[1st] The Neighbour

the neighbour

THE NEIGHBOUR

Screenplays by Ohsehunoona x october_0718

Oh Sehun | Zhang Yixing

1ST Chapter : First Encounter, Fate for Forever

 

Mel tidak pernah menyangka hidupnya akan sesial ini, baginya membeli rumah di kawasan bebas paparazi dan keamanan terjamin 24 jam adalah kenyamanan paling mewah untuknya. Bertetangga satu kompleks dengan aktor tampan Lee Minho, maupun idol ternama Jung Yunho TVXQ! adalah bonus, dari point terpenting ia terbebas dari Oh Sehun bocah albino sahabat karib adiknya, sungguh, lima tahun tak sengaja kenal bocah mesum itu, membuat Mel pusing tujuh keliling. Bocah cadel itu bahkan sempat hampir membuat hubungan harmonisnya dengan Choi Minho putus, meskipun ia dan Minho kerap putus nyambung sih.

 

Tapi semua itu sirna, ketika ia mendapati wajah menyebalkan Oh Sehun, menyembul di balik pintu dapurnya. Diikuti sapaan ramah Chaeri, Housemate Mel, mempersilahkan Sehun duduk di kursi makan mereka. Gadis cantik itu langsung merengut, mengeluarkan aroma permusuhan yang panas, pada lelaki di hadapannya ini.

 

“Noona Thekthi, jangan memasang wajah masam seperti itu pada tetanggamu yang tampan ini”

“Tetangga? Yak! Jangan bercanda! Aku bahkan sudah mensurvei lingkungan sekitarku, dan aku jamin namamu tidak ada di salah satu rumah estate ini, lagipula darimana kau tahu aku tinggal disini, kau stalkerku ya!”

“no, noona thekthi, mulut Kim Jongin dengan mudah kusogok sebucket ayam goreng, dan terima kasih telah memilih estate ini, tetangga sebelahmu, komposer sekaligus musisi kenamaan Zhang Yixing, adalah Hyung terbaikku sekaligus mitra kerja agensiku, jadi dia dengan senang hati menerimaku sebagai Housemate-nya”

 

Ah!

SIAL!

Bertahun-tahun Mel berusaha menghindari si bocah mesum yang kini menjadi aktor yang sedang naik daun itu, Oh Sehun tetap saja hadir dalam hidup Melita Kim.

Kalian pasti heran, kenapa Mel apatis terhadap Sehun. Hei, ayolah, bocah itu kelewat manis untuk di abaikan begitu saja, tapi bagi Mel seorang Oh Sehun seperti benalu yang harus kau singkirkan agar tanamanmu tumbuh sehat. Pasca kejadian yang menurut Mel adalah hal terburuk di sepanjang hidupnya.

Cengiran si bocah mesum itu benar-benar menjijikan menurut Mel.

“Mel noona, kau tidak ingin menyambut tetangga barumu yang tampan ini?”

“Dalam mimpimu!”

=========================================================================

 

“Imcha-yaa, kita pindah rumah okay? Yaa Imcha-yaa please”

 

Im Chaeri segera membelo-kan mata segarisnya, uar aroma lezat ramen racikan Kyungsoo yang tersaji di hadapannya mendadak hilang eksistensi, food court swalayan juga mendadak sepi seiring sirnanya nafsu makan Chaeri. sumpah, saat Melita Kim merajuk seperti ini, hal yang paling enak kau lakukan adalah pergi secepat kilat dari hadapan kekasih cantik Choi Minho, lalu memanggil namja kodok itu agar segera melunakkan hati kekasihnya. Tapi naas bagi Chaeri, Minho sedang mengurus anak perusahaanya di Jepang bersama sang Hyung, Choi Siwon. Jadi mari kita lakukan negosiasi dengan si cantik Melita Kim seorang diri.

 

“kenapa kita harus pindah?”

Lamat, Chaeri mulai membuka suara.

“tanpa kujelaskan kau pasti tahu alasan terkuatku”

“Aktor Oh?”

“apa lagi? Lagipula aku baru saja berbaikan dengan Minho dua minggu yang lalu, aku tidak mau kami putus lagi gegara bocah mesum itu sekarang terlalu dekat denganku”

“Hei, kalian bertengkar kemarin kan bukan gara-gara Oh Sehun, tapi karena kau yang terlewat cemburu pada Minhonie, lagipula Nyonya Choi Minho yang cantik, estate kita ini sudah membuatku jatuh cinta, lingkungannya nyaman, aman dan strategis, kita berdua bahkan hanya membutuhlan lima belas menit untuk ke butikku maupun ke kantormu, jawabanku, a BIG NO TO MOVE!”

“Ya! Tetangga sebelah kita sangat menyebalkan, kau belum merasakan betapa menyebalkannya si bocah mesum itu, cukup sudah lima tahun aku selalu di bayangi olehnya, aku hanya ingin bebas dari Oh Sehun, lagipula kenapa tadi pagi kau membiarkan dia masuk dan mengotori dapur kita”

“Ya Tuhan, Melita Kim, aku hanya tidak tega sungguh, puppy eyes miliknya ketika memohon padaku untuk masuk ke rumah benar-benar membuatku luluh, okelah kau bisa bermusuhan dengan Sehun, tapi aku tidak akan pernah bisa, anak itu terlalu manis dan penurut seperti Jongin, first Encounter kami baik, Mel-ya, mana mungkin aku tega mengusirnya, lagipula dia juga membawakan kita mandu manis buatan Minseok Oppa, kau tahu betul aku tidak akan pernah bisa menolak itu”

“YA! Kau ini sudah jadi temanku berapa tahun sih? Bisa-bisanya kau lemah terhadap tipu daya si bocah mesum, aku rasa aku perlu mengkaji ulang pertemanan kita tujuh tahun ini”

arraseo.. aku yang salah, sudah-sudah kita belanja saja, isi kulkas kita hampir kosong, sekalian aku membeli bahan Red Velvet untuk Kyuhyun Oppa, si gembilku itu sedang doyan makan yang manis-manis”

“tapi tetap ya, kita harus pindah, please, Imcha-ku sayang..”

“ sudah nanti kita bahas lagi, sekarang ambil troley-nya”

 

Dengan sedikit dongkol Mel terpaksa menuruti kemauan sahabatnya itu, bernegosiasi dengan Chaeri juga sama alotnya seperti memisahkan tulang dan sendinya, gadis itu terlalu perhitungan dan taktis dalam melangkah, mungkin jiwa pengusaha yang diturunkan Im Siwan sang ayah yang membuat gadis itu terlalu pelit dalam urusan pengeluaran. Tapi meskipun begitu, Mel dan Chaeri saling bergantung, terlebih setelah keduanya memilih untuk lepas dari orang tua masing – masing dan memulai hidup mandiri.

“AH telurnya sedang diskon! Kau tunggu disini, satu kotak telur terakhir itu harus jadi milikku!”

Tuh kan? Mel bilang apa? meskipun penghasilan Chaeri Lumayan bahkan melebihi kata cukup, gadis itu tidak segan-segan berebut barang murah untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

Mel baru saja akan melangkahkan kakinya mendekati Chaeri, ketika suara sopran Chaeri bercampur dengan suara cempreng seorang lelaki, perdebatan sengit sedang terjadi diantara mereka, menyisakan si sales promotion girl yang terbengong kebingungan seraya memegang kotak telur terakhir untuk ia timbang beratnya itu. untung suasana supermarket sepi, hingga tak menimbulkan keributan besar.

“ini telur punyaku, Komposer abal!”

“tanganku dulu yang menyentuhnya, designer gadungan”

“ck! Mengalah sedikit kenapa? Kau sudah jatuh miskin ya? Hingga membeli telur pun harus barang diskonan?”

“ harusnya aku yang bertanya padamu, telur seharga 6000 won sekotak kau pertahankan mati-matian, apa kau jatuh bangkrut? Kelaukanmu ini sungguh tidak setimpal dengan gelar perancang yang sudah go internasional yang katanya sudah menembus pasaran eropa”

“kenapa kau membawa-bawa profesiku? Kita berdebat masalah telur okay!”

“kau duluan yang mengataiku jatuh miskin!”

“dasar musisi abal!”

“kau designer palsu!”

Mel segera menarik kotak telur terakhir dari tangan si sales promotion girl, memintanya segera menimbang dan memberi label harga pada si telur, Mel lebih asyik menonton Chaeri dan Yixing, si lelaki tadi, terus berdebat sengit, bukan hal aneh bagi Mel ketika mereka bertemu lalu saling berdebat, hal ini sudah biasa semenjak Chaeri dan Yixing sama-sama bereda di satu fakultas seni Seoul National University. Mereka saling bersaing, bahkan hingga sekarang. Mel hanya menghembuskan nafasnya perlahan, memilih bermain dengan ponselnya, menyapa sang kekasih yang jauh berada di pelukan negara matahari terbit.

=========================================================================

[two weeks later]

Suasana malam ini seharusnya lebih menenangkan dan berjalan ceria, atmosfir pesta jelas –jelas tercitra di setiap sudut taman, disudut kiri taman tersedia barbeque hangat yang masih terpanggang diatas bara api. Satu meja persegi panjang penuh makanan juga tersedia lengkap dengan kursi dan tamu undangan yang hadir.

Hari ini, Kim Junmyeon, si pemilik rumah baru, sedang mengadakan house warming party untuk kepindahannya ke dalam lingkungan estate ini. tamu yang Junmyeon undang tidak terlalu banyak, hanya adik sepupu manjanya, Im Chaeri beserta Housematenya, Melita Kim mewakili tetangga seberang rumahnya, juga Zhang Yixing dan Oh Sehun, mewakili tetangga seberang rumahnya juga.

Suasana yang harusnya terbangun ceria berubah menjadi sepanas bara api barbeque, ketika satu pasang manusia, Chaeri dan Yixing yang mendeklarasikan permusuhan dipertemukan dalam satu meja. Ditambah geliat permusuhan yang Melita sebarkan pada Oh Sehun, suasana menjadi semakin panas.

“sungguh menyebalkan”

umpat Chaeri entah pada siapa, Junmyeon selaku Oppa yang harus menjaga etika adiknya, segera menegur si putri tunggal keluarga Im.

“berhenti bersengut seperti itu, Im Chaeri, jangan merusak suasana pesta oppa, kau sendiri yang meminta oppa mengadakan house warming party ketika oppa pindah sebagai tetangga depan rumahmu”

“tapi bukan berarti Oppa harus mengundang tetanga sebelah rumahku, kupikir adanya Mel dan aku sudah cukup membuat pesta di rumahmu meriah, bisakah kau tidak memasukkan nama manusia menyebalkan dihadapanku sebagai pemyemarak pesta?”

“aku datang ke pesta ini karena menghormati si cerdas Kim Junmyeon, jangan membuatnya kecewa designer abal”

 

Chaeri terpaksa menahan gemerutuk amarahnya ketika death glare Junmyeon mengintimidasinya, sementara di seberang meja, Yixing menyungingkan senyum sakartis. Merasa menang satu point dari Im Chaeri.

Dua minggu sudah Chaeri mengetahui jika Zhang Yixing adalah tetangga kiri rumahnya, benar-benar sial! Selepas selesai kejadian ‘debat supermarket’ kemarin, Chaeri hampir saja menghubungi polisi ketika mobil Yixing mengekor di belakangnya sepulang ia dan Mel dari supermarket itu, untung Chaeri tidak melabrak Yixing ketika mobil porsche hitam milik lelaki China itu berhenti tepat di depan rumah samping kiri rumahnya. Chaeri detik itu juga memutuskan untuk menyetujui penawaran Mel, untuk segera pindah, daripada harus bertetangga dengan si musuh besar.

sayangnya kepindahan Chaeri harus tertunda ketika si Duda Keren yang tinggal diseberang rumah Mel dan Chaeri, Kris Wu, tiba-tiba menyerahkan Kunci rumahnya pada Chaeri untuk diserahkan pada Kim Junmyeon, kakak sepupu Chaeri. Mengatakan bahwa ia akan pindah ke Kanada bersama putri semata wayangnya, ia bahkan telah menjual rumah semi klasiknya pada Junmyeon. Chaeri terpaksa menunda kepindahannya, ia tidak enak pada Junmyeon dan Mirae, istri Junmyeon jika keluarga kecil kakaknya itu baru saja pindah, malah ia yang keluar dari estate itu.

“Dr Kim, terima kasih untuk undangan pesta hari ini, tapi benar apa yang dikatakan Chaeri, pesta ini akan lebih baik jika dihadiri keluarga dekat saja, tanpa mengundang mahluk asing berkulit pucat seperti mayat di hadapanku” giliran Mel yang menyuarakan pendapatnya.

“nuna thekthi, daripada marah-marah bagaimana kalau kita minum Wine saja? Yang habis satu botol, dia pemenangnya”

Sehun menyahuti dengan semangat, aktor kenamaan itu segera menuangkan satu gelas penuh Wine, lalu menyerahkannya pada Mel. Merasa tertantang, Mel segera menyambar gelasnya, lalu menyelutuk santai :

“jika aku menang, angkat kaki dari rumahmu juga kehidupanku, bagaimana? ”

“DEAL, nuna thekthi”

Sehun hanya melirik singkat pada Yixing, yang dilirik seperti mendapat kode, si komposer berlesung pipi itu lalu memusatkan perhatiannya pada Chaeri.

“kau juga tidak tertarik untuk berduel denganku?”

“apa imbalannya? Jika aku menang?”

“aku kan pindah rumah juga, meskipun estate ini sudah menjadi tempatku pulang hampir tiga tahun ini”

“OOH Dengan senang hati, Tuan Zhang Yixing!”

Baik Sehun maupun Yixing jelas tersenyum menang, mungkin mereka tidak akan terusir dari estate ini, bahkan mendapat hadiah double, ketika keesokan harinya, dua gadis dihadapan mereka masing-masing membuka mata untuk pertama kalinya.

===============================TeBeCe===================================

Mamajang note :

Maaf terkesan buru-bur yah alurnya? Soalnya kita berdua uda selesai bikin 2nd Chapter sih jadi, ini yg 1st sengaja pendek hehehehe

p.s : next chap rasa jeruk nipis

p.s.s : yang demen NC disarankan baca abis buka ya.. biar kaga makruh puasanya XD

Iklan

34 pemikiran pada “[1st] The Neighbour

  1. iseng ubek2 ig, ada yang upload video apa foto aneh gitu wkwkwk… eh pas cek bio nya nemu link ff ini. makanya baru baca dan komen. ff nya seru ya. hahaha lanjut baca ya kak. eh btw kakak pernah kan post ff di skf? sepertinya nama kakak gak asing ya

  2. kak, katain aku durhaka coba :3 ketika aku mulai males ngecek wpmu, dan malah sekarang udah berapa bulan sih ini di share? aku nemuin yang baru :3 dasar -_-
    oke, seperti biasa, ini menyenangkan. tapi please, selesaian yah? jangan kayak bleu marriage atau alter ego yang udah oke oke gitu tapi…, kakak tau sendiri lah :v bhaq
    ah, aku buru-buru, mau baca yang nomer dua xD
    kak, Sehun suamiku -_- banyak banged saingan belakangan ini :3

  3. Hahaha yang tadinya nolak pindah, eh pengen buruburu pindah garagara yixing, chaerisa doang
    Kok yixing sama sehun pede banget bakalan menang? Kayanya didalem minumannya udah dimasukin sesuatu ya?
    Overall serruu
    Penasaran, next baca chap2 hehe

  4. Ping balik: [5th] THE NEIGHBOUR | aishitaWorld

  5. Ping balik: Library | aishitaWorld

  6. Ping balik: [4TH] The Neighbour | aishitaWorld

  7. Ceritanya keren nuna thekthi hehehe
    Pasti ada rencana jahat yg akan sehun lakukan di chap selanjutnya
    Keeo writing nuna hehe

  8. Huaaahhn… asik! Udah ampe chapt 2!!
    Yeah…
    Di gembok gak??
    Tadi sempet baca preview nya sih di ig ohsehuunnoona.
    Suka suka 😍😍
    Langsung di publish kan chapt 2 nyaaa???
    Udah gak sabar pen bacaaaa 😍
    Ini udah abis taraweh btw. Hihi
    Buruan di publissshh~~~ pen baca sebelom imsaaakkk.. 😂 nyiahaha

    • kaga dong ngapain pake gembok, yang sadar mah seharusnya yang baca, lagian kan emang fanfic itu seni hehehehe termasuk yg genre jeruk nipis XD

      wuaaaa,, makasi ya udah komen disini, anak-anak jarang ya yg pake WP?

      • Wuaaaa… i lope u puullll authooorrr….
        Hahaha…
        Sadar aku sadar. Udah 21+ kok… hihihi
        Beneeerrr!! Seni bangettt… hahaha… 😂
        Sukak deh yg berbau jeruk jerukan. Jeruk nipis apalagi! Kan segerrr… nambah gairah! Huahahaha *apaa nih*

        Anaknya siapa?? Wkwkwk… wa masih single… muehehehe 😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s