[6TH] THE NEIGHBOUR

the neighbour

THE NEIGHBOUR

Screenplays by Ohsehunoona x october_0718

Oh Sehun | Zhang Yixing

6th Chapter : a Memento of Begining

PREVIOUS CHAP [1ST] [2ND] [3RD] [4TH] [5TH]

================================================================

Chaeri baru saja akan menyuapkan sesendok bingsu bertoping mangga segar kemulutnya, ketika telepon genggamnya berdering nyaring, gadis itu segera meraih si munggil dari nakas kecil di samping sofa ruang kerjanya. Huh! Menganggu quality time ibu hamil saja!

Abeoji, Calling…

Chaeri menelan ludahnya kasar, ya Tuhan! Ayahnya hanya akan menelepon jika lelaki itu sedang berada di salah satu hotel mewah di jantung Seoul, sudah menjadi kebiasaannya, setahun sekali sang Ayah turun dari singasananya di London, untuk mengunjungi putri tunggalnya di Korea Selatan, seminggu penuh.

Chaeri semakin gugup ketika ponselnya tidak berhenti berdering, Dia benar-benar belum siap bertemu ayahnya dengan perut yang kini semakin terlihat membesar, dan yeah, ukuran badan yang agak sedikit naik, karena kehamilannya.

“haaal.. lo – Abeoji..”

“hallo sayang, kenapa dengan Baca lebih lanjut

[5th] THE NEIGHBOUR

the neighbour

THE NEIGHBOUR

Screenplays by Ohsehunoona x october_0718

Oh Sehun | Zhang Yixing

5th Chapter : Inside the Heart

PREVIOUS CHAP [1ST] [2ND] [3RD] [4TH]

========================================================

WARNING! : PART NO NC! ALUR GARING UNTUK XINGCHAE KOPEL!!

=========================================================

Pandangan membunuh dan tajam dari mata ber-eyeliner tebal di hadapannya sungguh membuat Junmyeon ingin segera menenggelamkan tubuh mungilnya ke dalam sungai Han, Junmyeon benci sekali mata menghakimi milik kakak tertuanya itu, Kim Heechul, asal kau tahu lelaki berbentuk wanita (karena wajahnya terlalu cantik untuk ukuran pria) yang kini duduk angkuh di singel sofa butik Chaeri, terlihat menikmati perannya sebagai ibu tiri jahat Baca lebih lanjut

[4TH] The Neighbour

the neighbour

THE NEIGHBOUR

Screenplays by Ohsehunoona x october_0718

Oh Sehun | Zhang Yixing

4thChapter : The Biggest Secret

PREVIOUS CHAP : [1ST] [2ND] [3RD]

 

Chaeri kini sedang terbaring nyaman di dalam ruang inap VVIP, setelah tadi mendapatkan perawatan intensif di IGD, Chaeri diharuskan menelan beberapa vitamin dan menghabiskan beberapa botol infus agar kondisinya segera pulih kembali,sesuai hasil pemeriksaan di UGD, kandungan Baca lebih lanjut

[3Rd] The Neighbour

the neighbour

THE NEIGHBOUR

Screenplays by Ohsehunoona x october_0718

Oh Sehun | Zhang Yixing

3Rd Chapter : The Facts

 

Mel masih sibuk mengolesi beberapa lembar roti tawar dengan margarin, sementara di belakangnya bau harum dua telur mata sapi menguar dari atas pengorengan. ia berencana makan banyak pagi ah tidak siang ini, tenaganya habis setelah tadi ia dengan brutalnya Baca lebih lanjut

[EXO candy jelly stories Lay’s] : Petrichor Serein

lay serein

“because my full confidence just under the rain”

Zhang Yixing x Im Chaeri

Romance, urban life

——————————————————————————————

“Chaeri-sshi”

Gadis si pemilik nama itu segera memutar lehernya, iris madunya menangkap eksistensi sesosok pria dengan surai pirang kecokelatan, yang nampaknya baru saja selesai proses pengecatannya. Si Pria nampak semakin tampan beribu kali lipat, warna mutiara kulitnya kontras dengan kemeja hitam pas badan yang melekat di tubuh tegap si lelaki, celana jeans warna abu-abu pekat semakin menambah derajad ketampanannya.

Gemericik air hujan semakin menambah pemandangan di hadapan Chaeri semakin indah, apalagi senyuman si pria di bawah payung ungu, cerukan di kedua pipinya membuat Chaeri semakin terpesona.

sejenak, Gaungan maskulin milik Zhang Yixing, nama si pria, kembali memenuhi timpani Chaeri.

“Ayo pulang, Darl..”

Chaeri lamat-lamat mendengarnya, entah karena gemericik air hujan yang semakin menderas, atau kupingnya yang bermasalah. Yixing memanggilnya Darl? Darling?

“Jangan melamun”

Seloroh Yixing seraya menarik tubuh si gadis masuk ke dalam lindungan payung ungu miliknya.

“Kau menjemputku, Yixing-sshi”

“Ne, aku tahu kau selalu lupa membawa payung musim penghujan seperti ini, kau ceroboh sekali, stasiun bawah tanah lumayan jauh loh jaraknya dari kantormu”

“Jiish, seperti yang bicara bukan rajanya pelupa”

“Itu salah satu poin daya tarikku”

“Wae?”

“Jika tidak pelupa, mana mungkin kau akan terus berada disampingku, mengingatkanku ini itu, memberikanku daftar catatan barang apa saja yang kuperlukan”

“Dimana titik menariknya, teacher Zhang”

“Perhatianmu, aku suka perhatianmu, Chaeri-sshi”

Chaeri membuang pandangan ke arah lain, semburat merah tomat menghiasi pipinya.

“Gombal”

celutukan Chaeri lesap dengan gemericik air yang turun dari langit. Tapi sayangnya si lelaki China sempat menangkap resonansi itu.

“Aku tidak gombal”

“Eh? Kau mendengarku?”

“Tentu saja, frekuensi berkekuatan nanohertzpun akan aku dengar, jika pita suaramu yang meproduksinya”

“Gombal”

“Kenapa? Salah? Aku menggombali istriku sendiri loh”

Dont

WHY?

Its not supposed to be like that, you’ve gir..

Kalimat Chaeri terhenti, tepat saat ibu jari Yixing menutup bibir mungil Chaeri. Air hujan menampari setiap inchi kulit kepala Chaeri, oh sial! Zhang Yixing membuang payung ungunya. Eksistensi netra Chaeri hanya mampu berkedip-kedip, ketika Yixing menatap kedalamnya tajam.

“Aku, Zhang Yixing, jatuh cinta pada wanita di hadapanku ini, jadi tolong ingatkan aku yang pelupa ini, untuk jatuh hati padanya, setiap hari, mengerti Chaeri-sshi”

Ibu jari Yixing kini telah digantikan oleh rekahan manis dibawah hidung lelaki itu, Chaeri memejamkan kedua matanya, membalas setiap lumatan lembut yang dikirimkan Yixing.

Mereka berhenti ketika alveolus mereka menyempit, menyisakan Chaeri yang tersenyum malu, dan Yixing memamerkan lesung pipi yang semakin berceruk dalam. Yixing segera menggengam tangan istrinya, membawa tangan itu merasai debaman keras di dada kirinya.

“Aku serius, aku bahkan mengecat rambutku hari ini agar mirip V BTS, dan kau merasakan kan lompatan jantungku di dalam sini”

Cheesy

“Jawaban, bukan sindiran, my Baobei

Chaeri membuang pandangannya ke arah lain, menarik tangannya dari genggaman Yixing. Lalu secepat kilat mengecup pipi suaminya itu.

“Ini manis, Yixing-sshi”

“Jawabannya”

Chaeri mengendikkan bahu, lalu melangkah lebar menjauhi pria China yang masih meneriakkan namanya dari jauh.

‘Dasar Bodoh, aku juga mencintaimu, tahu’ Batin gadis itu, dalam hatinya.

————————-KKEUT——————————————————————

[DRABBLE] DECISSION

Title : Decission

Author : Aishita Kim

Cast :
Zhang Yixing
Im Chaeri
Jung Yunho

Genre : mixed, romance, hurt

Lenghth : Drabble

Notes : bukan lanjutan dari drabble kemaren, hanya ide absurd yg pop-up gitu aja dikepala saya kkkkkk

======================================
-For the last time, Yixing didn’t want to loose his chance-
======================================

“Wuuahh.. ini indah sekali Yixing-aa”

Chaeri melebarkan matanya, pantulan roda besar dengan gemerlapan lampu-lampu cantik, berputar dihadapan gadis itu benar-benar memukau, seperti baru pertama kali dia melihat bianglala seumur hidupnya. Masih sekitar 300 meter lagi mereka bisa mendekati objek gemerlap itu. Sedikit membuat kaki pegal,Tapi keantusiasan Chaeri adalah lain cerita untuk Yixing, asal kekasihnya itu bisa tersenyum lebar, sudah cukup untuknya.

“Yixing Gege”

Yixing mengoreksi panggilan informal gadisnya, meskipun hanya tua sebelas hari dari Chaeri tetap saja Yixing harus mendapat panggilan kakak dari Chaeri. Chaeri tidak menggubris, dia malah menarik tangan Yixing, melingkarkannya pada pinggang rampingnya, mau tidak mau Yixing mensejajarkan tinggi badan mereka, setengah membungkuk, karena tinggi Chaeri tidak lebih dari pundak lelaki itu.

“Kau manja sekali, eoh”

Yixing bergumam di antara ceruk leher Chaeri, menyesapi harum magnolia yang menguar dari tubuh Chaeri.

“Mumpung aku bisa menemuimu di Changsa tanpa harus susah-susah meminta ijin dari si keras kepala Jung”

“Kau beralasan apa pada suamimu itu? Menemui Song Qian? atau sedang menikmati secangkir esspresso dengan Meng Jia”

“Tidak, aku bilang aku pergi kencan dengan Zhang Yixing ke Changsa Ferris Wheel”

“Kau gila!” Pekik Yixing, ia segera melepaskan pelukannya, lalu memutar tubuh Chaeri, menikam mata gadis itu dengan iris cokelat madunya.

“Kenapa? Bukan rahasia besar lagi kalau kita memang berhubungan kan? Lagipula Yunho Oppa memberikanku kebebasan setelah kita ketahuan malam itu”

Yixing menghela nafas putus-putus, mereka memang ketahuan tidur bersama oleh suami Chaeri beberapa bulan lalu, dan respon dari suami Chaeri hanya terkesan datar, Yunho hanya menarik lengan Chaeri, membungkus tubuh istrinya dengan selimut tipis lalu
membanting pintu kamar, Yixing juga heran,
jangankan membuat wajahnya bengkak, Yunho tidak mengeluarkan sepatah katapun, Padahal dia tidur dengan istri orang, salah satu perusakan norma di masyarakat bukan? Setidaknya satu luka lebam harus mendarat di sudut bibir Yixing.

“Tapi ini salah, Imcha-yaa, kita sekarang ada di area publik Changsa, banyak paparazi, ingat statusmu, kau istri sah Jung Yunho, dia seorang CEO yang sangat terpandang seantero asia, bagaimana jika foto kita tersebar, wajahmu sangat familiar di publik, headline surat kabar akan tertampang foto-foto skandal kita”

“I dont care, Yixing-aa”

“Kau harus peduli, gossip tentang Yunho dan Kim Jaejoong belum mereda, sekarang kau malah berencana merusak imejmu sendiri, tidak Im Chaeri, kita pulang sekarang”

“Apa peduliku lagi, Yixing-aa, aku masih bisa menerima jika dia bermain dengan perempuan lain, tapi ini apa? Dia terang-terangan memuja kecantikan pria adrogini sialan itu, jauh sebelum kita ketahuan tidur seranjang”

“Kau hanya cemburu, suamimu itu normal, dia hanya mengagumi sosok wanita yang hidup di dalam tubuh Pria”

“Tapi tidak dengan argumen-argumen sialan tentang garis rahang runcing, mata lebar yang cantik, dan kulit putih susu sempurna milik si Kim itu, apa aku kalah cantik? Jawab aku Yixing-aa”

“Aniiyaa.. tentu kau sangat amat teramat sangat cantik, jika tidak mana mungkin aku rela jadi bayangan Jung Yunho selama ini, dan kau juga hangat luar dalam”

Yixing mengakhiri rayuaannya dengan kecupan singkat di bibir Chaeri,

“Kau sangat cantik, Mrs. Zhang”

Pipi Chaeri bersemu merah, Mrs. Zhang, Yixing bilang? Ya Tuhan lelaki yang sedang mendekapnya ini terlampau percaya diri.

“Kau belum menikahiku, mana bisa kau mengganti nama depanku seenak jidat”

“Jadi kau ingin menikah? Denganku?”

Chaeri menunduk, dia juga binggung harus menjawab apa, jujur dia tidak mencintai Yixing, dia hanya perlu kehadiran lelaki itu saja.

“Karena aku ingin melepas Jung Yunho, dia sudah terlampau menderita dengan perasaannya sendiri, Yunho Oppa dan si sial Kim seharusnya hanya perlu saling menyadari ketertarikan itu, bagaimanapun juga cinta tidak mesti harus berjalan normal”

Giliran Yixing membulatkan matanya, jadi ini semua dibalik alasan dia tidak mendapat luka disudut bibirnya, atau makian kasar dari Yunho beberapa bulan lalu. Dan Gossip tentang penyimpangan CEO Jung Pharmaceutical itu benar adanya.

“Kau mendorong suamimu sendiri menjadi seorang homoseksual, Imcha-ya”

“At least, aku bahagia, melihat dia bahagia, aah sudahlah, ayo kita naik bianglala raksasa itu, aku mau membedakannya dengan London Eyes tempat aku dilamar Yunho Oppa dulu”

Yixing hanya menggendikkan bahu singkat, langkahnya otomatis mengikuti tapakan ringan kaki Chaeri, menuju landmark kota kelahirannya itu

“Ngomong-ngomong Mrs.Zhang, ini kencan pertama kita secara bebas dan tenang, aku bersyukur mengetahui kau dan suamimu.. yaah ini memang terdengar jahat, tapi.. aku bersyukur sebentar lagi kau akan berpisah darinya, kita bisa mulai dari.. auw! Kenapa berhenti mendadak”

Yixing menghentikan langkahnya seraya mencoba menyeimbangkan tubuhnya, untung saja dia bisa menguasai keseimbangan raganya, hingga tak membuat Chaeri yang berhenti melangkah tiba-tiba, tertimpa tubuhnya.

Chaeri seperti tidak mendengar apapun yang Yixing tanyakan padanya, mata wanita itu menatap lurus ke arah roda besar yang berputar konstan dihadapannya, the Changsa Ferris Wheel terlihat lebih megah, kilauan lampu membentuk huruf hangeul bertuliskan ‘Im Chaeri, mau menikah denganku?’ Berkerlip indah dihadapannya. Mata Chaeri memberat, buliran air mulai mengaburkan pandangannya, tapi mata Chaeri tidak akan pernah hilang kemampuaanya untuk hanya melihat satu sosok yang kini berlutut dihadapannya. dengan sebuah kotak berisikan cincin bertahta berlian

“Im Chaeri, Maukah kau menikah denganku lagi?”

Perlahan tautan jemari Chaeri pada Yixing merenggang, Chaeri hendak mengangsurkan jemarinya, tapi dengan sigap, Yixing mengenggam erat jemari kekasihnya itu, setengah membentak, ia berujar

“Jung Yunho-sshi, jangan mencoba merayu calon tunanganku lagi”

-kkeut
-end

That Woman, Who Named Inge Zhang

That Woman

Title            :  That Woman, Who Named Inge Zhang

AUTHOR     : AISHITA KIM

GENRE        : Urban Life

CAST :

  • Zhang Yixing
  • Inge Zhang / Xi Mei Li

RATING                  : PG 17

LENGTH                : ONESHOT

DISCLAIMER         : Only story that mine. Do not plagiarism 😛

Related Stories      : [PC – A17] Position

Author talk            : haii.. aku kembali lagi 🙂 aku kali ini bawa lanjutan dari vinget kemaren, karena reader-nim sekalian pada minta sekuelnya, aku mencoba membuatkan sekuel yang semoga bisa membuat kalian tidak penasaran lagi XD

Dan ini juga masih project Diyan-sshi dan tema yang aku ambil part [PC-A21] Road, semoga kalian suka ya.. oh iya jika diantara kalian ada yang ingin ikut projectnya bisa di cek disini..

And eniweeii.. jangan lupa mampir ke Blog saya ya di AISHITAWORLD

Terima kasih…

RCL juseyooo ~aing

=========================================================================

Yixing meletakkan Bag putihnya sembarangan diatas meja makan, menarik Kursi lalu membiarkan mata lelahnya menyapu langit – langit dapur yang juga sekaligus menjadi ruang makan keluarga kecilnya dengan Inge. Tak dipedulikannya Inge yang sedang sibuk berkutat dengan perlatan dapur. Aroma Sup Miso favorit Yixing yang menguar di udara tidak sekalipun membuat lelaki itu tergoda.

Bibir Yixing menggulung setebal mulut cumi – cumi. Dia terus mencerna dan mencerna keputusan Chaeri, Sepanjang perjalanan menuju rumah tadi, tak sedetikpun otaknya berada dalam mode sadar, pikirannya menerawang mencoba mencari pemecahan, semua tampak tidak masuk akal untuk Yixing.

Wanita itu hamil! Baca lebih lanjut