[5th] THE NEIGHBOUR

the neighbour

THE NEIGHBOUR

Screenplays by Ohsehunoona x october_0718

Oh Sehun | Zhang Yixing

5th Chapter : Inside the Heart

PREVIOUS CHAP [1ST] [2ND] [3RD] [4TH]

========================================================

WARNING! : PART NO NC! ALUR GARING UNTUK XINGCHAE KOPEL!!

=========================================================

Pandangan membunuh dan tajam dari mata ber-eyeliner tebal di hadapannya sungguh membuat Junmyeon ingin segera menenggelamkan tubuh mungilnya ke dalam sungai Han, Junmyeon benci sekali mata menghakimi milik kakak tertuanya itu, Kim Heechul, asal kau tahu lelaki berbentuk wanita (karena wajahnya terlalu cantik untuk ukuran pria) yang kini duduk angkuh di singel sofa butik Chaeri, terlihat menikmati perannya sebagai ibu tiri jahat yang menyebalkan. Emosi yang mulia Heechul yang dipertuan agung masih berada di atas ambang batas, setelah tadi ia mengetahui kehamilan Chaeri dari mulut yang bersangkutan sendiri.

Tanpa terbantahkan Heechulsegera menyuruh Junmyeon berlutut dengan kedua tangan terangkat di atas dihapannya, hukuman konyol ala anak sekolah dasar yang ketahuan mencontekatau melakukan keributan di kelas, Sialan! dr Kim Junmyeon sang ahli kandungan yang tampan dan sexy (ini menurut versi Junmyeon sendiri) terpaksa bertekuk lutut di hadapan sang Kakak, pantang bagi Junmyeon menyanggah perintah yang lebih tua.

          “kenapa kau melakukan ini Myeonnie?”

Pertanyaan penuh nada sakartis segera meluncur dari mulut Pria cantik berumur 38 tahun itu, sesekali mata mengintimidasinya berpindah pada Chaeri yang kini duduk di sofa besar bersama Kim JaeHyun, si Bungsu dari tiga Kim bersaudara yang tampan.

Aura tegang semakin menguar pekat, jika dihadapkan pada situasi seperti ini, Junmyeon lebih memilih ayah Chaeri yang menghakiminya daripada Heechul, setidaknya Ayah Chaeri tidak terkena syndrom sistercomplexseperti Heechul, sudah rahasia umum jika Junmyeon akan pasang badan melindungi Chaeri, maka Heechul akan mengorbankan segala hal agar adik sepupu perempuan satu-satunya itu tersenyum setiap hari, satu tetes saja air mata dari manik hazel Chaeri, bisa membuat Heechul kalap dan bertindak di luar batas.Tidak pandang siapapun yang melakukannya.

Junmyeon menghela nafasnya perlahan dalam satu tarikan, sungguh dua bulan ini hidupnya terasa seperti di neraka, begitu banyak kekacuan yang harus ia selesaikan, sayangnya kekacauan itu belum ada satupun yang terurai, malah semakin rumit dengan bumbu yang pelik.

          “itu karena Prof Cho Kyuhyun tidak pantas untuk Chaeri, Chullie Noona

Heechul medecakkan lidahnya sebal, ia tahu betul sang adik tidak pernah gegabah jika bertindak selalu penuh dengan perhitungan.Perlu dicatat, dari tiga putra Kim, Junmyeon lah yang otaknya paling briliant.

          “Kau bercanda? Cho Kyuhyun seorang yang sangat pantas untuk Chaeri-ku, dia tampan, mapan, berwibawa, kharismatik, otaknya juga cerdas, Ya! Kim Junmyeon! Kau harus punya alasan yang lebih kuat daripada ini”

          “Chullie Noona, kau tidakkah bisa melihat keterpaksaan diantara mereka? Mereka saling berhubungan atas dasar pelarian, bukan ketertarikan, akankah kau membiarkan Chaeri kecil kita hidup dalam kesemuan?”

          “Arraseo!Aku jelas melihatnya, Tapi Myeonnie sayang, tidak dengan cara picik seperti ini Babo!Caramu jelas salah

          “aku sudah kehabisan akal, dua mahluk bebal bermarga Cho dan Im ini tidak akan pernah mengetahui apa itu kesemuan rumah tangga tanpa cinta, sebagai kakak, aku hanya ingin memastikan Chaeri bahagia, Chullie Noona ! hanya Zhang Yixing yang bisa melakukannya untuk Chaeri, lelaki itu sempurna, kariernya sebagai musisi maju pesat, akademi Seninya tersebar di China, jepang dan Korea, dia jenius dan sukses besar untuk ukuran lelaki seumurannya, point terpentingnya Yixing mencintai Chaeri”

          “tapi membuat Chaeri kecilku hamil jelas tindakan bodoh, kau seharusnya memikirkan bagaimana resikonya, perasaan Im Bumunim, perkataan para tetangga, beban moral yang alan ditanggung si anak, dan apa kau sudah memastikan si Zhang Yixing ini hanya mencintai Chaeri dengan cara yang benar dan bukan obsesi? duh Myeonnie kukira kau yang paling bisa berpikir taktis dan rasional dibandingkan aku dan Hyunie”

 

Junmyeon baru saja akan membuka mulutnya, ketika isakan Chaeri mulai terdengar lagi, Junmyeon lagi-lagi menghela nafas panjang, kesensitifan Chaeri benar-benar membuatnya harus extra hati-hati dalam bertindak, Junmyeon seharusnya membicarakan ini lebih awal dengan Heechul ketika subuh tadi sang kakak baru saja tiba dari Beijing, bagaimanapun juga perasaan Chaeri adalah prioritas utama mereka dalam permasalahan ini.

          “Kumohon berhenti bertengkar, Jun Oppa, Hee Eonni

          “tidak Chaeri kecilku, Eonni butuh kejelasan atas masa depanmu, memastikan langkah Myeonnie tepat, kurasa kau juga harus menikah dengan si Zhang ini, tapi tunggu penyelidikanku selesai, aku harus memastikan bibit, bebet, bobot-nya pas sesuai kriteria yang sudah aku standarkan”

          “ aku akan tetap pada pendirianku, aku tidak mau menikahi Pria China itu, aku tidak mencintainya, JaeJae ayo kita pulang saja”

Chaeri segera melangkah kesal sambil menarik tangan Jaehyun, si bungsu, kalau saja tadi pagi ia nekat menyetir Audi putihnya, tentu dia sudah bisa pergi dari suasana mencekam yang diciptakan Heechul, ah rasanya dia jadi semakin kesal mengingat Junmyeon tidak memperbolehkannya membawa mobil sendiri ke kantor saat ia mulai diketahui hamil, Chaeri tentu menurut, bagaimanapun juga dia sayang sekali dengan calon anaknya.

Mungkin hari ini benar-benar hari kesialan Chaeri, baru beberapa langkah ia keluar dari ruangannya, Key, sang asisten muncul bersama seseorang yang ingin sekali dia hindari sepanjang hidupnya. Chaeri mematung sementara sosok sang Pria tetap berdiri tenang seraya memamerkan senyum kharismatiknya yang selalu membuat Chaeri terhenyak, lalu terpental ke galaksi tak bernama dimana Pria itu sebagai pusatnya.Melihat keterdiaman Chaeri, Keysontak menarik tangan Chaeri yang menggengam erat jemari Jaehyun, Key yang terbiasa dengan mulut pedasnya, lalu mulai meracau tak jelas.

          “YAK! Kau tidak bisa kabur lagi, Chaeri-ku sayang, aku sudah susah payah mengatur jadwalmu!, aku tahu kau sedang kacau akhir-akhir ini, tapi klien sekelas Mr Jung Yunho bukan seorang yang pantas kau hindari, ayo ikut aku ke ruang rapat”

          “taa.. piii.. Key-yaa”

          “tidak ada bantahan! Mengabaikan orang yang akan berbahagia dengan pernikahannya tidak baik! Ikut aku!”

          “men.. men.. menikaaah?”

          “iya, kau seperti baru pertama kalinya saja menangani klien yang memesan gaun dan tuxedo pernikahan mereka, berhenti bertindak aneh Miss Im”

Chaeri sontak memandang Yunho sekilas, mencoba menelisik kebenaran yang baru saja di terima otaknya. senyum sempurna Yunho alih-alih memudar, malah semakin melebar membingkai wajahnya, seolah menguatkan pernyataan Key, kaki Chaeri kini melemas, membiarkan Key menyeretnya menuju ruang rapat.Rasa sakit yang selama delapan tahun bisa dia tutupi, mendadak menyerang ulu hatinya lagi, lukanya terbuka lebar, dengan air garam yang menyiramnya hingga semakin perih.

          “Cherry-ya, kau tidak apa-apa?”

Itu suara Yunho, mungkin pria itu sadar, langkah Chaeri sedikit berbeda, beberapa kali Chaeri menyaruk lantai yang jelas-jelas datar dan rata permukaannya. Chaeri terpaksa memfokuskan pandangannya pada Yunho, tersenyum simpul, mencoba menutupi hatinya yang semakin sakit, ketika Yunho merapalkan nama panggilan kesayangan Yunho pada Chaeri.

===============================================================

Minho tetap berusaha menahan perih yang terasa semakin meyiksa dadanya dari hari kehari, Mel baru dua bulan menghilang dari visinya, tapi Minho sudah sekacau ini. Sekeras apapun Minho berusaha menghapus perasaanya pada Mel, semakin kencang ia merapalkan ‘aku akan baik-baik saja tanpa Melita Kim’ semakin sakit pula hatinya menghianati sugesti positifnya itu.Minho benar-benar kacau dan butuh diperbaiki.

Hari ini saja dia hampir mengacaukan tender besar untuk perusahaanya, untung saja Siwon Hyung-nya akhir-akhir ini setia menemani kemanapun sang CEO muda menghadiri rapat. Minho benar-benar merasa seperti anak kecil ingusan, yang masih perlu bantuan kakak lelakinya untuk menopang langkah. Serius! Choi Minho bahkan sudah berusia seperempat abad, memalukan sekali harus didampingi sang kakak kesana-kemari.

Minho jadi merasa bersalah pada Siwon, kakaknya itu tentu saja mempunyai kesibukan yang lebih padat jadwalnya dari Minho, sang kakak bertanggung jawab atas semua anak cabang perusahaan Choi, tidak semestinya Siwon ikut dalam urusan kecil menangani anak cabang di Seoul yang semula baik-baik saja di tangan Choi Minho, sebelum si CEO muda ambisius itu patah hati dan terluka seperti singa muda yang kehilangan taringnya terlalu dini.Otak Minho terlalu dipenuhi sosok Mel, di setiap detiknya Minho selalu memikirkan apa yang gadis itu lakukan, ditambha lagi beban jawaban yang Minho tahan mati-matian rasa penasarannya, setelah kemarin ia nekat mendatangi rumah Mel, mencoba mengajuk hatinya sekali lagi, Mel belum menjawab ajakannya itu.

          “Minho-ya”

Suara maskulin milik Choi Siwon segera menyadarkan Minho dari lamunya.

          “ada apa denganmu? Akhir-akhir ini kau kacau sekali”

Lanjut sang kakak bijak, mereka kini sedang makan siang, setelah Siwon membereskan kekacauan rapat mereka sejam lalu.

          “Mel, Hyung, kau tahu jelas alasanku hingga aku jadi sekacau ini”

          “aku akan bicara pada KanginAjusshi jika putrinya benar-benar berhasil membuat adik penuh ambisiku jadi melempem seperti kerupuk tersiram kuah sop”

Canda Siwon di sela-sela kesibukannya mengiris steak medium-nya, sungguh melihat Minho seperti zombie hidup dua bulan ini membuat Siwon gemas sendiri, dia tahu putri kolega Appa-nya itu sangat pintar, menarik dan cantik, tak ayal hati adiknya sudah terkunci mati.

          “ya! Hyuuuungiee.. kelakarmu tidak lucu”

Minho mulai merajuk, sisi lainnya selalu muncul jika sedang bersama kakak tercintanya ini.Sisi kekanakan yang haus kasih sayang, siwon sendiri maklum, kesibukan kedua orang tua mereka membuat perhatian untuk Minho dan dia berkurang, dimana lagi Minho bisa bergantung, selain pada kakaknya sendiri.

          “aish! Berapa umurmu Choi Minho, berhenti ber-aegyo”

          “Hyungiee~~”

          “Stop Choi kecil!”

Minho mempoutkan bibirnya kesal, sementara Siwon menderaikan tawanya hingga terpingkal-pingkal.

          “Hyungiee~~ cukup~~”

Minho semakin merajuk, mau tidak mau Siwon mengatupkan bibirnya, lelaki tampan itu masih berusaha menahan tawanya.

          “ok, Hyung diam, choi kecil”

          “Hyung, apa yang harus aku lakukan?”

          “apa?”

          “Abeoji memnintaku segera bertungan dengan Irene Bae, agar aku tidak terlalu sedih dengan hubunganku yang kandas, Abeoji tidak memaksa sih, tapi kau tahu sendiri kan, aku mencintai Mel, akan sulit untuk move on”

Siwon menatap Minho sejenak, ia lalu mengulaskan senyum terbaiknya.

          “berpikirah jernih Minhoniee, mungkin cintamu pada Mel sudah bukan lagi sekedar cinta, kau membutuhkan dia sebagai pelengkap hidupmu, berjuanglah jika kau mampu, mungkin memergoki Mel berselingkuh dengan Oh Sehun membuatmu sakit, tapi jika kau bisa memaafkan itu, kurasa hatimu sudah terkunci mati pada Mel”

          “aku mencintainya Hyung, kupikir dengan melepas aku akan bahagia juga, melihatnya bahagia saja sudah cukup untukku”

Siwon mneghela nafasnya panjang.

          “jika keegoisan diperlukan dalam suatu hubungan, kau harus egois sesekali Choi Minho, kejarlah, dia milikmu”

=============================================================

Mel langsung mengangsurkan tubuhnya di samping Chaeri yang sedang menikmati mangga muda kiriman Jongin di depan televisi, Mel sempat berdecak sebal ketika melihat layar datar berukuran 40 inchi itu menyiarkan berita panas para selebritis, entahlah, semenjak hamil Chaeri terlalu sering menikmati wajah segar para idol dan skandalnya. Detikan waktu diantara mereka terasa kosong, pun ketika helaan nafas panjang yang menyiksa tak sengaja keluar secara bersamaan dari kedua pasang alveolus mereka, baik Mel maupun Chaeri terkikik sejenak.

          “harimu berat, imcha-ya?”

          “yah, sedikit, sepanjang minggu ini Heechul Eonni dan Junmyeon Oppa membuat sedikit keributan”

          “eiyy.. masih memikirkan nasibmu kelak ya? Astaga dua Kim itu benar-benar membuatku ikut pusing melihat kelakuan mereka, semenjak aku mengenal mereka di bangku kuliah, dulunya aku jadi sedikit iri padamu, mempunyai dua kakak lelaki yang tangguh dan hebat dalam menjagamu, tapi lama kelamaan jengah juga, aku jadi sedikit mengubah presepsiku, kau seperti putri raja yang tak boleh tersentuh oleh siapapun, hanya ada dua namja yang berani dekat padamu, dr Cho dan Yunho sunbaenim, ah.. mengingat masa kuliah membuatku melankolis, iya kan Imcha-ya?”

Tak ada sahutan dari Chaeri, tak biasanya housemate-nya terdia tak menimpali, kecuali jika bahasan mereka memang tidak ingin Chaeri lanjutkan, duh! Mel jadi serba salah, dia lupa akan peringatan Junmyeon agar selalu membuat Chaeri ceria, mood Chaeri berbanding lurus dengan keadaan bayinya, semakin Chaeri tegang, sedih, atau merasakan emosi negatif lainnya, semakin besar pula resiko bayi Chaeri berkembang tidak baik. Mel semakin tercekat, ketika mendapati Chaeri sudah berurai air mata, duh! Bodoh sekali dia menyebut nama Kyuhyun dan Yunho. Untuk nama Kyuhyun mungkin tidak masalah, tetapi jika Jung Yunho yang tersebut, matilah sudah.

          “maaf, aku tak sengaja menyebut nama sunbae itu”

          “dia akan segera menikah, Mel-ya, dia meminta gaun pengantinnya padaku, hatiku sakit, tapi aku tidak pernah bisa menghindar, Junmyeon Oppa benar, dia masih mendominasi pikiran juga hatiku”

          “eeh? Maksudmu? Yunho sunbae ah maaf, dia akan menikah dan memintamu merancangkan gaun untuk calon isterinya”

Isakan Chaeri semakin dalam, ini permainan nasib atau bukan, sudah jelas nasib baik tidak pernah berpihak padanya. Setelah dia gagal menikah karena hamil, sekarang seseorang yang paling berpengaruh dalam kehidupan percintaan Chaeri meminta Chaeri membuatkan gaun cantik untuk pengantin wanitanya, pengantin wanita Yunho.

          “aiggoo.. sesangee.. jangan katakan kau bersedia nona Im”

Chaeri mengangguk lemah, di ikuti helaan nafas panjang dari Mel, Mel segera menepuk-nepuk lembut punggung Chaeri, mengalirkan rasa empati sekaligus menenangkan, Mel gemas sendiri, rasanya Mel ingin menendang pantat Jung Yunho sialan itu! beraninya dia memanfaatkan kelemahan sifat Chaeri yang tidak pernah bisa menolak permintaan orang lain. Ish! Dia jadi gemas sendiri.

Mel masih terus berusaha menenangkan Chaeri, mata gadis itu terpaksa fokus pada layar televisi yang menyangkan berita-berita tak mutu dunia selebriti, Chaeri masih sesenggukan, dan Mel masih setia memberikan housemate-nya itu ketenangan, hingga siaran tak mutu itu berhenti sejenak, berganti dengan breaking news :

‘KECELAKAAN LALU LINTAS BERUNTUN TERJADI DI TOL SEOUL PETANG TADI, DENGAN SALAH SATU KORBAN DIKETAHUI ADALAH AKTOR OH SEHUN’

Mel menegang seketika, nafasnya tidak beraturan, dengan pelupuk mata yang memberat akibat menahan air, akhirnya tanggul itu jebol, ketika di beritakan keadaan Sehun cukup parah.Ia dan Sehun masih dalam keadaan tegang pasca pertengkaran mereka tempo hari, Sehun berhenti menginvansi Mel, sementara Mel juga mulai merasakan ketenangan tanpa hadirnya Sehun, tapi Breaking News di televisinya mennghancurkan spekulasi itu.

Mel butuh Sehun!

SEHUNNYA!

          “A-aku.. harus ke rumah sakit sekarang!”

Chaeri menahan tangan Mel ketika gadis itu hendak berdiri dan menyambar kunci mobilnya di dekat rak televisi.

          “besok saja Mel, kau sedang kalut, tidak baik menyetir dalam kondisi seperti ini”

          “tapi Imcha-yaa, Sehun, itu Sehun, aku harus bagaimana, Sehun.. Sehunku, dia mungkin sekarang sedang kesakitan dan… ah,, atau malah tidak sadarkan diri”

Disaat Mel dan Cheri sedang sibuk berdebat, seseorang membunyikan bel rumah mereka. Chaeri bergegas membuka pintu depan, dan ternyata..

          “Minho?”

          “Oh hai, imcha, uhm—apa Mel ada?”

          “Ada, tapi—sepertinya kau datang di waktu yang tidak tepat.”

          “Memangnya ken—“

Kata-kata Minho terpotong karena Mel menerobos lewat diantara mereka, tanpa melirik Minho sama sekali. Gadis itu setengah berlari menuju garasi mobilnya.

          “Mel! Hei kau kenapa?” teriak Minho tapi Mel tidak menggubris mantan kekasihnya itu.

          “Uhm—sebenarnya Sehun mengalami kecelakaan barusan, Mel ngotot ingin segera kesana, tapi dengan pikirannya yang kalut aku takut dia kenapa-kenapa di jalan,” Chaeri buka suara.

          “Biar aku yang mengantarnya.”

Minho menyusul Mel dan merebut kunci mobil dengan setengah memaksa. Akhirnya gadis itu menurut dan pergi menuju rumah sakit bersama Minho.

          “Hah, Choi Minho itu, dia terlalu baik atau terlalu bodoh sih?” gumam Chaeri sambil menatap kepergian dua sahabatnya itu.

=========================================================================

“Mel, hei santai saja! Tenanglah!” kata Minho setengah berteriak memperingatkan gadis yang tengah berjalan gontai ke arah gedung rumah sakit. Mereka barus aja sampai beberapa menit yang lalu di rumah sakit megah tempat aktor Oh dirawat.

“Santai kau bilang? Bagaimana bisa aku santai jika dia sedang kesakitan di dalam sana!” Mel balas berteriak sambil menatap Minho tajam. Tapi selang beberapa detik tatapannya melemah melihat perubahan raut wajah Minho.

“Maaf..” ucap Mel lemah, air mata mulai mengalir di pipinya. “Aku tidak seharusnya membentakmu, harusnya aku berterima kasih karena kau mau repot-repot mengantarku kemari.”

“Tak apa.” Minho menghapus air mata di wajah Mel sambil tersenyum. “Tak masalah kau membentakku, meluapkan emosimu padaku, asal kau jangan mengeluarkan air matamu seperti ini. Ayo tersenyumlah, dia pasti juga ingin melihatmu tersenyum.”

Mel mendongak menatap lelaki yang lebih tinggi darinya itu. Astaga orang ini, hatinya terbuat dari apa sih? Kenapa dia begitu bodoh meninggalkan spesies lelaki langka semacam Choi Minho demi seorang—

          “Sehun, aku harus segera menemuinya!” Mel melepas tangan Minho dari pipinya kemudian berjalan mendahului Minho masuk ke dalam rumah sakit.

Minho menatap punggung Mel sambil tersenyum pahit. Tak berapa lama lelaki bertubuh tegap itu pun menyusul langkah cepat mantan gadisnya.

Memasuki lobi rumah sakit, Mel baru tersadar bahwa ia tidak tahu diruang mana Sehun berada, ia hanya sekilas melihat rumah sakit ini dari berita gosip yang ia tonton tadi. Mel mengenal betul rumah sakit paling mewah di Seoul itu karena kakak sepupu Chaeri, Kim Junmyeon, bekerja disana.

Mel hendak menuju ruangan Junmyeon—barangkali dokter muda itu tahu keberadaan Sehun—ketika ia melihat sosok familiar berjalan ke arahnya, orang itu sibuk mengobrol dengan gadis disebelahnya sehingga tidak mengetahui keberadaan Mel.

“Kim Jongin!” teriak Mel tiba-tiba, sehingga orang-orang disekitarnya serempak menoleh ke arahnya. Mel hanya tersenyum kikuk, lalu membungkuk sambil minta maaf.

“Noona? Kenapa kau bisa disini?” Jongin menghampiri Mel dengan ekspresi terkejut.

“Harusnya aku yang bertanya bodoh! Kenapa kau ada disini?” omel Mel sambil mencubit keras lengan adik laki-laki satu-satunya itu.

“Aaw—sakit noona!” gerutu Jongin, lalu matanya terarah pada seseorang yang datang bersama Mel. “Eh Minho hyung?”

Minho yang berdiri tak jauh dari Mel hanya tersenyum simpul. “Kau sepertinya bertambah tinggi berapa centi dari terakhir kita bertemu, Jongin.

          Jongin hendak menyahuti Minho, tapi Mel memukul lengannya keras. “Kau ini! Jangan mengalihkan pembicaraan! Kenapa kau bisa ada disini?”

          “Sehun—dia kecelakaan. Begitu mendengar kabarnya heboh di internet aku langsung terbang dari Jepang untuk menjenguknya, kudengar keadaannya cukup parah.”

Ah iya—Jongin kan sahabat sehidup semati Sehun, bagaimana ia bisa lupa? Gerutu Mel dalam hati.

          “Noona sendiri sedang apa di rumah sakit?”

          “Ah—aku.. uhm—” Mel kebingungan mencari alasan. Tidak mungkin kan ia berterus terang pada Jongin tentang hubungannya selama ini dengan Sehun? Tapi, Sehun belum memberitahukannya pada Jongin kan? Pikiran Mel kalut.

          “Ah—jangan-jangan kau hamil ya? Makanya kau mau memeriksakan kehamilanmu? Wah selamat ya noona, selamat ya Minho hyung!” ceplos Jongin asal, dan sukses membuatnya kena cubitan keras dari Mel.

          “Kau jangan asal bicara, kkamjong!”

          “Lalu apa?”

          “A-aku—juga mau menjenguk Sehun,” Mel akhirnya mengaku, ia berusaha memalingkan wajah dari Jongin, dan tak berani sama sekali menatap Minho.

          “Hah? Bukannya kau membencinya? Kau kan menghindarinya mati-matian selama ini,” Jongin menatap Mel tak percaya.

          “Tentu saja aku membencinya, tapi dia kan sekarang jadi tetanggaku, a—aku hanya menunjukkan rasa peduliku sebagai tetangga—yang baik!” bohong Mel, ia sedikit melirik Minho, yang tampaknya tak ada niat sedikitpun untuk menyanggah perkataanya.

          “HAH? TETANGGA? Bagaimana bisa?”

          “Kau jangan pura-pura bodoh! Bukannya kau yang memberitahukan tempat tinggalku padanya! Dasar kau ini!” Mel kembali memukuli sang adik geram.

          “Noona stop stop! Iya aku minta maaf!”

Mel menghentikan pukulannya, ia baru teringat akan gadis yang bersama Jongin. Gadis itu berdiri diam dibalik tubuh tegap Jongin.

          “Eh Jongin, siapa gadis dibelakangmu?”

          “Makanya jangan marah-marah terus, dari tadi aku ingin memperkenalkannya padamu,” gerutu Jongin sambil memajukan bibir penuhnya. “Dia kekasihku, namanya Lin.”

Gadis mungil bernama Lin itu tersenyum manis, lalu mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Mel.

          “Kau orang Jepang?” tanya Mel.

          “Ah—bukan eonnie, aku dari Korea juga, tapi kuliah di Jepang sama seperti Kai.”

          “Kai?”

          “Itu nama panggilanku di Jepang, hehehe,” jelas Jongin sambil nyengir. Mel hanya mendengus meremehkan.

         “Ya sudah, sekarang kita ke kamar Sehun dulu, kau tahu kamarnya kan?” tanya Mel pada Jongin. Sebenarnya ia sudah tidak sabaran dari tadi.

Jongin mengangguk. “Ne, barusan aku sudah tanya pada Junmyeon hyung.”

Kedua Kim bersama pasangan masing-masing pun bergegas menuju kamar yang disebutkan Jongin. Di pintu kamar VIP itu terdapat kaca cukup besar sehingga mereka dapat melihat ke dalam. Dan yang mereka tangkap saat hendak membuka pintu adalah..

          “Wow, dia masih punya cukup tenaga untuk berciuman panas, kupikir dia tidak separah yang kukira,” gumam Jongin sambil asyik menikmati suguhan dua orang berbeda jenis kelamin sedang berpagutan panas di dalam kamar.

Mel? Jangan tanyakan lagi ekspresinya sekarang. Giginya menggeretak, tangannya mengepal erat, rasanya ingin sekali ia meninju tembok rumah sakit hingga roboh.

          “Wah wah, sepertinya kita datang di waktu yang—Hei kau kenapa sih?” Jongin heran saat berbalik dan mendapati keadaan kakak satu-satunya yang tampak—marah?

          Mel hanya diam sambil terus menatapi dua orang di dalam kamar yang tampaknya belum ada niat untuk menghentikan perang lidah mereka.

          “Aneh sekali sih wanita ini,” gerutu Jongin sambil menatap heran sang kakak. “Helloooo! Noona, aku dan Lin mau pergi dulu membeli makanan, kau mau ikut tidak?” ia mengibaskan tangan didepan wajah murka sang kakak.

          “Kau pergilah duluan, biar aku disini bersama Mel,” jawab Minho mewakili Mel.

Jongin pun berlalu sambil mengedikkan bahunya. Sementara Mel masih setia mematung di depan pintu dengan Minho dibelakangnya.

          “Mel, sudahlah ayo kita pulang,” ajak Minho sambil menarik pelan tangan Mel, tapi Mel engan segera menghempaskan tangan Minho. Gadis itu malah menyeruak masuk ke dalam ruang dimana Sehun dirawat.

          “Rupanya begini caramu menyembukan rasa sakitmu, Tuan Oh?” kata Mel dengan suara keras, membuat Sehun dan gadis yang tengah bersamanya refleks melepaskan pagutan mesra mereka.

          “Mel nuna?” Sehun terkejut setengah mati.

          “Irene?” kali ini Minho yang buka suara, dengan nada terkejut yang sama.

          “Minho, bisa tolong tinggalkan kami berdua?” pinta Mel, tanpa berniat bertanya siapa gadis yang bersama Sehun. Minho mengangguk memaklumi, lalu ia juga menyeret Irene keluar bersamanya.

          “Heh, apa yang kau lakukan Choi Minho! Lepaskan aku! Sehunnnie tolong aku!” protes Irene ketika tangannya ditarik paksa oleh Minho, tapi baik Minho maupun Sehun tampaknya tak berniat menanggapi teriakannya.

Tinggal-lah Mel dan Sehun berdua di dalam kamar.

          “Kenapa kau kemari?” Sehun membuka suara lebih dulu.

          “Aku mengkhawatirkanmu!”

          “Cih, bukankah kau sudah kembali bersama mantan kekasihmu itu? Kenapa mengkhawatirkanku segala?” sindir Sehun sarkastis.

          “Aku tidak kembali padanya!”

          “Oh ya? Benarkah?”

        “Bukankan seharusnya aku yang seharusnya bertanya! Siapa wanita itu hah! Apa dia kekasihmu? Jawab aku!”

          “Wow wow wow, kenapa kau harus marah? Apa hakmu? Memangnya kau siapaku? Kita pasangan kekasih kah? Sepertinya bukan,” jawab Sehun dingin.

          Mel menatap Sehun tajam, sebisa mungkin gadis itu menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya agar tidak tumpah.

          “Oke, jika itu yang kau mau! Lupakan saja semua yang pernah terjadi diantara kita! Anggap saja kita tidak pernah mengenal satu sama lain! Selamat tinggal, bocah!”

          Mel berkata seraya memukul keras kaki Sehun yang dibebat dengan perban—sepertinya akibat patah tulang. Aktor muda itu sontak berteriak kencang dengan sumpah serapahnya, tapi Mel tidak peduli. Sambil menahan air mata dan sakit hatinya gadis itu meninggalkan kamar aktor tampan itu.

=========================================================================

Suasana Cafe milik Kim Minseok tampak lenggang pagi ini, alunan lembut yang mendamaikan hati Make You Feel My Love milik Adele mengisi setiap sudut cafe bergaya classic semi modern itu, tapi sayangnya suara merdu sang Diva tidak membuat seorang lelaki yang duduk di samping jendela besar cafe, merasa damai.

Lelaki itu, Zhang Yixing, terus-menerus mencoba mengatur pernafasannya yang selalu tercekat setiap kali selesai memutar video via kakaotalk yang hampir lebih dari seminggu diterimanya dari Oh Sehun. Kalimat – kalimat Chaeri membuat lelaki itu terhenyak, Otak Yixing tidak sedikitpun bisa mencernanya. Mana ada seorang wanita yang hamil di luar nikah akan menolak pertanggung jawaban dari pria yang menghamilinya? Chaeri ini termasuk wanita moderat yang sok kuat atau malah cenderung gila? sialnya si GILA ini berhasil mencuri hati seorang Zhang yixing hampir satu dekade lebih! Astaga! Si keras kepala Im benar-benar membuat dunia Yixing jungkir balik.

“kau? Zhang Yixing?”

Yixing hanya mengangguk kecil ketika mendapati seorang wanita cantik yang terlihat sangat elegan dengan setelan jas yang setahu Yixing seharusnya di pakai oleh lelaki, proporsi tubuh wanita dihadapannya ini benar-benar terlihat sangat lelaki, dengan dada rata dan jakun di lehernya, tapi Yixing tentu meragu menyimpulkannya sebagai seorang lelaki ketika kulit putih kontras sang tamu terlihat amat sangat apik berpadu dengan warna pink lembut setelan yang ia kenakan. Apalagi ditambah rambut blonde sebahunya yang manis, ya Tuhan! Cantik sekali!

         “maaf membuatmu lama menunggu di cafe Minseok, padahal aku yang memintamu datang kemari, oh iya, Aku Kim Heechul, kakak sepupu laki-laki Im Chaeri, senang bertemu denganmu, calon adik sepupu ipar-ku”

Yixing kembali mengangguk kecil, agak sedikit kikuk dengan sapaan Heechul.

          “oh iya, aku sudah mendengar semuanya dari Junmyeon, tentang rencanamu berikut keterlibatan adikku itu, perlu kau ketahui, sekarang Chaeri sedang hamil, mungkin usia kandungannya sekitar delapan minggu, dan tentu saja itu anakmu, jadi aku harap kau bertanggung jawab dengan semua ini”

          “tentu Heechul-sshi, tapi perlu anda ketahui jika Chaeri menolakku untuk bertanggung jawab, aku rasa dia benar-benar membenciku karena mengagalkan pertunangannya dengan Dokter Cho”

          “well, Princess-ku memang sedikit keras kepala, dia terlalu egois dan sedikit manja, tapi percayalah, hatinya akan luluh dengan keteguhanmu, kudengar kau mengejar adikku dari bangku kuliah, kuharap kau tidak menjadikan Chaeri kecilku sebagai obsesi semata”

          “tentu tidak, Heechul-sshi, saya merasa seoerti menemukan separuh diri saya yang hilang pada Chaeri, bukan karena dia cantik, bukan karena dia berprestasi dan menarik, anda tentu tahu kan perasaan yang berbeda ketika melihat seorang gadis untuk pertama kalinya, perasaan seperti ya! Dialah yang paling tepat untukku, saya merasakan hal itu pada Chaeri”

Heechul menarik sudut bibirnya puas, sepertinya Junmyeon tidak salah memilih orang. Pria cantik ini lalu menimpali Yixing cepat :

          “lalu apa yang kau bisa jaminkan untuk kelangsungan hidup Chaeri”

          “finansial yang memadai, ketenangan batin dan cinta”

Heechul lagi-lagi tersenyum sakartis.

“okay! Itu kompensasi yang cukup untuk kelangsungan hidup adikku, tapi Zhang Yixing, jika kau telah mengamati dan memperhatikan adikku hampir satu dekade lebih, kau tentu tahu tentang lelaki yang mendominasi pikiran Chaeri”

“Jung Yunho-sshi?”

“AH! Aku suka caramu Kiddo! bagaimana dengan lelaki yang selalu menghantui langkah Chaeri ini? Mampukah kau menghalangi langkahnya? Aku dengar dia sedang mempersiapkan pernikahan kejutannya dengan Chaeri, tentu saja adikku kecilku itu kelewat polos untuk mencerna seorang Yunho yang tiba-tiba memesan gaun pengantin padanya, hanya untuk membiarkan gaun itu nanti menjadi gaun pengantin yang akan dipakai Chaeri sendiri nanti”

Heechul menarik nafasnya singkat penuh rasa rileks, sebelum ia melanjutkan kalimatnya. Heechul semakin bersemangat, ketika melihat Yixing mulai berwajah merah, menahan rasa marah.

“point terpentingnya disini Zhang Yixing, Jung Yunho juga mengetahui Chaeri sedang hamil, dan dia sama sekali tidak peduli akan hal itu, hanya satu pertanyaanku, jika kau memposisikan diri menjadi Chaeri, mampukah kau menolak kesempatan emasnya menikahi Jung Yunho? Si pangeran kuda putihnya?”

===============================TEBECE==============================

Iklan

18 pemikiran pada “[5th] THE NEIGHBOUR

  1. aiissshhh.. aku kok rada nyelekit gitu ya sama sikap sehun.. apa dia cuman pengen bikin mel cemburu atau emang bener2 serius.. aaahhh kepoooo..

  2. aih… sehun di sini ngeselin pisaan… irene juga.. minho ga nyangka masih bertahan. sehun lama lama ga peka ih, kesel.
    yixing udah di setujuin tuh.. jangan di sia sia in kesempatan emas xing!!

  3. Asikk..jongin nya muncul jga…
    HunMel berakhir kah?? Ahhh jadi sedih sendiri bacanya…
    Buat sehun ngejar mel balik ya.. aku suka scene sehun ngegodain melnya…
    Trus scene chaeri sma yixing nya di tunggu…
    oh iya, klo menurut aku chapter ini terlalu pendek..
    Tapi tetep keren kok…
    pokok nya semangat nulis ceritanya ya…., ^^

  4. Kuraaaanggg panjaaaaaaaaang…..hahahah
    Tiba2 kepikiran ide nyeleneh buat pernikahan chaeri…kekekeke
    cieee sehun blg aja mau bikin mel panas cemburu terus ngajuin cinta ke sehun xixxiixiii…

  5. Aku jadi salpok sama sehun loh..
    Kok tumben ngak cadel hahaha…
    Udah kebiasaan sehun si cadel jadi ya rada gimana gitu…hahaha abaikqn kak…aku benar2 mikir keras untuk bagian heechul..aku ngeri sendiri haha
    Daenak thor tak tunggu kelanjutanya…

  6. Kok jahat ih mah 😒 sedih amat kisah keduanya. Hiks kenapa sih minhp baik bangeet kenapa dia muka malaikat banget, kasiaaan .
    Dan kenapa yunho tiba btiba. Dasar sunbae tukabg php .hiks

  7. Heechul unni?? W nyebut aja dah gelu xixixi
    Iyaa yixing harus tanggung jawab.. masa wanita yg di cintai hamil trus ga ada pergerakan..
    W salut ma sehun dah sakit parah masih jg berciuman ampe panas HAHA
    kasihan ya sama minho.. perasaannya di tolak.. bang sini sama adek aja mumpung adek jombli/? *joneszzz hahaha

  8. Ih gemes sendiri, ah si thehun mah gk peka elah. Ternyata yunho, aduh othokae? Semoga yixing berhasil block jalannya yunho lah. Btw heecul noona? What jadi panggilannya noona 😂😂😂 oh em ji, lah mending minhonya di tendang aja dong kak mel, Irene nya juga tuh. Okelah kak maljum depan apdet lagi ne kak, biar gak mati penasaran 😂😂😂

  9. Hee Eonnie???
    Heechul Noona?? Wait.. gue lagi ngebayangin 😂😂
    Neh kan… sesuai janji… kalo udh deadline pasti lah jadi… hahaha… apalagi janji… kan janji musti ditepatin yak?? Hihi
    Kok Minho jadi menye2 😂 melempem gara2 seorang Melita Kim… elah….
    Haaahh… cowo macem Minho cuman ada di epep! Ini terbatas yak? 😥
    Imcha~~ astaga… emangnya gak ada opsi buat nolak jadi designernya Yunho ya? Heol. Kan baper jadinya… sabar yeth Imcya~yaa….
    Btw… Cherry? Panggilan sayangnya Yunho? Daebak! Nah, laki kek Yunho nih yg musti di delete. Hahaha maap..
    HunMel? Bener2 udah end kah?? 😯😯
    Kok sehun gitu sih! Ah, gasuka gue cadel jadi kayak gini.
    Bayangin adegan si mel nendang kaki sehun… (dalem ati “KAPOK”) hahahaha
    Yixing udh dapet lampu ijo nih dr Hee Noona/Eonnie… hahaha…. sepertinya bakal lantjar… woaeghm. Yehet. Ohorat.
    Kalo orang normal… emang pasti dia bakal minta pertanggung jawaban orang yg udh ngehamilin dia.. lupain mantan.. apalagi sekedar orang yg disukain.. hmmm… intinya kudu move on lah…
    Lha ya tapi gimana lagi… udah disebutin sih disana… Imcha kan emang kaga Normal… hiyahahaha 😂😂
    Oke kkeut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s