali menikmati kebutaanku, ketulianku, kekeluan lidahku. aku tidak peduli kelakuanku ini sudah melanggar batas privasi orang lain. Yang aku tahu, Buta karena terus menggamati Mel itu indah, Tuli karena hanya bisa mendengar langkah kakinya sangat menyenangkan, bisu karena tak mampu menyapa gadisku.. emmm.., ah.. aku tidak tahu lagi pendeskripsianya. Yang terpenting, aku menikmati setiap helaan nafasku yang bercampur dengan nafasnya di atas subway terpagi seoul. Menikmati deritan roda subway dengan Mel dalam jarak pandangku.

oOo

(Mel POV)

Ini pagi kelimaku dicekam rasa takut. Sudah lima hari ini aku merasa terus dikuntit seorang namja.

Entah siapa dia.

Mulanya kecurigaanku tidak beralasan, maksudku.. hei? Siapa orang yang mau meluangkan waktunya mencuri pandang pada gadis normal pekerja kantoran magang yang gajinya saja pas-pasan sepertiku, di jam sibuk menuju kantor masing-masing? Waktu di Negara ini sudah sama berharganya dengan uang, mustahil kan? Lagipula jika dia berniat merampokku, uang di dompetku tak lebih dari empat puluh ribu won.

Aku beberapa kali memergokinya sedang melihatku, bahkan dia berani menungguku di mulut pintu kereta. Aku harap hari ini mister aneh itu tidak muncul lagi. Doaku sebelum kakiku melangkah ke dalam subway.

Dan.. oooo..

Doaku belum dijawab penuh oleh sang pencipta, detik ini, menit ini, mataku menangkap sosok lelaki itu duduk dengan manis di pojokan tempat biasa ia mengamatiku.

Seperti biasanya, Pakaian yang ia kenakan tergolong aneh untuk orang kebanyakan, setiap hari dia berpenampilan sama mantel tebal hitam super panjang, ayolah, ini sudah hampir pengujung musim semi, dan sebentar lagi sengatan matahari akan semakin menghangat, memakai mantel setebal itu tentu menyiksa, meskipun setiap pagi sedikit dingin sih. lalu masker norak bercorak leophard dimulutnya, semakin menambah selera fashion parah lelaki itu, dan oh.. jangan lupa kacamata hitam. Lelaki ini benar-benar mirip Ssaeng, seorang fans fanatik yang tergila-gila pada Idolanya.

Aku bergidik, mulutku terus komat kamit saat aku melewatinya.

Dia menatapku dengan pandangan menginginkanku.

Sebenarnya dia cukup tampan untuk ukuran namja, di hari ketiga aku tersadar dia menguntitku, perawakannya tinggi, tergolong tinggi unutk ukuran pria korea kebanyakan. dia pernah membuka kacamata hitamnya. Tapi segera lagi dipakainya saat puluhan orang memasuki kereta. Mata sipitnya begitu cantik dan terlihat lemah, kulitnya putih pucat dengan rambut blonde lurus yang semakin menambah ketampanan pemuda itu, mirip Edward Cullen, si vampire tampan di Twilight. Eh, kenapa aku jadi memuji lelaki aneh ini, pada Intinya kan dia seperti orang kurang normal yang menguntit seoran gadis. Mengerikan. Atau jangan-jangan diaaa.. PSIKOPAT? PEMERKOSA?

Keringat dingin langsung menderas di pelipisku, Aku sekarang pergi keluar rumah sendirian tanpa ada Chaeri, Housemate-ku yang menemani. Setidaknya aku merasa aman bersama Chaeri, gadis itu menguasai Hapkido, juga taekwondo, tapi merepotkan gadis pemalas itu pagi-pagi buta hanya untuk alasan takut bekerja, karena lelaki misterius di seberangku? Lucu sekali! Melita Hwang bukan gadis penakut! Walaupun Chaeri pasti dengan senang hati mengantarku kemanapun aku mau.

Aku merasa tidak mempunyai masalah dengan laki-laki itu. Benar! atau aku lupa punya hutang pada seseorang yang belum kubayar? Tidak mungkin! Aku hanya berhutang pada kawan dekatku saja, seringya sih Zhang Yixing, pria China kekasih Chaeri yang baik hati juga pelupa itu. Yixing ku pastikan lupa pernah meninjamkan uang padaku, tak mungkin dia menyewa jasa penguntit seperti ini untuk memastikan aku tetap membayar hutang dan tidak kabur kemanapun. Lagipula Yixing juga tidak memerlukan jasa penguntit jika ingin menagih hutang padaku, tinggal minta tolong pada Chaeri untuk memitingku, dan dia akan mendapatkan uangnya kembali, selesai perkara kan?.

Kembali lagi ke namja itu,,

Bagaimana kalau dia bermaksud jahat?

Sudah beberapa kali namja itu berusaha berkomunikasi denganku, entah dengan cara mendahuluiku turun dari kereta, ataupun berdiri selang beberapa orang di belakangku. dan untungnya aku selalu berhasil menghindarinya.

Hari ini juga sama, dia keluar melewati pintu kiri kereta pintu biasanya aku mengantri untuk keluar. tapi sayangnya aku sudah punya rencana lain. sebegitu dia lengah, aku berputar berlawanan arah dengannya.

Tentu setelah aku berhasil menipunya dengan berpura-pura mengantre di barisan kiri pintu keluar kereta. Kugenggam erat tas kerja pinkku, bersiap lagi berlari jika namja itu mengejarku seperti kemarin. Atau setidaknya membiarkan dia merasakan sambitan tasku.

Pintu kereta terbuka dan..

“Andwae!”

Aku hanya mampu memekik, tak tahu harus berbuat apa. Saat kurasakan tubuhku tertarik ke dalam kereta lagi. Kamuflaseku gagal.

Petugas! diamana petugas keamanan! Akankah aku baik-baik saja? Akankah aku Masih bisa selamat sampai kantorku? Atau aku akan pulang tinggal nama nanti sore? Otakku terlalu penuh pikiran buruk.

Kupejamkan mataku erat, aku tidak ingin menemukan sosok lelaki misterius itu yang sedang memegang kencang tangan kiriku.

Kemana orang-orang?

Tak adakah yang mau menolongku? Aku ketakutan sekali sekarang.

“pergi! Jauh-jauh dariku! Pergi!” pekikku frustasi

Kukibaskan tangan kiriku sekuat mungkin, tapi orang itu tidak mau melepas tanganku! Menyebalkan!

          “Ya! Ya! Ya! Melita Hwang, ini ak..”

byurrrr!

Terpaksa ku lemparkan kopi pagiku kearah namja itu, tahu rasa dia! Sekalipun aku tidak pandai melawan, tapi tangan kananku masih bebas bukan, rasakan! Pasti sekarang Bajumu basah dengan kopi hitam pekatku. Aku tersenyum menang, dan perlahan Kubuka mataku.

“YA! Dasar kau Hoobae tidak tahu sopan santun!”

OMONA!!

Kutemukan pria berbadan tinggi tegap dengan ekspresi wajah KAU-BERANI-MENYIRAM-KOPI-PADA-PRIA-TAMPAN-INI-TUNGGU-HARI-KEMATIANMU dengan kemeja putih basah penuh noda kopiku!

          “Chanyeol Gege! “

          “Melita Hwang!, kemarin minta ditemani naik Subway, hari ini kuturuti, ini balasanya? Kenapa kau menyambutku dengan melemparkan gelas kopimu? Aigooo!! Dosa apa aku? Aku bahkan rela membiarkan Maybach putih kesayangku menganggur di garasi rumah, bangun lebih pagi untuk menemani Hoobae kurang ajar seperti kau!”

          “mianhae.. kukira.. tadi.. itu.. Mianhae Gege”

Chanyeol Gege masih mempertahankan ekspresi kesalnya, lelaki yang selalu tampil keren bak model majalah itu tentu kesal, kini kemejanya penuh dengan noda americano-ku, duh.. untung saja tidak mengenai tatanan rambut Chanyeol yang sangat ia banggakan. Kalo tidak, mungkin surat pemecatan akan aku dapatkan dari kepala divisiku itu. oh! Ya Tuhan! Pagi ini kacau sekali!

          “aish.. khaja.. sudahlah, ayo cepat turun, keretanya hampir berangkat lagi”

Kuikuti segera langkah lebar Chanyeol, lelaki itu memasang wajah dinginnya. Dia sama sekali tidak berbicara sedikitpun, jauh dari sifat bocornya selama ini, aku tahu dia marah sekali. Aku memang keterlaluan. hanya permintaan ijinnya ke toilet yang sempat dia ucapkan.

Aku semakin merasa bersalah. Noda kopi yang aku siramkan kepada Chanyeol tadi tidak mungkin hilang dengan air begitu saja, Maafkan aku Ge.., kukira kau si namja misterius. Kau tentu tahu aku ini gadis dengan tingkat kepanikan tinggi, caramu menyapaku tadi yang membuatku ketakutan setengah mati. Dan terpaksa kopiku yang bicara.

Benar-benar pagi yang melelahkan.

Kusandarkan punggungku di tembok luar toilet tempat Chanyeol membenahi dirinya. Kuhela nafasku panjang. kebodohan Pagi ini belum selesai, kami masih harus menghadapi kemarahan Choi Siwon nanti. CEO perusahaanku itu sangat senang menginspeksi pagi setiap karyawan dari divisi-divisi di perusahaan milik keluarganya itu, ketahuan terlambat, potong gaji ples omelan panjang dari Kim Junmyeon, kepala divisi HRD kami. Arhhhh!!!!! Kuremas rambutku gemas,

          “jangan siksa rambutmu, dia mahkota yang cocok untuk ratu bermata indah sepertimu”

Kutolehkan kepalaku, mataku menangkap sosok itu. Kakiku bergetar hebat, keringat dingin langsung mengalir deras dari pelipisku.

  “ssssiiii… aaaa….. paa…… ka..u?”

================================================================================================

[Pink for Mel, Blue for Sehun]

“kenapa menatapiku terus sih?”

“kau cantik sekali, Melita Oh..”

“jangan menganti margaku sembarangan! Kita bahkan belum menikah bocah!”

“Ya! Aku bukan bocah, usiaku hampir dua puluh dua tahun ini!”

“Kau tetap saja bocah penguntit sialan!”

“yaa.. Melita.. jangan bahas itu lagi..”

“Kau membuatku dipecat dari pekerjaanku tahu, seenak jidat mengakui aku hamil karenamu di depan Siwon Sajangnim, panggil aku NUNA! Aku lebih tua tiga tahun darimu, Kiddo!”

“siapa yang membuatmu dipecat? Lagipula siapa juga yang mau aku tarik menuju apartemenku, setelah kau tahu aku siapa saat itu, kau bahkan baru ingat harus bekerja saat kita sudah menyelesaikan ronde kelima di atas ranjang!”

“YA! PELANKAN SUARAMU BOCAH! Kita sedang berada di lokasi syutingmu!”

“jangan menyentilku! Seharusnya kau berterima kasih padaku, kau tidak perlu lagi berada dalam tekanan, bekerja sebagai auditor keuangan tidak cocok untukmu, kau itukan sarjana Kimia, mana cocok menghitung laba rugi perusahaan, dan jika kau memang jenuh jadi coordi pribadiku, Aku bisa saja meminta Siwon Hyung menerimamu di perusahannya lagi, kau mau jadi apa? manager? Kepala divisi? Atau apapun?”

“bodoh! Dasar bocah bodoh!”

“YAK!”

“kau bodoh, bocah, aku nyaman seperti ini denganmu, seharian tanpa ada yang menganggu, tanpa teriakan cempreng Kim Junmyeon, tanpa kalimat-kalimat cheesy Park Chanyeol, sungguh Bocah.. aku nyaman bersamamu”

“benarkah? Buktikan kalau begitu”

“nanti malam kau bebas meminta apa saja padaku”

“termasuk.. tidur bersama?”

“yadong!”

===================================================================KKEUT

Iklan

20 pemikiran pada “[Noona Series] Pagi Kelima

  1. Aaakkk… suka yang ini ❤❤❤
    Ayolah. Jadi stalker selama 5 hari bagi seorang oh sehun? Pliisss….
    Dan di stalkerin oh sehun? Mimpi apaaaaa….
    Bahkan dalam mimpi aja blm tentu bisaaaa 😭😭
    Ah! Stop dreaming!!!
    Age gap disini masih bisa ditoleransi lah yaa.. hihihi

      • Gue juga noona sih mamajang *kalo dibandingin ama jongin*
        Tapi kagak se gap(?) itu sama jonginnya…
        Sedih deh. Amitamit. Jangan sampek deh ya jongin suka sama emak2. Noona noona kagak apa lah… 3-5 tahunan diatas jongin.. hihi
        Mamajang emang noona 10 tahun di atas jongin ya? *maap kevo* :v

        • Bukan laa.. gw 91 liners
          Gw bikin ini aseli ke inspired Yuni-Raffi XD
          Terus entah kenapa muka Jongin sama BoA nari-nari depan mata gw, jadi makin pgn bikin age-gap, tadinya mau main cast BoAKai, tapi ga tega gw sama temsek
          Lagian menurut gw, Kayanya ga salah gitu kalo nuna sama cowo yg lebih muda

          #sodorinAqua

          • Njirs…. kenapa jongin sama tante2 😑
            Cukup si taemin aja udah bikin nyesek waktu itu 😭
            Cukup sehun juga yg nari2 bareng 😭 *untung narinya ga lama*
            Yeh sapa juga yg bilang ada masalah kalo sama noona??
            Yg bermasalah itu kalo mereka sama emak2. Ato tante2. Duh ga tega gue. 😢😢
            *ini ngapain jadi ngobrolin age gap yak* hmmm sudahkuduga 😂

  2. Kkkk”~ si Mel emang kepanikannya parah ya kak? -_- Kalo udah kenal malah rame banget. Seenaknya caci maki Sehun /.\ nyebut dia sialan, bodoh, bocah *-* kyyaaa Sehunie kenapa sabar gitu? -_-

  3. Eon, yang paling bawah itu lanjutan bukan? Mnding dilanjut eon, karakter mel sama sehun udah klop banget, trus lucu juga sih jln ceritanya, aku udah menikmati banger. tp lebih bagus kalau d bikin lebih detail, gimana melita dg sindrom paniknya didekatin sehun pas masa pdkt dll :* pasti makin bagus eon, lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s