[8TH] THE NEIGHBOUR

new TN

THE NEIGHBOUR

Screenplays by Ohsehunoona x october_0718

Oh Sehun | Zhang Yixing

8th Chapter : No Answer

PREVIOUS CHAP [1ST] [2ND] [3RD] [4TH] [5TH] [6TH][7TH]

=============================================================

Haii Neighboursim semuanya 🙂

Mianhae aku baru sempet update secuil kaya gini, tapi chap 9 nanti diusahain lebih panjang kok :), semoga part ini bisa mengobati rasa kangen sama The Neighbour yang rencananya mau dihatusin sampai october besok, berhubung aku sama Mel lagi sibuk-sibuknya ngurus RL dan kena writer block, tapi kita berdua janji kok, TN bakalan dilanjut apapun nanti endingnya hehehehehehe, mohon kesabarannya buat nunggu yaaaaa~~~ #ditimpukin akhir kata selamat menikamti secuil part ini dan see u all at october ^^

Khamsahamnida,
with Love :*

October_0718 and Ohsehunoona

=============================================================

“YAK! OH SEHUN TUAN ALBINO CADEL, KAU GILA APA! AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMBIARKAN KAKAKMU MENIKAH DENGANMU! TIDAK AKAN!”

Gelegar suara Jongin mengisi ruang tamu Mel setelah Sehun menyatakan lamarannya untuk Mel tadi, Jongin dengan sok dewasanya memijit kepala yadongnya dengan gaya yang dramatis, kalo saja Sehun tidak ingat dia sedang dalam tahap pendekatan dari sahabat menjadi ipar, ingin sekali dia tendang kepala bocah hitam di hadapannya itu sampai terpisah dari lehernya.

          “Hei dude! Tidak ada salahnya kau memilikiku sebagai kakak ipar, dan lagipula kau tahu persis aku mencintai Mel Noona”

          “ya! Dalam mimpimu Oh! Mel Noona hanya pantas bersanding dengan Minho hyung, kau terlalu labil juga berbahaya untuk Noonaku aku tidak mau Noonaku menjadi baby sittermu sepanjang hidupnya, HELL NO! OH SEHUN!”

          “aku sudah berubah Kim! Kau tahu persis aku berhenti tidur dengan wanita lain selama aku berhubungan dengan Mel Noona, aku menceritakan semuanya padamu, termasuk saat aku memutuskan untuk serius dengan Mel Noona! Kau sendiri yang terlalu asyik bermain game ketika aku mengungkapkan semua keluh kesahku”

          “HELL! Pokoknya tidak Bocah Oh!”

          “aku akan tetap melangkah Bocah Kim!”

          “kau mau mati hah?”

          “lalu kau akan membiarkan keponakanmu lahir tanpa Ayah?”

          “HELL! Aku mengenalmu lebih dari jumlah helaian rambutmu Oh! Kau tidak akan mungkin membuat Noonaku hamil jika kau sendiri tidak suka pada anak-anak”

          “itukan kau hitam! Kau yang takut punya anak!”

          “YAK! Aku bahkan hampir menjadi ayah delapan bulan lagi pucat!”

Baik Mel dan Sehun hanya memasang wajah kaget, sementara Jongin mengeluarkan smirk khasnya, dan Lin? Ah gadis itu hanya mampu terdiam dan menundukkan kepalanya, malu sekaligus cemas, karena tujuannya pulang ke Korea bersama Jongin memang memberitahu orang tua Jongin tentang kehamilannya, tapi entahlah, sampai hari ini Jongin sama sekali belum membawa Lin menemui orang tua Jongin.

Hingga detik inipun Lin hanya mengenal Mel sebagai satu-satunya kelurga Jongin sekaligus merangkap kakak Jongin yang baik hati, selain profesi wanita itu sebagai wakil direktur di bidang HRD di salah satu anak cabang Choi Grup, tinggal satu rumah dengan Im Chaeri, si designer ternama yang sebentar lagi akan menikahi tetangga mereka, Zhang Yixing, dan selebihnya Lin tidak tahu lebih jauh lagi tentang kehidupan pribadi Mel.

Lin tidak mampu membayangkan bagaimana sifat orang tua Jongin, yang Lin tahu dari cerita Jongin, Ayah Jongin adalah mantan atlet Judo yang masih aktif sebagai pelatih tim nasional korea, sementara Ibu Jongin adalah mantan perenang nasional yang kini berprofesi sebagai ibu rumah tangga biasa.

          “Ya Tuhan! Lin katakan itu tidak benar?”

Suara Mel membuyarkan pikiran Lin tentang calon menantunya, samar-samar Lin menganggukan kepalanya dua kali untuk lebih meyakinkan Mel, kini giliran Mel yang memijat kepalanya frustasi, Ayahnya, Kim Kangin, pasti akan marah besar jika mengetahui kelakuan putra tercintanya.

          “Jong~ apa kau tidak takut Appa akan menghajarmu sehabis ini?”

Kembali suara Mel mengisi detik kosong diantara mereka, Jongin hanya menghela nafas pasrah, ia tahu resikonya akan seberat itu, tapi mau bagaimana lagi? Nasi sudah menjadi bubur, rasanya membiarkan anak kandungnya di gugurkan juga tindakan yang lebih keji daripada dihajar di dalam Doujou (rumah khusus untuk latihan Judo) milik Ayahnya hingga kehilangan Nyawa.

          “aku tahu Noona, jadi kumohon tolong aku, aku pulang benar-benar ingin menikahi Lin, lalu menjadi ayah yang baik untuk anak kami kelak”

          “Arra Jonginnie, Noona pasti akan membantumu, tapi bagaimana dengan pekerjaan? Apa kau siap menghidupi keluarga kecilmu kelak?”

          “aku sudah diterima bekerja sebagai koreografer tetap di akademi seni milik Yixing Hyung, Noona, Mel Noona tidak usah khawatir, yang penting sekarang bagaimana cara untuk menghadapi Appa”

          “akan kita pikirkan bersama nanti, sekarang sebaiknya kita bersiap, Imcha pasti sedang cemas di hari pernikahannya ini”

          “apa yang cemas? Semalam saja mereka bermain hingga membuatku menyerangmu Noona Thekthi” timpal Sehun

          “Mwo? Aku juga jadi korban mereka Hun?” — Jongin

          “huah! Mereka bermain kasar dan panas” — Sehun

          “duh! Hormon ibu hamil memang berbeda, aku jadi pingin ber– ”— Jongin

          “YAK! Sudah jangan berisik! Cepat sana mandi!”— Mel

          “mandikan aku, noona Thekthi”—Sehun

          “SHIRREO!”—Mel

=============================================================

Pernikahan?

Hanya kata itu yang kini terlintas di benak Chaeri, setelah ia mendengarkan secara tidak sengaja pertengkaran Junmyeon dan Mirae, tiba-tiba saja kata pernikahan adalah hal yang membuatnya gamang, padahal semalam ia sudah mantap untuk mengikat janji dengan Yixing, bukan semata karena demi anak yang sekarang dikandung Chaeri, tapi murni karena Chaeri ingin mencoba hidup baru dengan Yixing dalam hari-harinya kelak.

“Baobei”

Chaeri mendongakkan kepalanya, masih dengan mata basah yang airnya tak bisa berhenti turun, netranya menghablur, terlalu sulit untuk memandang sesosok tegap di hadapannya. pun ketika sosok itu mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan Chaeri yang kini terduduk lemas di balik pilar megah The Raum, ikut menguping pembicaraan Junmyeon dan Mirae yang masih asyik berdebat di ujung pilar yang lain.

“Yixing-aa”

“aku mendengar semuanya, Baobei”

“aku.. aaa.. ku—”

Yixing segera mengusap lembut punggung tangan Chaeri, mencoba menyalurkan ketenangan yang hakiki pada sang calon istri, Yixing bahkan mengulaskan lengkungan manis dari bibirnya.

“aku siap jika memang kita tidak menikah, Baobei.. aku tidak akan memaksamu lagi menerimaku menjadi bagian dari hidupmu, dari awal aku sudah salah dalam melangkah untuk mendapatkanmu, tapi tolong katakan pada uri baby, jika aku akan tetap membuatnya menjadi anak kebangaan Zhang Yixing”

“xing-aaa, aku.. aku.. ti—”

“ssst—sudahlah, ayo kuantar kau ke ruang riasmu lagi, ini hari besar kita, kau harus tetap paling cantik kan? meskipun kini kau meragu, tapi aku akan tetap menunggumu di altar hingga waktu pemberkatan kita, jika kau tidak muncul saat itu, aku akan rela melepasmu Baobei..”

Chaeri segera menerima uluran tangan Yixing, lalu mendekap lelaki itu dalam pelukannya erat.

          “terima kasih atas semuanya, Zhang Yixing”

Perlahan Chaeri mulai merenggangkan pelukannya, ia lalu membiarkan Yixing menaut jemarinya erat, ada sedikit perasaan yang hangat dan menenangkan saat Yixing memperlakukan Chaeri seperti ini. Perasaan hangat dan nyaman yang hakiki, tanpa ada rasa ragu didalamnya.

Hati Chaeri mulai memberat lagi ketika teringat kalimat terakhir Mirae tentang keadaan Yunho, bagaimanapun juga Yunho pernah mengisi hati Chaeri lebih dari sepuluh tahun yang lalu, perasaan yang dikira Chaeri tidak berbalas, tapi nyatanya lebih dari sekedar berbalas, Yunho bahkan telah mempersiapkan pernikahan mereka. Yunho layak mendapatkan kesempatan, persis seperti yang dikatakan Mirae tadi. Chaeri kembali berdiri di persimpangan yang rumit, hatinya kembali bimbang, otaknya sudah stuck, tak mampu lagi berpikir secara imbang.

=============================================================

          “Apa pernikahan mereka sudah batal Changmin-ah”

Suara namja yang lebih tua dua tahun diatasnya itu mau tak mau membuat atensi Shim Changmin pada layar PSP-nya teralih, Changmin mengulaskan senyum evilnya sebelum mulai menata kalimat.

          “ini bahkan masih jam tujuh pagi Hyung, pernikahan Chaeri masih dua jam lagi”

          “apa kau memastikan Mirae menyerap semua informasi tentang keadaanku Changmin-ah?”

          “termasuk cara konyolmu menelan cairan pembasmi seranga di hadapanku?”

          “YAK! Aku serius Shim Changmin”

          “ahahahahha santai saja, Yunhonie Hyung~~ aku tahu betul sifat Mirae, kujamin Im Chaeri tetap akan bermarga Im hari ini”

          “aku jadi merasa sedikit bersalah padanya”

          “YAK! Kasihanilah dirimu sendiri, kau bahkan sekarang terlihat mengenaskan dengan dua infusmu ini, kau bahkan harus tersiksa semalam suntuk menguras isi perutmu agar skenario gila ini berjalan dengan baik, Oh Hyung! Kau yang pantas mendapatka Chaeri sebagai kompensasinya”

          “Arraeso, Shim! Hanya saja dia sekarang sedang hamil, aku takut ini , berdampak pada kehamilannya”

          “Oh Ya Tuhan! Si sensitive Jung kita kini telah kembali”

          “Yak! Aku hanya mengkhawatirkan anakku”

          “Anak Zhang Yixing, jika boleh ku koreksi Hyung”

          “terserah padamu, apapun yang ada pada Chaeri tetap menjadi milikku nantinya”

          “ya.. ya.. ya.. semoga berhasil Tuan Jung! Hope Jesus will Bless You!”

=============================TEBECE=========================