[3Rd] The Neighbour

the neighbour

THE NEIGHBOUR

Screenplays by Ohsehunoona x october_0718

Oh Sehun | Zhang Yixing

3Rd Chapter : The Facts

 

Mel masih sibuk mengolesi beberapa lembar roti tawar dengan margarin, sementara di belakangnya bau harum dua telur mata sapi menguar dari atas pengorengan. ia berencana makan banyak pagi ah tidak siang ini, tenaganya habis setelah tadi ia dengan brutalnya memukuli bocah mesum itu dengan bantal, selesai mereka bercinta entah untuk ronde yang keberapa, tak di pedulikannya aduh kesakitan dari Sehun, Mel benar-benar menuruti amarahnya, tidak peduli kalau saja wajah, tubuh ataupun fisik Sehun akan lebam atau tergores. Ia bahkan lupa profesi bocah mesum itu adalah aktor yang tidak boleh sedikitpun cacat pada fisiknya.

 

Mel menghela nafasnya berkali-kali, kesalnya semakin bertambah saat teringat sudah dua kali sudah Sehun berhasil tidur dengannya, meskipun yang pertama Bocah Cadel itu hanya berani tidur telanjang di bawah selimut yang sama dengannya, tapi yang kedua ini? Huh! Mel bahkan masih merasakan ngilu di selangkangannya. Duh! Seberapa kasarnya sih mereka bermain?Tapi Mel akui, tenaga Oh Sehun benar-benar prima, berbeda sekali dengan Minho, bermain sekali saja, pacarnya itu pasti langsung mengakhiri permainan, sama sekali tidak memuaskan.

 

“Pagi, Mel”

 

Sapaan Zhang Yixing diikuti senyuman berdimple milik lelaki itu segera menyadarkan Mel dari kekesalannya, bayangan Sehun ia kebiri lalu digantung di bawah pohon kamboja musnah sudah.

 

“oh! Pagi Xing, maaf meminjam dapurmu sembarangan, si Bocah mesum itu berhasil menculikku dan, well, mengurungku di kamarnya semalam suntuk”

“tenang saja, nyonya Oh, kau mungkin nanti akan sering berada di dapur kami”

what? Kau bercanda? Aku tidak akan pernah sudi masuk ke rumah ini lagi, maaf Xing, rumahmu sangat indah dan tertata rapi, juga nyaman, tapi penghuni cadel itu yang membuatnya cacat”

“jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, Mel, Sehun benar-benar mencintaimu, kau harus mempertimbangkan bocah itu”

“terima kasih atas saranmu, tapi Choi Minho lebih berarti daripada seongok daging berotak mesum bernama Oh Sehun, eum Xing, ngomong-ngomong kau tau dimana Sehun menyembunyikan Imcha? Kau tahu sendiri semalam kami berdua knock out karena terlalu banyak minum, dan Bocah mesum itu mengatakan padaku bahwa ia juga meniduri Imcha, tolong katakan dimana house mate ku itu Xing, dia pasti akan sangat sedih mengetahui apa yang dia jaga selama ini di renggut oleh Bocah Sialan itu”

“dia ada di kamarku, sedang mandi”

“oh baiklah kalau begitu, aku akan segera menyu—, eh apa kau bilang tadi?”

“Chaeri semalam tidur denganku Mel, bukan dengan Sehun”

“jangan katakan kalau kau sudah—“

“aku melakukannya Mel, kami melakukannya, bahkan sepagian tadi, kami mengulanginya beberapa kali, kau tahu sendiri aku mencintai sahabatmu itu, jadi tolong biarkan aku berjalan dengan rencanaku ini, Mel”

“YAK! KAU SAMA MESUMNYA DENGAN OH SEHUN! KUKIRA KAU BERBEDA XING! KAU MENGHANCURKAN KEPERCAYAANKU PADAMU! KAU—“

“aku sudah berada dalam masa limitku! Dua bulan lagi dia akan dinikahi Cho Kyuhyun! Aku harus apa Mel? Kau pun yang sedari bangku kuliah berencana membantuku juga tidak membuahkan hasil, lalu aku harus bagaimana? Membiarkan Chaeri berucap janji suci dengan dokter sialan itu? Sementara aku akan menjadi manusia yang hidup enggan, matipun tak mau?”

“ah Mianhae, Xing-ah, kau tahu sendiri kan, hubungan dr Cho dan Imcha sudah terjalin hampir delapan tahun, itu bukan waktu yang singkat, mengingat mereka harus melupakan perasaan masing-masing pada cinta mereka yang tak teraih”

“cinta yang tidak teraih? Maksudmu? Hubungan mereka berdua berlandaskan pelarian atas hati yang saling tersakiti karena cinta yang tak terbalas?”

Well, bisa dibilang seperti itu, dr Cho cintanya tidak terbalas oleh Victoria Zhou, kakak sepupu iparmu itu, sementara Imcha sudah terlalu lelah menunggu Jung Yunho sunbaenim, menyatakan perasaanya, bisa dibilang mereka saling menyembuhkan, aku tidak tahu ada cinta atau tidak diantara mereka, tapi yang jelas bertahan selama delapan tahun untuk saling meyakinkan adalah suatu hal yang patut untuk diberi pujian”

“dan mereka akan menikah dengan berdasarkan keyakinan?Konyol!Ya! kau terlalu lama menyembunyikan fakta ini dariku, Melita Kim, tahu begini sudah dari dulu rencanaku ini kulaksanakan”

“YAK! Aku sengaja tidak memberitahumu agar kejadian ini tidak berlangsung, lagipula apa kau tidak takut dihajar dokter Kim Junmyeon? Kau tahu persis Imcha adalah eternal beloved little girl-nya”

“Junmyeon bahkan yang menyarankanku untuk melakukan ide gila semalam, aku tidak menyangka jika Junmyeon menyetujui ideku, kukira aku akan mendapat satu lebam di sudut bibirku, tapi malah obat penyubur kandungan yang dia berikan padaku, aku masih ingat sekali waktu itu, ia sempat menggumam, lebih baik Imcha-ku mendapat lelaki yang tergila-gila padanya, daripada rumah tangga hambar, ternyata cerita ini kenyataanya, kalau begini aku harus berusaha lebih keras”

Yixing segera beranjak dari duduknya, melangkah setengah berlari menuju kamarnya lagi.

“yak! Kau mau kemana, Zhang Yixing”

“MEMBUAT ANAK LAGI! MEMASTIKAN CHAERI HAMIL ANAKKU”

============================================================================

“nuna thekthi-nya thehun..”

Bisikan bocah albino itu entah kenapa tiba-tiba mampir di tengkuk Mel, diikuti pelukan hangat di perut Mel.

“bisa kau pergi dariku? Kau ini tidak ada pekerjaan atau apa sih? setiap pagi menyelinap ke dapurku”

“aah, jangan galak-galak dong, Nuna Thekthi, Hunnie kan cuma ingin susu pagi Hunnie, yang lebih enak dari Bubble Tea manapun di dunia!” katanya sambil bersikap sok imut layaknya seorang balita yang ingin menyusu pada ibunya.

“TIDAK TIDAK! Aku tidak mau bermain denganmu lagi! Aku punya kekasih! Pergi sana cariiiihhh— akh!”

Sial! Lidah basah Sehun sudah bermain di leher Mel, Mel tahu persis, pagi ini ia akan berakhir dengan Sehun yang mengerjai dadanya habis-habisan di dapur seperti pagi-pagi sebelumnya, entahlah, semenjak kejadian seminggu lalu, bocah mesum itu selalu menyelinap setiap pagi ke dapur kediaman Mel dan Chaeri, ia seperti hapal betul jika Chaeri akan pergi bekerja tepat jam tujuh pagi, sementara Mel akan meninggalkan rumahnya tepat jam sembilan pagi. Jeda satu jam itu akan dimanfaatkan Sehun untuk menagih susu paginya, dan Mel selalu berakhir dengan tidak elitnya terlentang diatas meja makan, dengan mulut Sehun bermain dengan dua bukit kembarnya.

“HENTIKAN SEHUN, CUKUP!” bentak Mel sembari menghempaskan tangan Sehun yang mulai memreteli satu-persatu kancing kemeja yang dikenakannya.

Sehun memajukan bibirnya. “Kenapa sih nuna? Kenapa kau selalu berkata tidak sedangkan tubuhmu selalu bereaksi sebaliknya.”

“S-siapa bilang? Tubuhku tentu saja berkata tidak!” bantah Mel, tapi ada sedikit bagian hatinya yang membenarkan perkataan si bocah mesum itu.

“Biar kutebak, pacar nuna pasti jarang menyentuh nuna.”

“Itu karena dia adalah seorang pria yang menghormati wanita!” bela Mel. Minho memang hanya pernah beberapa kali selama lima tahun mereka berpacaran. Salah satu penyebabnya adalah karena mereka jarang bertemu. Choi Minho terlalu sibuk dengan pekerjaannya.

“Tapi nuna lebih membutuhkan pria yang bisa memuaskan wanita daripada menghormati wanita dengan gairahmu yang sebesar itu.”

“YAK! APA YANG SEDANG KAU BICARAKAN!”

“Aku tidak akan banyak omong lagi, biar kubuktikan.”

Tangan Sehun dengan gesit mulai mengelus dada Mel dari luar kemeja putihnya, membuat Mel mengigit bibirnya untuk menahan desahan yang hendak lolos dari bibirnya. Sehun menyambar bibir Mel dengan cekatan agar gadis itu menghentikan kebiasaan buruknya mengigiti bibir. Tangan pucat Sehun terus bergerilya dibagian atas tubuh Mel, hingga sekarang wanita yang terus dikejar-kejarnya selama lima tahun belakangan itu telah topless dihadapannya.

“Cukup Sehun, kali ini biarkan aku yang bekerja!” cegah Mel ketika Sehun hendak menempelkan bibirnya di area gundukan kembarnya.

Sehun menatap Mel bingung, tapi akhirnya menurut ketika Mel menyuruh Sehun duduk dan gadis itu mulai menurunkan celana pendek yang dikenakan sang namja albino.

“N-nuna apa yang—“

“Sudah jangan banyak protes, diam dan nikmati!” titah Mel sambil menggenggam kejantanan Sehun yang sudah berdiri tegak, membuat sang namja menggeram nikmat. Tak berapa lama kemudian Mel mulai memasukkan junior Sehun ke dalam mulutnya.

“Kenapa besar sekali sih?” protes Mel seraya mengeluarkan lagi kejantanan Sehun yang tak muat di mulutnya.

Sehun yang baru saja merasakan hangatnya mulut Mel berdecak sebal. “Bukannya nuna sudah sering merasakannya? Sudah masukkan lagi.”

“Tapi ini tidak muat dimulutku, bocah!”

“Ck, kau ini amatiran sekali sih nuna, gunakan tanganmu juga.” Sehun kemudian mengajari Mel untuk menggunakan tangannya di bagian kejantanan Sehun yang tidak muat di mulutnya.

“Nuna bergerak disitu, damn! Nuna! Gigit nuna,” racau Sehun sambil mendongakkan kepalanya ketika kepala Mel mulai bergerak maju mundur mengulum kejantanan besarnya.

“Diamlah kau bocah albino mesum, atau kuhentikan hisapanku!”

Sehun mendelik tidak rela ketika miliknya tak lagi berada di mulut hangat Mel, demi Tuhan! Adiknya sudah keras dan butuh pelampiasan.

“Nuna tahu tidak? Aku—sudah lama sering memimpikan ini,” ucap Sehun terbata, menahan gairah yang membuncah.

“Mimpi? Mimpi apa?” Mel mendongakkan kepalanya menatap Sehun yang tengah menatapnya sambil tersenyum tak jelas.

“Mimpi nuna memberiku blow job seperti ini, dan aku selalu terbangun dalam keadaan basah,” jelas Sehun sambil terkekeh.

“Yak! Apanya yang lucu? Dasar maniak!”

“Tentu saja lucu, aku sudah bercinta dengan banyak wanita, tapi ketika mimpi basah selalu saja nuna jadi pemeran wanitanya, tidak ada yang lain.”

“Lantas? Aku harus merasa tersanjung?” tanya Mel sarkastis.

“Tentu saja,” jawab Sehun seraya mengeluarkan tawanya yang menyebalkan.

“Mau diteruskan atau tidak!”

“Tentu saja, nuna tidak kasihan pada Thehun kecil?” gerutu Sehun sok imut. “Eh tapi nuna, ngomong-ngomong kenapa kau tiba-tiba memberiku blow job?”

“Makanya jangan banyak protes! Aku hanya tidak ingin bekas kemerahan ada di dadaku pagi ini, nanti malam Minhonie pulang, aku tidak mau ketahuan bermain kotor dengan orang lain,” jelas Mel sambil memasukkan kembali benda kebanggaan Sehun dalam mulut hangatnya.

“Ah! Kenapaaah? Aah~~ disitu Mel Nunaaa~~, Thehun~~ Cloooseeeeh~~ akh!”

Mel terpaksa menelan cairan Sehun, ya Tuhan! Dia lelah dengan pagi yang konstan seperti ini.

“Karena aku masih mencintai pacarku bodoh!”

Sehun hanya bersmirk ria ketika matanya mendapati sesosok jangkung bermata kodok berdiri di ambang pintu dapur Mel, aura lelaki itu memancarkan kegelapan juga amarah.

Mel yang masih di posisi bersimpuh di antara paha Sehun, dan membelakangi pintu dapur, sama sekali tidak curiga dengan perubahan ekspresi si bocah mesum, pun ketika tangan nakal Sehun mulai meraba dada-nya yang terekspos, Mel mulai mendesah, ketika dua bukitnya dikerjai tangan pucat Sehun

“Nuna, little Sehun bangun lagi mendengar desahanmu, mau bercinta denganku? Posisi woman on top di kursi ini sepertinya nikmat Nuna~~”

Mel mengigit bibirnya jengah, Sehun tidak pernah mengijinkannya berada di atas, ini kesempatan emas.

Mel sudah berdiri, mengangkat rok pensilnya sebatas perut dan bersiap memposisikan diri di atas paha si bocah mesum, ketika geraman maskulin dari suara yang di hapalnya betul,

“Melita Kim! Kau punya hutang PENJELASAN PADAKU!” geram sosok itu penuh amarah.

Mel kaget bukan main melihat Minho, kekasihnya. Bukankan harusnya ia baru datang nanti malam? Tapi kenapa—

“Sayang, a-aku bisa jelaskan!” Mel dilanda kepanikan luar biasa. Ia mendekati sang kekasih yang sarat dengan aura membunuh sambil membenahi kemejanya, mengancingkannya asal. Namun ketika Mel mendekat, namja berbadan tegap itu segera membalikkan badannya dan pergi begitu saja.

“Sayang, tunggu!” Mel berlari mengejar Minho, berhasil memegang lengan namja itu di halaman belakang rumahnya. “Kita perlu bicara, aku bisa jelaskan.”

“Iya kita perlu bicara tapi tidak disini,” kata Minho sambil melirik tajam sosok yang memperhatikan mereka sambil bersandar pada pintu dapur. Tanpa berkata apa-apa lagi Choi Minho pergi meninggalkan Mel yang tampak menangis sesenggukan.

“Nuna—“ panggil Sehun ketika Mel berjalan masuk, tapi gadis itu sama sekali tidak menghiraukannya.

“Nuna, jangan menangis begitu—“ Sehun mengikuti Mel duduk di meja makan, tak tega melihat gadisnya menangis sambil menelungkupkan kepalanya diatas meja.

“MEMANGNYA INI SALAH SIAPA!” amuk Mel tiba-tiba.

“M-maaf, tapi—“

“PERGI DARI SINI!”

“Tapi nuna..”

“KUBILANG PERGI!” usir Mel sambil memelototkan matanya, membuat nyali Sehun ciut dan menuruti kemauannya.

“Baiklah, Thehun pergi tapi nuna jangan sedih seperti ini terus, Thehun jadi ikut sedih,” ucap Sehun dengan nada sendu. Hati Mel sedikit treyuh melihatnya, tapi gadis itu tak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia membiarkan punggung Sehun berlalu begitu saja dari pintu dapurnya.

============================================================================

Pukul 09.00 KST.

Mel baru saja sampai di kantornya. Ia tak mempedulikan tatapan aneh rekan kerjanya karena mata sembabnya. Yang ia butuhkan sekarang adalah bertemu dengan Minho, kekasihnya, yang kebetulan adalah presdir di kantor tempatnya bekerja.

Sampai didepan ruangan Minho, Mel menghela nafas dalam, kemudian mengetuk pintu.

“Masuk!” sahut suara dari dalam.

Mel masuk dengan langkah penuh keraguan. Ia merasa tak memiliki muka lagi untuk menemui namja yang telah mendampinginya selama lima tahun itu.

Minho menatap Mel dalam diam, tak berniat memulai pembicaraan.

“Uhm—sepertinya kita butuh bicara.” Mel memulai sambil terus menunduk. Takut berhadapan dengan mata besar Minho yang tengah menatapnya tajam.

Minho menghela nafas salam. “Baiklah, tapi jangan disini.”

Minho mengajak Mel menuju kafe dekat kantor mereka. Tapi beberapa menit sudah mereka berada disana, masih tidak ada tanda-tanda seseorang akan memulai percakapan terlebih dulu. Mel hanya diam menunduk, sedangkan Minho lebih tertarik untuk melihat pemandangan di luar jendela.

“Permisi, mau memesan apa?” sapaan seorang pelayan menadarkan Mel dan Minho dari alam bawah sadar mereka.

Mel menyambar daftar menu tanpa menatap Minho, kemudian mulai melihat-lihat. Matanya mulai menelusuri kertas tebal dengan background warna-warni itu.

Bubble Tea?

Di otak Mel terlintas sebuah nama ketika melihat kata itu di daftar menu. Seseorang itu, yang tadi pagi mengacaukan harinya.

Bocah itu, kenapa harus muncul di pikirannya sekarang?

Senyum manisnya tiba-tiba terlintas. Hey, apakah barusan ia memujinya manis?

Tapi tadi pagi, ketika meninggalkan rumahnya, wajah pucat itu tampak begitu sendu. Kenapa tiba-tiba ia merasa bersalah? Kenapa pula ia harus menyalahkan bocah itu tadi pagi? Bukankah ini semua salah mereka bersama?

“Mel! Hey, kenapa melamun?” kata Minho sambil mengibaskan tangannya didepan Mel yang masih sibuk dengan pemikiran-pemikiran anehnya. “Kau mau pesan apa?”

“Hah? Ah—aku pesan Chocolatte Bubble Tea, kau apa?” jawab Mel sambil nyengir tak jelas.

Minho mengernyitkan alisnya. “Hm? Sejak kapan seleramu jadi seperti anak kecil begitu?”

Mel hanya tersenyum tak jelas.

“Jadi?” tanya Minho setelah pelayan pergi.

“Jadi apa?”

“Bukankah tadi ada yang mau menjelaskan sesuatu?”

“Uhm—itu, aku… minta maaf. Aku benar-benar menyesal. Aku telah mengecewakanmu. Aku—aku—“ Mel kehabisan kata-katanya. Gadis itu mulai menunduk lagi, menahan air matanya.

“Hey, jangan menangis. Kau tau kan aku paling tidak bisa melihatmu menangis?” Minho menghapus air mata yeoja yang paling dicintainya itu sambil tersenyum pahit.“ Itu semua bukan semata-mata salahmu, aku yang terlalu sibuk sehingga sering mengabaikanmu.”

Mel tak tahu harus berkata apa, ia hanya terus menunduk tak berani menatap langsung wajah tampan kekasihnya.

“Apa kau begitu mencintainya?” tanya Minho lagi.

“Ap—apa? A—aku tidak—“ Mel terkejut mendengar pertanyaan Minho.

“Kalau memang kau begitu mencintainya, aku akan melepasmu asal kau bahagia bersamanya. Tapi ketika suatu saat nanti kau berubah pikiran, Choi Minho akan selalu berada disini untukmu.”

Kata-kata Minho membuat Mel tak sanggup lagi menahan air matanya. Ia harus bagaimana lagi sekarang? Dadanya terasa begitu sesak. Kenapa ia begitu tega menyakiti hati pria yang paling mencintainya?

“Kita tetap bisa menjadi teman, aku janji akan selalu berada disisimu ketika kau membutuhkanku.”

============================================================================

Sudah seminggu sejak kejadian paling menyesakkan di dalam hidupnya berlalu, Chaeri terus berusaha menghindari kenyataan pahit bahwa kini ia bukan lagi gadis, ia terus menyibukkan diri dengan gaun-gaun pesanan para koleganya, bekerja tanpa lelah hingga larut malam, bahkan pulang pagi atau tidak pulang sama sekali. Setiap kali ia memarkir mobilnya, otomatis ia meilirik ke kiri sayap rumah. Dimana rumah Yixing yang asri mengingatkan kejadian itu, selalu membuatnya frustasi.

Belum lagi rengekan Junmyeon meminta maaf padanya, kakak tersayangnya itu benar-benar meminta maaf dan terus berusaha memberinya penjelasan tentang skenario Yixing yang Junmyeon setujui, tapi dasar Chaeri keras kepala, tak sedikitpun ia gentar terhadap semua usaha Junmyeon untuk berdamai dengannya. Chaeri lebih betah mendiamkan kakaknya.

Otak Chaeri semakin kelu memikirkan cara terbaik untuk menjelaskan keadaannya sekarang pada Kyuhyun. Hei.. tidak mungkin kan dia berkata secara gamblang mengaku pada kekasihnya ’Hyunie Oppa, aku sudah tidak perawan lagi, maaf’, opsi pembatalan pernikahan pun juga telah ia rencanakan, Chaeri penghianat dan Kyuhyun tidak pantas untuk mendapatkan calon istri seperti dirinya, mungkin mereka berdua memulai hubungan mereka berdasarkan perasaan yang sama-sama terluka, tapi setidaknya hubungan mereka berdasarkan kejujuran.

Lamunan Chaeri semakin larut ketika obsidian haselnya bersirobok dengan gaun pengantin ungu pucat miliknya, gaun pengantin untuknya. Gaun yang akan mengantarkan status barunya sebagai istri dari dr Cho Kyuhyun, tujuh minggu lagi.

Greeep!

Sepasang tangan melingkar di perut Chaeri, diikuti kecupan di puncak kepalanya, lalu bisikan mesra menyapa timpani gadis itu. bisakan dari suara Pria yang sedang larut dalam lamunya, Cho Kyuhyun.

 

Darl, aku lapar.. rumah sakit membuatku hampir gila, rasanya bisa pergi menemuimu adalah surga untukku, kau memasak bento kan hari ini?”

“Hueek..”

Chaeri segera menutup mulutnya, sial, mulai dari pagi kemarin, perutnya selalu merasa teraduk, ia tahu ini tanda-tanda morning sick, tapi anggapan itu ditepisnya cepat, berasumsi ia terlalu lelah bekerja. Uuh apa ini, bau parfum Kyuhyun terasa menyengat dan sangat tidak enak, Chaeri segera berlari menuju kamar mandi di ruang kerjanya, sumpah aroma Kyuhyun benar-benar membuatnya mual.

 

“Darl? Kau kenapa? Kau sakit? Biar aku periksa sini?”

 

Chaeri segera melepaskan pijatan tangan Kyuhyun di tengkuknya, rasanya benar-benar menyebalkan, apalagi hari ini Kyuhyun memakai kemeja berwarna krem gading, iiih! Semakin membuatnya kesal saja.

 

“aku hanya kecapekan Oppa, pergilah, kembali ke rumah sakit sana, aku ingin pulang dan beristirahat”

“tapi kau mual, wajahmu pucat sekali”

Kyuhyun segera meraih pergelangan tangan Chaeri, memastikan denyut nadi kekasinya ada diambang batas normal.

“Oppa, kubilang aku baik-baik saja, sana cepat kembali ke rumah sakit”

“tidak, nadimu normal tapi wajahmu pucat, kau perlu ke rumah sakit sekarang! Aku harus memastikan alon istriku baik-baik saja, Junmyeon selalu mengatakan padaku jika kau pulang malam bahkan pagi akhir-akhir ini, kondisimu tidak baik Darl

“taa..piii”

============================================================================

Chaeri mengeluarkan keringat dingin semakin deras, jantungnya mempompa darah semakin cepat, seiring dengan pacuan ferrari merah Kyuhyun membelah jalanan seoul, sumpah! Baru kali ini Chaeri membenci Rumah Sakit Pusat Seoul, padahal tempat itu sudah seperti rumah keduanya, saking seringnya ia berkunjung untuk sekedar menemani Kyuhyun jaga malam atau merecoki pekerjaan Junmyeon. Chaeri semakin tegang ketika ia dipaksa Kyuhyun tidur diatas Brankar dan di dorong menuju ruang gawat darurat. Ya Tuhan!

“Imcha sayang! Kau kenapa? Katakan pada Oppa”

Itu pekikan khawatir Junmyeon, satu-satunya orang yang benar-benar di harapakan bisa menolongnya saat ini, beruntung Dokter ahli kandungan itu sedang berada di ruang UGD.

“Oppaaaaa…”

Pekikan memelas setengah merajuk Chaeri pada Junmyeon membuat Kyuhyun tanggap, segera ditariknya kakak kesayangan Chaeri itu di salah satu bilik kamar periksa. Setelah ia terlebih dahulu memberi kode pada seorang dokter umum, dr Irene Bae, untuk memeriksa keadaan kekasihnya sesuai prosedur UGD.

 

“dr Cho, adikku kenapa?”

“lihatlah wajahnya, dr Kim, sepucat kertas, uri Imcha bahkan mual tadi, karena khawatir aku terpaksa membawanya masuk UGD, mengingat tadi peralatan dokterku kutinggal begitu saja di ruang kerjaku”

“aaiish! Uri Imcha benar-benar keras kepala, seminggu ini dia terllau giat bekerja, aku jadi merasa bersakah, seharusnya aku menjaganya dengan baik”

“sudahlah, jangan terlalu menyalahkan dirimu, kau sudah menjaganya dengan baik, Jumyeon-aa”

“AIGOO!”

Pekikan dr Irene membuat Kyuhyun dan Junmyeon segera memfokuskan perhatian mereka lagi pada Chaeri.

“ada apa dr Bae?”

aniyaa, Prof Cho, selamat, sepertinya, mungkin loh anda akan menjadi ayah, tapi aku belum berani memastikan ini, berhubung ada Junmyeon sunbaenim, bagaimana jika sunbaenim memeriksa keadaan nona Cho, ah sebaiknya saya permisi, biar Junmyeon sunbaenim yang memastikan”

Junmyeon segera mengambil alih posisi dr. Bae, kakak lelaki Chaeri itu juga diliputi perasaan gugup, jika diagnosa dr Bae benar, habislah sudah ia! Setengah gemetar ia mencoba memeriksa keadaan adiknya sendiri, dibawah tatapan intimidasi Chaeri, dan aura tidak enak dari Kyuhyun. Mata Junmyeon segera melebar ketika layar USG menunjukkan tanda-tanda kehidupan di dalam perut Chaeri, mungkin janin itu masih sebesar biji salak, tapi tak salah lagi, adiknya HAMIL ANAK ZHANG YIXING! Sialan! Obat penyubur kandungan yang ia berikan pada Yixing dan telah terminum Chaeri bekerja dengan cepat! OH! DAMN! Tepukan Kyuhyun di pundaknya membuat Junmyeon terlonjak kaget!

“kenapa bisa ada Janin di perut tunanganku, katakan itu salah, Kim Junmyeon!”

=======================================================================TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

43 pemikiran pada “[3Rd] The Neighbour

  1. woah woah woah minho berhati malaikat yak wakakaka :v . aduh kesian uri thehun kan ya dimarahin mel 😦 . lanjut baca .penasaran sama imcha yang hamil ^^

  2. Ping balik: [5th] THE NEIGHBOUR | aishitaWorld

  3. Ping balik: Library | aishitaWorld

  4. Ping balik: [4TH] The Neighbour | aishitaWorld

  5. OMG baruu tau ff ini lanjutt,,
    Looh itu minho secara tak langsung mutusin mel kan ya ?
    Itu masih mending mel,, lah chaeri itu loo uda mau tunangan eh calonnya uda hamil,, ckck,,
    HOT lah pokoknyaa,, mana nih yg ke 4 ? Hehehe 🙂
    Gag nahan pingin tau kelanjutannya,, ntar ke 2 cewek itu sama sapa yaa akhirnya ? Hayooo
    Next chap lebih HOT yaa,,

    • Minho terlalu sayang sama Mel, jadi ya gitu tuan mata kodok ga mungkin bisa lepas dari cewenya yang super duper idaman banget 🙂

      iya Kyu sesekali lah dibikin nelangsee 😛

      ne ^^ maksi uda mampir ma komen…

  6. Duh ilahh sehun kalo mau nyusu kerumah ku aja sini ku siap /g byw ya ampun minho baik bgt sih kalo ada diposisi si mel pasti bimbang bgt mau ngelepasin minho yg super tulus apa ke pelukan mesum sehun /bhak
    terus itu kyu mmm kira2 apa reaksinya? Yuk ah dilanjut ke next chap ceritanya makin mengugah/? selera 😂🔫

  7. Ahhhhh! Daebak pokoknya! Nun ngomong² ini yang ngepost tiap hari apa sih? Chap. 4nya ayok domg hehe semangat ya nun 😂 Pokoknya aku adalah fans terberat kalian daebakkk!!!👍

  8. yeheeeetttt!! akhir ny chap 3 ny keluar!! wohohoho gue tetep jdi HunMel shipper XD *paan coba?*
    suka bgt ma hunmel couple inii!
    cuman mel ny aj yg bikin greget, kepala batu bet si mel nuna -_-
    thehun kudu ottokehh?? XD
    hayuuluhhh.. si imcha ketauan hamil anak ny icing, bayangin gimana ekspresi ny icing pas tw hamil anak ny..
    pokok ny top dah ma ni ff,
    chap 4 ny ditunggu, jan lama2 napa.. ini nunggu smpe lumutan bhak *maksa*
    okehh, segitu aj bacotan panjang X lebar gue, sekian dan terima cinta jongen❤❤

  9. Aigoo. Emesh dah elah nungguin ni ff lama bgt wkwk. Makin seru ajanih. Coba yg hamil nya mel ._. Wwkkw
    Lanjut lanjuuuutttt!!😂😂😂

  10. Buahahahaa 😂😂😂 akhirnya di posting… elahh… udh ga sabar yeth post nya besok malem? Masih malem kamis nih 😂
    Duh. Beneran jeruk nipis! Lha katanya 2 chapt atu normal atu jeruk nipis. Lha ini baru atu chapt udah jeruk nipis aje… baaahhh syeger! Jadi keinget gue tadi buka puasa ama jeruk nipis anget 😋😋 hihihi
    Besok lagi lah jeruk nipisnye~~ kayaknya besok bakal lebih syeger dan panas yeth?? Besok update lagi dong???
    Janjinya kan 2 chapt bakal update di maljum… tapi sekarang udh di update atu… besok update lagi dong?? Hihihi
    Nglewatin malem takbiran ama jeruk nipis halal gak sih😂😂😂 *astagaaa otak gue!*

    Wa demen banget nih ceritaaa… aseg.
    Jadi cinta deh ama 2 kapel nya… iiwwhh…. gemesh… 😄😄
    Kalo kemaren hunmel shipper sekarang semua kapel dah gue shipperin.
    Si kodok juga.. ampunnnn 😍 melting gue bang…. masih ada kaga stok cowok kaya situ? Kalo ada taruh aja di olx. Wa beli! Hahaha
    Nha itu tar si Imcha bakal ama sape? Apakah tn Cho bakal bijak layaknya tn Choi?
    Semoga~~ aduh…. degdegan kelanjutan kapel2 ini besok gimana….
    Jan malem2 yeth updatenya… hahaha… biar bisa tidur nyenyak.
    *tapi wa baru baca ini tengah malem. Huahaha… maap baru sempet baca.. ah elaahh*

    • Iya bener bgt. Menurut kmu si suho bakal beritahu ke kyuhyun ga? Ato jgn2 si suho bilang “aku yg ngehamilin si imcha” ya pokoknya kita tunggu kelanjutannya

      • Bahahaha… kaga berani ngira2 jalan ceritanye….. yg punya cerita kan kak mel ama mamajang 😂
        Tunggu ajalah kelanjutannye… mamajang bilang kan bakal apdet 2 chapt tiap maljum. Nyok kita tagih wae… hahaha 😂😂
        Neh. Ngap2an dah tu si mamajang ama ohsehuunnoona 😂✌✌

  11. Promote nya udah lama bacanya baru aja heheh mian nun ini cerita makin Rame aja 😭😭 , padahal baca tapi berasa jadi si mel (efek halusinasi meningkat) 😂 seru Abis lanjut terus ditunggu Chap chap berikutnya fighting nuna I’m your fan ❤️

  12. Akhirnya nongol juga nih cerita..
    Gw udh bolak balik buka nih halaman buat cek ff.
    Wakss… keren ceritanyaa.. next nya lebih seru yaa..
    Minho baik banget masa ??!!
    .
    Wahhh junmyeon dalam bahaya….

  13. akhirnya lanjut, nunggu bg nie ff.

    ya umpan chaerin hamil cem apa si kyuhyun. ughh couple hunmel maik sosweet . next az dah

  14. Tambah cinta deh sma hunmel couple ♡
    mel sedih sehun jga sedih, ughh so sweet..
    tpi hunmel scene nya kurang banyakk..
    Chaeri hamil?? Kok cepet banget ya??
    Tulisan nya masih ada typo nih..
    semangat ya ngelanjutin cerita nya..^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s